Baru 30 Bangunan Berdiri, DPRD Bantul Ingatkan Pengelolaan KDMP
DPRD Bantul mengingatkan pengelolaan KDMP perlu pengawasan, manajemen yang kuat, dan produk lokal agar tak mengulang persoalan KUD.
Ilustrasi kelapa / Shopee
Harianjogja.com, KULONPROGO – Lonjakan harga kelapa parut di sejumlah wilayah termasuk Kulonprogo membuat ibu rumah tangga kewalahan mengatur uang belanja kebutuhan sehari-hari. Harganya yang melonjak signifikan dianggap membebani pengeluaran belanja kebutuhan dapur.
Anik, warga Sentolo Lor mengaku tak punya pilihan dengan harga jual kelapa parut yang sangat tinggi beberapa waktu belakangan. Menurutnya, mau tak mau ibu rumah tangga seperti dirinya rela merokok kocek lebih dalam lantaran tak punya pilihan lain.
"Selain buat kebutuhan sehari-hari saya kadang juga ada yang pesan buat dimasakin sayur juga, dan itu kan pakai santan dari kelapa parut,” ucapnya, Selasa (22/4/2025).
Meski harga membubung tinggi, ia tetap harus membeli. Bagi Dayuni, kebutuhan tetaplah kebutuhan. Namun, harapannya semoga harga bisa kembali normal seperti sedia kala. "Jangan sampai begini lah, harganya bisa hampir dua kali lipat dari biasa," ujarnya.
Pantauan di Pasar Sentolo pada Selasa (22/4/2025), harga kelapa parut kini tembus di angka Rp17.000 per butir. Agung, salah satu pedagang, menyebut kenaikan harga mulai terasa sejak momentum Lebaran lalu.
"Pas Lebaran itu harganya Rp15.000 per butir, sekarang sampai Rp17.000," jelas Agung.
BACA JUGA: Gerakan Ekoteologi, 5.000 Pohon Matoa Ditanam di Kulonprogo
Padahal, menurutnya, harga normal berada di kisaran Rp7.000 hingga Rp10.000. Kini, bahkan kelapa parut kiloan pun mencapai Rp30.000 per kilogram, melonjak tajam dari harga sebelumnya yang berkisar Rp17.000 per kg.
Di tingkat pemasok, harga pun sudah tinggi antara Rp11.000 hingga Rp12.000 per butir. "Padahal biasanya dari pemasok cuma Rp6.000," tambah Agung. Ia menduga, hasil panen yang tidak maksimal menjadi faktor utama pemicu kelangkaan dan kenaikan harga ini.
Kondisi serupa juga terjadi di Pasar Wates. Mahesti, pedagang kelapa parut di sana, mengaku kini mematok harga Rp12.000 per butir. “Biasanya kelapa parut itu di harga Rp8.000 sampai Rp10.000,” jelasnya.
Ia menilai, penurunan kualitas kelapa dari daerah pemasok seperti Kapanewon Kokap turut menjadi salah satu faktor kenaikan harga kelapa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Bantul mengingatkan pengelolaan KDMP perlu pengawasan, manajemen yang kuat, dan produk lokal agar tak mengulang persoalan KUD.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, Eko Suwanto, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Sertifikat tanah elektronik menghubungkan data pemegang hak dengan NIK dan bidang tanah dengan nomor identifikasi elektronik.
BSU Rp600.000 Oktober 2026 belum diumumkan pemerintah. Simak syarat BSU tahun lalu dan cara cek status melalui situs resmi Kemnaker.
Rumah duka Guruh Soekarnoputra di Jakarta dipadati pelayat dan karangan bunga setelah maestro seni itu wafat pada usia 73 tahun.
Sebanyak 193 karya dari 131 seniman difabel dipamerkan dalam Suluh Sumurup Art Festival 2026 di Galeri Taman Budaya Yogyakarta (TBY).