Kasus Kebakaran di Bantul Melonjak, Karhutla Mendominasi selama September
Kasus kebakaran di Bantul mencapai 326 kejadian hingga 21 September 2026. Karhutla melonjak dan menjadi pemicu utama kenaikan kasus.
Anggota DPRD Bantul Yasmuri/ Instagram
Harianjogja.com, BANTUL–DPRD Bantul meminta agar program sekolah rakyat di Kabupaten Bantul benar-benar menyasar warga miskin ekstrem dan sesuai arahan pemerintah pusat.
Anggota DPRD Bantul, Yasmuri mengatakan verifikasi calon siswa wajib dilakukan secara ketat agar program ini tepat sasaran.
"Untuk program Sekolah Rakyat di Bantul tentu nanti harus diprioritaskan bagi warga yang kurang mampu atau miskin ekstrem sesuai dengan arahan pusat," ujar Yasmuri, Senin (5/5/2025).
BACA JUGA: Pemkab Masih Data Calon Siswa Sekolah Rakyat
Politisi PKB ini juga mengkritik belum optimalnya pendataan warga miskin di lapangan. Ia mendorong agar persoalan ini dibereskan terlebih dahulu, sehingga tidak ada warga mampu yang ikut menikmati fasilitas tersebut.
"Pendataan warga miskin pun belum beres menurut saya. Ini dibereskan dulu, sehingga yang memang sudah mampu ya tidak harus mendapatkan lagi," katanya.
Menurut Yasmuri, keberhasilan sekolah rakyat tidak hanya diukur dari jumlah siswa yang diterima, melainkan juga dari ketepatan sasarannya.
“Sekolah rakyat ini harus bisa memberikan pelayanan terbaik bagi warga tidak mampu. Ini bagian dari pengentasan kemiskinan melalui jalur pendidikan selain dari jaminan sosial,” imbuhnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Bantul, Nugroho Eko Setyanto menyebut sebanyak 333 orang telah mendaftar sebagai calon siswa Sekolah Rakyat tingkat SMA. Namun, jumlah itu masih akan diseleksi lebih lanjut.
"Infonya kemarin, yang sudah masuk mendaftar 333 orang. Tapi, masih harus diseleksi lagi," kata Nugroho, Jumat (2/5/2025) lalu.
Sekolah Rakyat ini nantinya akan berlokasi di Balai Besar Kementerian Sosial di Sonosewu, Bantul, dan diharapkan menjadi solusi bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu agar tetap bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi secara gratis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kebakaran di Bantul mencapai 326 kejadian hingga 21 September 2026. Karhutla melonjak dan menjadi pemicu utama kenaikan kasus.
Dokter Yoga Yuniadi meluruskan anggapan obat hipertensi menyebabkan ginjal rusak dan menjelaskan pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.
DPRD Kota Jogja mendorong pencegahan korupsi melalui penguatan sistem, tata kelola transparan, akuntabel, dan budaya integritas.
Polri menetapkan 196 tersangka dari 245 laporan karhutla hingga 28 September 2026. Kasus yang melibatkan korporasi juga terus didalami.
Bulog memastikan Beras Kita Premium dapat digunakan untuk kebutuhan MBG sesuai arahan pemerintah, sementara beras fortifikasi bukan pengganti beras premium.