Dishub Bantul Renovasi 133 Lampu Trotoar Jalan Sudirman
Dishub Bantul menganggarkan Rp399 juta untuk memperbaiki 133 lampu trotoar di Jalan Jenderal Sudirman agar lebih aman dan menarik.
Ilustrasi kelapa / Shopee
Harianjogja.com, KULONPROGO – Lonjakan harga kelapa parut di sejumlah wilayah termasuk Kulonprogo membuat ibu rumah tangga kewalahan mengatur uang belanja kebutuhan sehari-hari. Harganya yang melonjak signifikan dianggap membebani pengeluaran belanja kebutuhan dapur.
Anik, warga Sentolo Lor mengaku tak punya pilihan dengan harga jual kelapa parut yang sangat tinggi beberapa waktu belakangan. Menurutnya, mau tak mau ibu rumah tangga seperti dirinya rela merokok kocek lebih dalam lantaran tak punya pilihan lain.
"Selain buat kebutuhan sehari-hari saya kadang juga ada yang pesan buat dimasakin sayur juga, dan itu kan pakai santan dari kelapa parut,” ucapnya, Selasa (22/4/2025).
Meski harga membubung tinggi, ia tetap harus membeli. Bagi Dayuni, kebutuhan tetaplah kebutuhan. Namun, harapannya semoga harga bisa kembali normal seperti sedia kala. "Jangan sampai begini lah, harganya bisa hampir dua kali lipat dari biasa," ujarnya.
Pantauan di Pasar Sentolo pada Selasa (22/4/2025), harga kelapa parut kini tembus di angka Rp17.000 per butir. Agung, salah satu pedagang, menyebut kenaikan harga mulai terasa sejak momentum Lebaran lalu.
"Pas Lebaran itu harganya Rp15.000 per butir, sekarang sampai Rp17.000," jelas Agung.
BACA JUGA: Gerakan Ekoteologi, 5.000 Pohon Matoa Ditanam di Kulonprogo
Padahal, menurutnya, harga normal berada di kisaran Rp7.000 hingga Rp10.000. Kini, bahkan kelapa parut kiloan pun mencapai Rp30.000 per kilogram, melonjak tajam dari harga sebelumnya yang berkisar Rp17.000 per kg.
Di tingkat pemasok, harga pun sudah tinggi antara Rp11.000 hingga Rp12.000 per butir. "Padahal biasanya dari pemasok cuma Rp6.000," tambah Agung. Ia menduga, hasil panen yang tidak maksimal menjadi faktor utama pemicu kelangkaan dan kenaikan harga ini.
Kondisi serupa juga terjadi di Pasar Wates. Mahesti, pedagang kelapa parut di sana, mengaku kini mematok harga Rp12.000 per butir. “Biasanya kelapa parut itu di harga Rp8.000 sampai Rp10.000,” jelasnya.
Ia menilai, penurunan kualitas kelapa dari daerah pemasok seperti Kapanewon Kokap turut menjadi salah satu faktor kenaikan harga kelapa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dishub Bantul menganggarkan Rp399 juta untuk memperbaiki 133 lampu trotoar di Jalan Jenderal Sudirman agar lebih aman dan menarik.
BGN akan menangguhkan SPPG tanpa Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi. Kebijakan ini demi menjaga kualitas Program Makan Bergizi Gratis.
Serangan Israel ke Lebanon kembali meningkat. Puluhan wilayah dihantam, korban tewas bertambah. Simak perkembangan terbaru konflik Timur Tengah.
Kesbangpol DIY menyelenggarakan pendidikan politik perempuan di Wates, Kabupaten Kulonprogo, Rabu (13/5/2026). Pendidikan ini ditujukan untuk mendorong kaum Haw
Prabowo ungkap Rp49 triliun uang tak terurus di bank akan masuk negara. Dana diduga terkait koruptor dan siap dimanfaatkan untuk rakyat.
Komet C/2025 R3 PANSTARRS muncul di 2026 dan tak kembali selama 170.000 tahun. Fenomena langka yang simpan sejarah Tata Surya.