SMK Muga Gunakan Truk Hino 300 untuk Praktik Kendaraan Ringan

Sunartono
Sunartono Jum'at, 09 Oktober 2026 17:02 WIB
SMK Muga Gunakan Truk Hino 300 untuk Praktik Kendaraan Ringan

SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta menerima truk Hino 300 untuk memperkuat praktik siswa dan menyiapkan lulusan sesuai kebutuhan industri. /Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA—SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta (SMK Muga) menerima satu unit truk Hino 300 dari Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) untuk memperkuat pembelajaran praktik siswa, Jumat (9/10/2026). Kendaraan tersebut menjadi bagian dari upaya mendekatkan pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri kendaraan niaga.

Melalui fasilitas baru ini, siswa Konsentrasi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan (TKR) dapat belajar menggunakan kendaraan utuh dengan teknologi yang digunakan di industri. Sebelumnya, media praktik yang digunakan sekolah masih terbatas pada engine stand.

Presiden Direktur HMSI, Shingo Sakai, mengatakan pendidikan vokasi memiliki peran penting dalam mempersiapkan generasi muda agar menguasai keterampilan yang dibutuhkan industri.

“Pendidikan vokasi memiliki peran penting dalam mempersiapkan generasi muda agar memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri. Melalui bantuan kendaraan praktik ini, kami berharap siswa dapat memperoleh pengalaman yang lebih nyata dan memahami teknologi kendaraan secara langsung,” ujar Shingo Sakai, Presiden Direktur HMSI.

Bantuan truk tersebut merupakan bagian dari program HIPS di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta. Program ini menjadi bentuk kemitraan antara sekolah dan Hino Indonesia untuk menyelaraskan pembelajaran vokasi dengan kebutuhan industri kendaraan niaga.

Kolaborasi tersebut mencakup penguatan kurikulum, peningkatan kompetensi guru, pembelajaran praktik, pengenalan teknologi industri, hingga pembentukan budaya kerja.

Kepala SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta, Kustejo, mengatakan kendaraan Hino 300 menjadi dukungan nyata bagi peningkatan kualitas pembelajaran praktik, khususnya bagi siswa TKR. Menurutnya, hubungan kerja sama telah terjalin erat dan berkesinambungan. Sekolah juga menyiapkan siswa untuk memasuki dunia kerja melalui program pelatihan yang melibatkan industri.

"Tahun ini kami menyiapkan 25 siswa yang diminta langsung oleh Hino untuk dilatih dan disiapkan masuk ke dunia kerja. Tahun lalu, dari 20 siswa yang disiapkan, sebanyak 18 siswa berhasil terserap di berbagai jaringan industri. Anak-anak yang terserap ini nantinya ditempatkan di berbagai jaringan yang membutuhkan teknisi serta inspektur kelayakan kendaraan," kata Kustejo.

Capaian penyerapan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan kerja sama sekolah dengan industri. Pada tahun ini, sebanyak 25 siswa disiapkan untuk mengikuti pelatihan sesuai kebutuhan Hino.

Siswa Belajar Langsung dengan Truk Berteknologi Euro 4

Dalam pelaksanaannya, pembelajaran tidak hanya mengandalkan fasilitas fisik. SMK Muga juga menerapkan metode hybrid yang memadukan pembelajaran daring melalui Zoom, kehadiran guru tamu dari industri, serta pendampingan penuh selama enam bulan.

Kehadiran truk Hino 300 memungkinkan siswa mempelajari kendaraan secara langsung, termasuk membongkar komponen dan memahami sistem yang digunakan pada kendaraan niaga.

"Dengan unit utuh Hino 300 berteknologi Euro 4 dan sistem common rail ini, siswa bisa langsung memegang dan membongkar unit yang sesungguhnya. Jadi kompetensi mereka makin matang dan begitu lulus sudah sangat siap kerja, bahkan banyak yang sudah direkrut sebelum wisuda," jelasnya.

Melalui kendaraan praktik tersebut, siswa dapat mempelajari sejumlah keterampilan teknis, mulai dari pemeriksaan kendaraan, preventive maintenance, diagnosis gangguan, hingga penggunaan alat ukur.

Materi praktik juga mencakup berbagai sistem kendaraan, yakni mesin, sistem bahan bakar, pemindah tenaga, rem, kemudi, suspensi, kelistrikan, dan sistem kontrol kendaraan.

Sekolah menargetkan pemanfaatan kendaraan secara terencana melalui tahapan pembelajaran yang meliputi kurikulum, teori, demonstrasi, praktik, diagnosis, perbaikan, quality control, hingga evaluasi.

Dikembangkan untuk Mendukung Teaching Factory

Bagi SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta, penambahan fasilitas praktik ini menjadi bagian dari upaya mengurangi kesenjangan keterampilan antara dunia pendidikan dan dunia kerja.

Kendaraan tersebut juga diharapkan mendukung pengembangan Teaching Factory, sehingga pengalaman belajar siswa semakin mendekati lingkungan kerja industri.

Melalui implementasi HIPS yang lebih nyata, Hino dan SMK Muga berharap fasilitas tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi peningkatan kompetensi siswa.

“Kendaraan praktik ini akan menjadi sarana penting bagi siswa untuk belajar secara langsung dan memahami teknologi kendaraan niaga sesuai kebutuhan industri. Kami berharap kerja sama dengan Hino dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi peningkatan kompetensi siswa,” ujarnya.

Muhammadiyah Soroti Sinergi Pendidikan dan Industri

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Jogja, Aris Madani menilai unit truk tersebut bukan sekadar penambahan fasilitas fisik, melainkan simbol sinergi untuk membangun masa depan pendidikan vokasi.

Aris juga menekankan pentingnya mempertemukan etos kerja industri dengan nilai-nilai pendidikan Muhammadiyah. Menurutnya, kedua pendekatan tersebut dapat menjadi landasan untuk memperkuat kesesuaian antara pembelajaran di sekolah dan kebutuhan dunia kerja.

"Di Jepang ada filosofi Monozukuri yang mengajarkan membuat sesuatu dengan jiwa, hati, dan kesempurnaan. Sementara Muhammadiyah memiliki filosofi Amal Usaha, di mana setiap karya harus menjadi nilai ibadah. Ketika Monozukuri bertemu dengan Amal Usaha, hasilnya adalah link and match pendidikan vokasi yang sesungguhnya tanpa ada lagi jarak antara sekolah dan industri," pungkasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online