Tedhak Siten di Tegalrejo Jadi Media Kenalkan Nilai Luhur Jawa
Kelurahan Tegalrejo menggelar Tedhak Siten untuk melestarikan budaya Jawa dan mengenalkan nilai luhur kepada generasi muda.
Petugas mengolah sampah di ITF Niten pada Minggu (19/12/2024)./Harian Jogja-Stefani Yulindriani
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul memperluas tempat pengolahan sampah dan menambah alat pengolahan sampah di ITF Niten untuk meningkatkan volume sampah yang mampu diolah di sana.
Kepala DLH Bantul, Bambang Purwadi Nugroho menuturkan dinas menambah hanggar di sana dan menambah satu unit rotary drying di sana. Dia menyebut hanggar di ITP Niten di perluas Gaf volume sampah yang ditampung dapat bertambah.
BACA JUGA: TPS3R di Srigading dan ITF Pasar Niten Dimaksimalkan untuk Atasi Sampah
Saat ini ITF Niten mampu mengolah sampah sekitar 8 ton per hari. Dengan penambahan hanggar dan mesin tersebut, pihaknya menargetkan ITF Niten mampu mengolah sampah hingga 20 ton per hari.
"Kita utamakan mengolah sampah pasar, karena sekarang belum semua volume sampah pasar sehari tertangani," katanya dikutip Minggu (13/4/2025).
Bambang mengaku dalam sehari pasar-pasar rakyat di Bantul menghasilkan sampah sekitar 15-20 ton. Saat ini lantaran kemampuan ITF Niten dalam mengolah sampah masih terbatas, sebagian sampah pasar masih dikirim ke TPST yang ada di Bantul. Nantinya, seluruh sampah pasar tersebut diproyeksikan dapat diolah di ITF Niten.
Bambang menyebut saat ini proses tender untuk pembangunan hanggar di sana sedang dilakukan. "Harapannya dengan begitu [penambahan hanggar dan alat], sampah bisa tertangani dengan baik," katanya.
BACA JUGA: Optimalisasi Pengolahan Sampah, Pemkab Bantul Bakal Bangun Hangar di ITF Pasar Niten
Dia menyebut alokasi anggaran yang dikucurkan untuk pembangunan hanggar mencapai Rp4 miliar dan pengadaan alat rotary drying mencapai Rp680 juta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kelurahan Tegalrejo menggelar Tedhak Siten untuk melestarikan budaya Jawa dan mengenalkan nilai luhur kepada generasi muda.
Pemda DIY mengantisipasi dampak El Nino dengan memastikan stok pangan, pengelolaan air, dan mitigasi kekeringan di wilayah rawan.
Penyempurnaan Suzuki Xl7 Resmi Meluncur, Makin Tegas Dengan Fitur Bermakna
Changan Indonesia meluncurkan Nevo Q05 di GIIAS 2026 dengan harga mulai Rp309 juta dan telah dirakit secara lokal di Purwakarta.
GIIAS 2026 menghadirkan deretan mobil baru dari Mazda, Toyota, Lexus, Suzuki, hingga Hino dengan teknologi hybrid dan EV.
BMKG mengingatkan El Nino kategori kuat meningkatkan risiko kekeringan di Jawa Tengah yang mengancam pertanian dan sumber daya air.