Polresta Sleman Tangkap Pelaku Begal Sadis di Pakem
Polresta Sleman menangkap pelaku pembegalan bersenjata tajam yang merampas motor, ponsel, dan dompet milik pekerja di Pakem. Polisi segera menggelar rilis kasus
Foto ilustrasi uang palsu - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Dugaan peredaran uang palsu disebut terjadi di Ngaglik dengan korban pedagang warung kelontong. Polisi kini melacak rekaman CCTV yang mengarah ke pria yang tak dikenal.
Kapolsek Ngaglik, AKP Yuliyanto mengungkapkan dugaan peredaran uang palsu ini terjadi di Toko Kelontong dan Pop Ice di Donoharjo, Ngaglik, Sleman pada Senin (28/4/2025).
Menurut keterangan yang dihimpun kepolisian, sekitar pukul 10.30 WIB datang seorang laki-laki ke warung kelontong dengan mengendarai sepeda motor.
BACA JUGA: DPD PAN Bantul: DA Tersangka Pengedar Uang Palsu Sudah Tak Menjabat Sebagai Pengurus
Pria yang mengenakan jaket warna cokelat itu membeli rokok dan jajan di toko kelontong. Selanjutnya pria tersebut menggunakan uang pecahan Rp100.000 untuk membayar belanjaan yang dia beli.
"Membeli rokok dan risoles dengan uang pecahan Rp100.000 dan dikasih kembalian. Setelah itu orang tersebut langsung pergi ke arah timur," terang Yuliyanto pada Selasa (29/4/2025).
Selepas pergi, uang yang diberikan pria tadi diduga palsu. Pria tersebut pun coba berusaha dikejar, namun tak berhasil.
Polisi yang mendapati informasi ini lalu melakukan pengecekan ke lokasi. Saat ini kepolisian tengah mengumpulkan video CCTV yang merekam pria tak dikenal tersebut.
"Kami sedang mendalami CCTV, jadi kami urutkan dari lokasi itu dengan titik-titik CCTV toko yang dilewati maupun dari [CCTV] Dishub," terangnya.
Sementara ini dari CCTV awal, nampak satu orang pria yang diduga menggunakan uang palsu untuk bertransaksi.
Yuliyanto mengatakan uang yang diduga palsu tersebut saat ini telah diamankan. Sekilas dari pengecekan awam, uang tersebut seharusnya tak bisa digunakan untuk transaksi jual beli.
"Belum dicek ke BI, namun demikian dari hasil pantauan dari pihak korban alat [ultraviolet] itu sudah dilihat, diraba, diterawang itu sama dicek itu menurut awam sudah dikatakan tidak bisa untuk pembelian atau transaksi," jelasnya.
"Diamankan dulu nanti baru kami lengkapi terkait untuk kegiayan penyelidikan. Semoga terungkap," tukasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polresta Sleman menangkap pelaku pembegalan bersenjata tajam yang merampas motor, ponsel, dan dompet milik pekerja di Pakem. Polisi segera menggelar rilis kasus
Ariana Grande mengejutkan penggemar setelah memutuskan mengurangi aktivitas publik di tengah kesuksesan album Petal yang menempati posisi pertama Billboard 200.
Kemendikdasmen membuka Beasiswa BPI GTK 2026 bagi guru, calon guru, dan tenaga kependidikan. Simak syarat, jadwal pendaftaran, komponen bantuan, dan cara mendaf
Persib Bandung dipastikan berada di Pot 4 ACL Two 2026/2027 setelah Gangwon FC dan Adelaide United gagal lolos ke ACL Elite. Maung Bandung kini menunggu drawing
Flashdisk bekas menyimpan jejak digital yang bisa dipulihkan. Pelajari cara format aman di Windows dan Mac, serta kapan harus menghancurkan fisik perangkat sebe
Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) bersama Dompet Dhuafa Volunteer (DDV) Jawa Timur mengerahkan tim respons untuk mendukung operasi pemadam