Produk Lokal Kuasai 55 Persen Katalog Sociolla hingga Juni 2026
Produk kecantikan lokal menguasai 55% katalog Sociolla hingga Juni 2026, dengan lebih dari 180 brand dan 6.000 SKU aktif.
Petugas DKP Kulonprogo menunjukkan ikan Kerapu Cantang saat studi banding di wilayah Purworejo belum lama ini, rencananya budidaya ikan itu akan dikembangkan di Kulon Progo Dokumentasi Istimewa
Harianjogja.com, KULONPROGO– Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kulonprogo tengah berencana untuk mengembangkan budidaya ikan Kerapu Cantang guna mendongkrak kesejahteraan pelaku budidaya sekaligus mempercepat kedaulatan di bidang perikanan.
Kepala DKP Kulonprogo, Trenggono Trimulyo menyatakan, pengembangan budidaya Kerapu Cantang merupakan salah satu program prioritas yang akan dijalankan tahun ini. “Pada prinsipnya, kami siap mengawal pengembangan kerapu. Wilayah pesisir Kulonprogo sangat potensial untuk budidaya ikan air payau,” ujarnya, Selasa (29/4/2025).
BACA JUGA: Hore! Jaringan Internet di Kawasan Wisata Pantai Selatan Kulonprogo Diperluas
Menurut Trenggono, DKP telah melakukan studi banding ke Purworejo, daerah yang lebih dahulu berhasil membudidayakan Kerapu Cantang. Tindak lanjutnya, DKP kini tengah melakukan inventarisasi lahan dan pemetaan kelompok pembudidaya yang siap mengembangkan usaha ini.
"Fokus pengembangan akan diarahkan ke wilayah pesisir, terutama di Banaran dan Jangkaran. Namun, kawasan Bugel juga disiapkan sebagai alternatif lokasi pengembangan," katanya.
Trenggono menyebut, pembiayaan proyek ini akan diupayakan melalui Dana Keistimewaan sebagai bagian dari penguatan budaya bahari khas Kulonprogo. "Program ini juga telah diintegrasikan dalam Rencana Strategis (Renstra) OPD dan dijadwalkan mulai bergulir tahun ini," ujarnya.
Kepala Bidang Perikanan Budidaya DKP Kulonprogo, Suryadi menjelaskan, Kulonprogo memiliki garis pantai sepanjang 24,8 kilometer yang sangat menjanjikan untuk pengembangan perikanan budidaya. “Kerapu Cantang adalah hasil persilangan antara Kerapu Macan dan Kerapu Kertang. Ikan memiliki keunggulan genetik berupa ketahanan penyakit, pertumbuhan cepat, dan nilai ekonomi tinggi di pasar lokal maupun ekspor,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Suryadi menyampaikan bahwa Kerapu Cantang dapat dipanen dalam waktu lima hingga enam bulan, dengan permintaan pasar yang terus meningkat dan dukungan teknologi budidaya yang sudah tersedia. Ketersediaan benih di Kulonprogo pun terjamin melalui pasokan dari BPBAP Situbondo dengan harga terjangkau.
Ketersediaan lahan sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kulonprogo cukup luas, terutama di Kapanewon Galur dan Temon. Ditambah lagi, terdapat 166 Rumah Tangga Perikanan (RTP) yang aktif, serta peluang munculnya RTP baru dari kalangan milenial dan Gen Z. "Ini tentu menjanjikan pertumbuhan ekosistem budidaya yang kuat dan berkelanjutan," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Produk kecantikan lokal menguasai 55% katalog Sociolla hingga Juni 2026, dengan lebih dari 180 brand dan 6.000 SKU aktif.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.
Sebanyak 212 orang berhasil dievakuasi dari kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok. SAR melanjutkan pencarian pada Kamis.