Gunungkidul Dorong Sport Tourism Lewat Kejurnas Sepatu Roda
Gunungkidul mengembangkan sport tourism lewat Kejurnas Sepatu Roda Bupati Cup 2026 yang diikuti 459 peserta dari berbagai daerah.
Ilustrasi APBD./JIBI
Harianjogja.com, KULONPROGO - Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 Pemerintah Kulonprogo mengalami pengurangan sebesar Rp88,8 miliar akibat adanya efisiensi anggaran. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan setempat menyebut harus memutar otak lantaran target kinerja yang ditetapkan masih tetap sama meskipun anggaran disunat.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kulonprogo, Taufik Amrullah mengungkapkan, semula APBD 2025 Kulonprogo ditetapkan sebesar Rp1,7 triliun. Dengan adanya pemangkasan sampai puluhan miliar kini tinggal menyentuh angka Rp1,6 triliun.
"Pemangkasan tersebut pun telah dikukuhkan lewat Peraturan Bupati Kulonprogo No. 9/2025 yang ditetapkan 10 April 2025, sebagai perubahan atas Perbup No. 61/2024," jelasnya, Kamis (1/5/2025).
Taufik menerangkan, ada beberapa pos anggaran yang terpangkas sehingga membuat APBD 2025 menurun drastis seperti pos Tambahan Pendapatan Bagi Hasil sebesar Rp12,3 miliar, Pengurangan Dana Alokasi Umum (DAU) yang ditentukan penggunaannya Rp13,8 miliar dan Pemangkasan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik sebesar Rp38,3 miliar.
"Kemudian ada pula Tambahan dari DAK Non-Fisik sebesar Rp360 juta, Pemotongan Bantuan Keuangan Khusus dari Pemprov DIY sebesar Rp49,3 miliar serta Rp28,7 miliar dari 40 OPD di lingkungan Pemkab Kulonprogo," ujarnya.
BACA JUGA: Kulonprogo Bidik Budidaya Kerapu Cantang di Wilayah Pesisir
Kepala Dinas Pariwisata Kulonprogo, Joko Mursito, mengungkapkan jawatannya pun ikut terdampak kebijakan efisiensi anggaran yang cukup signifikan. “Anggaran kami hanya tinggal sepertiga dari rencana awal. Dari Rp30 miliar, sekarang hanya tersisa sekitar Rp8 miliar lebih,” ucap Joko.
Dengan anggaran yang menyusut drastis, pihaknya mengaku bakal menggunakan pendekatan baru untuk memaksimalkan kunjungan ke Bumi Binangun. Aksi kolaboratif dan pemanfaatan sinergi dengan komunitas menjadi salah satu upaya untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kami coba maksimalkan event-event dari luar, acara komunitas, dan momentum budaya lokal. Misalnya besok ini ada pentas atraksi wisata budaya, juga ada tamu komunitas dari acara peringatan hari jadi. Mereka kami rangkul, kami fasilitasi hiburan, dan dari situ retribusinya kan cukup besar,” imbuh Joko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul mengembangkan sport tourism lewat Kejurnas Sepatu Roda Bupati Cup 2026 yang diikuti 459 peserta dari berbagai daerah.
Prediksi PSG vs Aston Villa di Piala Super Eropa 2026, lengkap dengan head to head, susunan pemain, dan peluang kedua tim.
Transformasi TelkomGroup Mulai Tunjukkan Hasil, InfraNexia Catat Kinerja Positif Perkuat Infrastruktur Digital Nasional
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta dugaan penistaan agama di festival musik Ancol diproses hukum.
Program beasiswa santri dan pengasuh pondok pesantren tahun 2026 yang digulirkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, membuka peluang dan harapan
Produksi perikanan budi daya Gunungkidul mencapai 7.119 ton hingga Juni 2026. Lele mendominasi dengan produksi lebih dari 6.168 ton.