Ribuan Anak Belum Bersekolah, Kapanewon Karangmojo Gaungkan Bocah Pinter
Sebanyak 1.654 anak usia 0-6 tahun di Karangmojo belum mengenal bangku sekolah. Deklarasi Bocah Pinter digelar untuk mendorong PAUD.
Ilustrasi Ular Sanca yang berhasil dievakuasi oleh Damkarmat./ Ist
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Gunungkidul mengevakuasi ular sanca sepanjang dua meter yang berada di kadang ayam milik warga Beji di Kapanewon Patuk, Rabu (7/5/2025) dini hari. Bagi warga yang menemukan kejadian yang sama diminta menghubungi di nomor 0274-391113 atau 08112657113.
“Bisa menghubungi nomor yang kami sediakan. Kami siap memberikan bantuan kapan pun dibutuhkan,” kata Kepala UPT Damkarmat, BPBD Gunungkidul, Handoko, Rabu siang.
Menurut dia, evakuasi dilakukan karena ada laporan keberadaan ular sanca yang akan memangsa ungags pada Rabu sekitar pukul 03.00 WIB. Dua petugas damkarmat yang jaga, langsung mendatangi lokasi kejadian untuk evakuasi dan penyelamatan.
Hewan melata ini ditemukan berada di bawah kandang. “Petugas kami langsung sigap dengan mengamankan ular sanca sepanjang dua meter yang akan memangsa ayam milik warga,” ungkapnya.
Meski ular ini tidak berbisa, namun ia mengimbau kepada Masyarakat agar tidak sembrono. Pasalnya, proses evakuasi dilakukan oleh orang terlatih sehingga dapat mengurangi risiko gigitan atau pun lilitan dari bagian tubuh ular.
“Kalau takut tidak usah berani-berani menangkap. Cukup telpon ke nomor yang kami sediakan, maka segera mendatangi ke lokasi kejadian,” katanya.
BACA JUGA: Program TMMD di Gunungkidul Diharapkan Bisa Mendongkrak Perekonomian Masyarakat
Handoko menambahkan, penangkapan sanca berlangsung sekitar lima menit. Ular yang telah tertangkap langsung dibawa ke mako Damkarmat Gunungkidul. “Kita amankan dulu agar tidak menggangu aktivitas warga,” katanya.
Dia mengungkapkan, ada beberapa opsi terkait dengan penanganan ular-ular yang ditangkap. Selain dilakukan pelepasliaran secara sendiri, juga terkadang diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) atau para pecinta reptile di Bumi Handayani.
“Kalau kami lepas liarkan sendiri, maka lokasi pelepasan harus dipastikan jauh dari permukiman warga,” kata Handoko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 1.654 anak usia 0-6 tahun di Karangmojo belum mengenal bangku sekolah. Deklarasi Bocah Pinter digelar untuk mendorong PAUD.
Sebanyak 34 PPPK Paruh Waktu Gunungkidul tidak mendapat kontrak baru. Pemkab menyebut sejumlah alasan, mulai dari pelanggaran disiplin hingga pensiun.
Veda Ega Pratama naik ke posisi ketujuh klasemen Moto3 2026 usai finis keenam di Mandalika dengan koleksi 115 poin.
Kekeringan melanda SDN Jatiroto Girimulyo, Kulonprogo. Siswa membawa air dari rumah hingga Pemkab dan Baznas menyalurkan bantuan.
Kapal tanker terbakar setelah dihantam proyektil tak dikenal di Selat Hormuz. Seluruh awak dilaporkan selamat, sedangkan penyebab insiden diselidiki.
Indonesia memulangkan 30.190 koleksi Dubois dan 20 benda budaya dari Belanda, termasuk temuan Homo erectus dan artefak bersejarah.