Proyek Pabrik VinFast di AS Terancam Diambil Alih Pemerintah
VinFast digugat di AS terkait proyek pabrik EV di North Carolina setelah penundaan dan dugaan pelanggaran kesepakatan investasi.
Panewu Sanden Deni Ngajis saat mengecek lokasi pembuangan sampah/ Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL--Pemerintah Kapanewon (Pemkap) Sanden memberikan tenggat waktu dua hari kepada pembuang sampah di kawasan Pantai Dewaruci, Srigading, Sanden untuk mengambil sampahnya kembali.
Pasalnya, keberadaan dua truk sampah yang berupa buah-buahan yang sudah busuk, plastik dan keranjang itu dinilai tidak berizin dan mengganggu warga sekitar.
"Apabila tidak diambil kembali, maka kami akan minta bantuan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul untuk mengangkutnya. Kebetulan saya sudah telpon kepada Kepala DLH dan Satpol PP terkait hal ini," kata Panewu Sanden Deni Ngajis Hartono, Jumat (25/4/2025).
BACA JUGA: Bantul Siap Terapkan Waste to Energy
Deni mengungkapkan, temuan adanya dua truk sampah tersebut berawal dari laporan warga pada Jumat (25/4/2025) pagi yang mengaku resah dengan bau dari keberadaan sampah tersebut. Oleh karena itu, Deni pun mendatangi lokasi pembuangan sampah liar tersebut.
Disana mantan Panewu Dlingo ini bertemu dengan seorang pemilah sampah yang ditugaskan oleh pembuang sampah tersebut. Setelah dilakukan konfirmasi, pemilah sampah itu mengaku bahwa sampah itu berasal dari Pasar Gamping.
"Katanya sudah izin ke Pemerintah Kalurahan Srigading. Tapi, setelah saya cek ke Pemerintah Kalurahan Srigading ternyata tidak ada izin. Lalu saya minta stop dan meminta mereka mengambil sampah itu," terang Deni.
Lalu, pemilah sampah tersebut, ungkap Deni menelpon pembuang sampah yang diketahui mengaku berasal dari Kota Jogja. Deni sempat berbincang dengan pembuang sampah tersebut melalui telepon dan meminta agar sampah di tempat tersebut diambil kembali dan dibersihkan.
"Dia [pembuang sampah] ngakunya sudah izin ke Pemerintahan Kalurahan Srigading. Tapi kan, kenyataannya tidak ada izin. Maka saya minta sampah itu diambil lagi," tandas Deni.
Selain itu, Deni juga menyatakan lokasi pembuangan sampah liar tersebut saat ini sudah ditutup sementara, sampai pembuang sampah mengambil kembali sampah dan membersihkan lokasi tersebut.
"Saya berikan waktu secepatnya. Maksimal 2 hari ya, sampah harus diambil lagi dan dibersihkan lokasi itu," ucapnya.
Lurah Srigading Prabawa Sugondo mengakui ada pembuangan sampah liar di wilayahnya. Ia menyatakan, sampah tersebut oleh orang tidak bertanggungjawab dan Pemerintah Kalurahan Srigading sampai saat ini tidak pernah mengeluarkan izin ada pembuangan sampah di tempat tersebut.
"Sepertinya membuangnya malam hari. Tadi pak Panewu sudah cek dan cari jalan keluarnya. Sementara ini jaga baya Srigading juga sudah terjun untuk mengamankan lokasi dan menelisik siapa yang membuang sampah itu disana," ucap Bowo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
VinFast digugat di AS terkait proyek pabrik EV di North Carolina setelah penundaan dan dugaan pelanggaran kesepakatan investasi.
Samsung mengungguli Apple dalam survei kepuasan pengguna smartphone di Amerika Serikat versi ACSI 2026. Galaxy S Series jadi yang tertinggi.
Dispertapang Kulonprogo mempercepat tanam padi MT 2 di Temon sebelum puncak El Nino agar produktivitas dan stok pangan tetap aman.
BRIN mengungkap penemuan 29 spesies flora baru di Indonesia sepanjang 2025 hingga awal 2026, termasuk Rafflesia dan anggrek.
Bulog mencatat stok beras mencapai 5,36 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah, didukung kapasitas penyimpanan 6,2 juta ton di seluruh Indonesia.
Pemda DIY memperkuat kesiapsiagaan bencana saat peringatan 20 tahun Gempa Jogja dengan menekankan budaya sadar risiko dan mitigasi.