Habiskan Rp160 Juta, Program Pakan Monyet Gunungkidul Tak Efektif
DLH Gunungkidul menghentikan program pakan monyet ekor panjang pada 2027 karena dinilai tak efektif mencegah konflik dengan warga.
Salah satu aktivitas di Kelurahan Purwokinanti, yang bersifat edukatif dan menyenangkan untuk lingkungan warga setempat./Harian Jogja-Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih prihatin dengan honor yang diterima oleh guru Pendidikan Anak Usia Dini (Paud). Pasalnya, gaji yang diterima setiap bulannya maksimal hanya Rp250.000.
“Maksimal Rp250.000, bahkan ada Guru Paud yang dibayar kurang dari itu karena disesuaikan dengan kemampuan di masing-masing kalurahan,” kata Mbak Endah, Rabu (16/4/2025).
Dia mengakui, honor yang diterima ini masih jauh dari kata layak. Malahan, Endah mengakui jumlahnya lebih rendah dari besaran uang yang diterima penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT).
“Penerima BLT besarannya Rp300.000 per bulan. Sedangkan gaji guru Paud paling banyak hanya Rp250.000,” katanya.
Oleh karena itu, Endah mengakui siap memberikan tambahan untuk gaji para guru Paud di Bumi Handayani. Pihaknya sudah melakukan kajian terkait dengan penambahan uang penghasilan sebesar Rp100.000 per bulan.
“Jadi yang diterima sebesar Rp350.000 per bulan. Memang belum layak, tapi kami berkomitmen untuk terus berupaya meningkatkan kesejahteraan para guru ini,” kata Ketua DPC PDI Perjuangan Gunungkidul ini.
Meski demikian, Endah mengakui kenaikan gaji ini baru berlaku di tahun depan. Ia berdalih bahwa kebijakan yang dibuat tidak hanya dibahas di internal pemkab, namun juga harus mendapatkan persetujuan dari DPRD Gunungkidul.
“Sudah kami masukan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah [RKPD] 2026. Nantinya, tambahan Rp100.000 per bulan berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah [APBD] Gunungkidul,” katanya.
Disinggung mengenai alokasi besaran tambahan untuk gaji guru Paud, Endah mengakui belum bisa memberikan detail data besaran maupun jumlah penerimanya. Meski demikian, ia memastikan secara kemampuan daerah, pemkab masih bisa membiayai kenaikan tersebut.
“Jadi tidak masalah dan bisa dianggarkan mulai tahun depan,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Sekretaris Daerah Gunungkidul, Sri Suhartanta. Menurut dia, gaji guru Paud ditanggung oleh masing-masing kalurahan, tapi ada ketentuan dari pemkab berkaitan dengan besaran yang bsia diberikan untuk membayar gaji tersebut.
“Sesuai ketentuan saat ini, maksimal gaji yang diberikan sebesar Rp250.000 per bulan. Tapi, di lapangan ada yang masih mendapatkan gaji di bawah tersebut sehingga ada komitmen untuk menaikannya,” katanya.
Menurut Sri Suhartanta, sudah ada kajian terkait dengan penambahan gaji untuk guru Paud yang dianggarkan Pemkab Gunungkidul. “Tambahan Rp100.000 akan direalisasikan di 2026 dan kami sudah melakukan kajian untuk kebijakan tersebut,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DLH Gunungkidul menghentikan program pakan monyet ekor panjang pada 2027 karena dinilai tak efektif mencegah konflik dengan warga.
Bahlil menyebut gangguan pasokan BBM di sejumlah wilayah Jawa Timur mulai teratasi setelah Pertamina menambah pasokan. Cadangan nasional diklaim aman.
Satgas Operasi Damai Cartenz menangkap PW, DPO kasus pembakaran fasilitas PT Unggul di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, pada 2021.
Bahlil Lahadalia memastikan stok BBM nasional aman. Cadangan Pertalite 16-18 hari, sedangkan BBM RON 92 ke atas dan solar di atas 20 hari.
Bioskop NSC kembali hadir di Wates, Kulonprogo, setelah lebih dari 20 tahun. Tiket mulai Rp37.000 termasuk minuman, dengan dua studio.
OJK melaporkan reformasi pasar modal kepada Prabowo, meliputi penguatan integritas, transparansi, dan penegakan aturan, termasuk persoalan MSCI.