Komite MAN 2 Bantul Klarifikasi Isu Biaya Pendidikan Rp4,2 Juta
Komite MAN 2 Bantul menjelaskan soal Rp4,2 juta yang ramai di media sosial. Nominal disebut bukan tarif wajib bagi wali murid.
Petugas DKP Kulonprogo menunjukkan ikan Kerapu Cantang saat studi banding di wilayah Purworejo belum lama ini, rencananya budidaya ikan itu akan dikembangkan di Kulon Progo Dokumentasi Istimewa
Harianjogja.com, KULONPROGO– Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kulonprogo tengah berencana untuk mengembangkan budidaya ikan Kerapu Cantang guna mendongkrak kesejahteraan pelaku budidaya sekaligus mempercepat kedaulatan di bidang perikanan.
Kepala DKP Kulonprogo, Trenggono Trimulyo menyatakan, pengembangan budidaya Kerapu Cantang merupakan salah satu program prioritas yang akan dijalankan tahun ini. “Pada prinsipnya, kami siap mengawal pengembangan kerapu. Wilayah pesisir Kulonprogo sangat potensial untuk budidaya ikan air payau,” ujarnya, Selasa (29/4/2025).
BACA JUGA: Hore! Jaringan Internet di Kawasan Wisata Pantai Selatan Kulonprogo Diperluas
Menurut Trenggono, DKP telah melakukan studi banding ke Purworejo, daerah yang lebih dahulu berhasil membudidayakan Kerapu Cantang. Tindak lanjutnya, DKP kini tengah melakukan inventarisasi lahan dan pemetaan kelompok pembudidaya yang siap mengembangkan usaha ini.
"Fokus pengembangan akan diarahkan ke wilayah pesisir, terutama di Banaran dan Jangkaran. Namun, kawasan Bugel juga disiapkan sebagai alternatif lokasi pengembangan," katanya.
Trenggono menyebut, pembiayaan proyek ini akan diupayakan melalui Dana Keistimewaan sebagai bagian dari penguatan budaya bahari khas Kulonprogo. "Program ini juga telah diintegrasikan dalam Rencana Strategis (Renstra) OPD dan dijadwalkan mulai bergulir tahun ini," ujarnya.
Kepala Bidang Perikanan Budidaya DKP Kulonprogo, Suryadi menjelaskan, Kulonprogo memiliki garis pantai sepanjang 24,8 kilometer yang sangat menjanjikan untuk pengembangan perikanan budidaya. “Kerapu Cantang adalah hasil persilangan antara Kerapu Macan dan Kerapu Kertang. Ikan memiliki keunggulan genetik berupa ketahanan penyakit, pertumbuhan cepat, dan nilai ekonomi tinggi di pasar lokal maupun ekspor,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Suryadi menyampaikan bahwa Kerapu Cantang dapat dipanen dalam waktu lima hingga enam bulan, dengan permintaan pasar yang terus meningkat dan dukungan teknologi budidaya yang sudah tersedia. Ketersediaan benih di Kulonprogo pun terjamin melalui pasokan dari BPBAP Situbondo dengan harga terjangkau.
Ketersediaan lahan sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kulonprogo cukup luas, terutama di Kapanewon Galur dan Temon. Ditambah lagi, terdapat 166 Rumah Tangga Perikanan (RTP) yang aktif, serta peluang munculnya RTP baru dari kalangan milenial dan Gen Z. "Ini tentu menjanjikan pertumbuhan ekosistem budidaya yang kuat dan berkelanjutan," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Komite MAN 2 Bantul menjelaskan soal Rp4,2 juta yang ramai di media sosial. Nominal disebut bukan tarif wajib bagi wali murid.
Jadwal SIM Keliling Polda DIY Selasa 6 Oktober 2026 tersedia di Kalurahan Condongcatur. Simak lokasi, jam layanan, dan syaratnya.
Calvin Verdonk menyebut gelar FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi modal berharga Timnas Indonesia menuju Piala Asia 2027 di Arab Saudi.
Jadwal SIM Gunungkidul Selasa 6 Oktober 2026 di Balai Kalurahan Wiladeg. Selain layanan itu ada SIMMADE, SIMPITU, SIM Station, SIM Keliling, dan layanan malam.
Prabowo menyerahkan urusan bonus Timnas Indonesia usai juara FIFA ASEAN Cup 2026 kepada PSSI dan memuji perjuangan skuad Garuda.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis tersedia enam kali sehari dengan tarif Rp12.000. Simak jadwal pergi dan pulang selengkapnya.