PCA Ngampilan Gelar Milad Aisyiyah ke-109, Ini Dakwah Kemanusiaannya
Milad Aisyiyah ke-109 di Jogja dihadiri 500 peserta. Tekankan dakwah kemanusiaan, UMKM, dan penguatan sosial perempuan.
Ratusan penerima beasiswa mengikuti sosialisasi Beasiswa Berkelanjutan bagi Pemuda di BPO DIY, Rabu (7/5)./Lugas Subarkah
Sebanyak 150 pemuda dan pemudi DIY mendapatkan Beasiswa Berkelanjutan bagi Pemuda yang dicanangkan Pemda DIY melalui Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY.
Plt. Kepala BPO DIY, Sugeng Wahyudi, menjelaskan masing-masing penerima beasiswa akan mendapatkan Rp10 juta untuk keperluan kuliah. Sebanyak 150 pemuda dan pemudi tersebut tersebar di berbagai perguruan tinggi di DIY.
“Program ini merupakan komitmen Pemda DIY untuk mendampingi generasi muda dalam meraih masa depan. Saya berpesan agar para penerima beasiswa memanfaatkan masa studi mereka untuk mengasah kemampuan, tidak cukup hard skill tetapi juga soft skill,”ujarnya dalam Sosialisasi Beasiswa Berkelanjutan bagi Pemuda di BPO DIY, Rabu (7/5).
Selain Beasiswa Berkelanjutan bagi Pemuda yang diberikan kepada 150 penerima, Pemda DIY tahun ini juga akan memberikan Beasiswa Pendidikan Tinggi Istimewa yang menyasar 100 penerima. “Sehingga tahun ini 250 pemuda dan pemudi DIY mendapatkan beasiswa dari daerah untuk mengenyam pendididkan di perguruan tinggi,” ungkapnya.
Adapun syarat penerima Beasiswa Berkelanjutan bagi Pemudameliputi penduduk DIY yang dibuktikan dengan KTP DIY, terdaftar sebagai mahasiswa S1/D4 semester I-VIII peguruan tinggi negeri atau swasta di DIY, berprestasi di bidang pemuda dan olahraga atau dari keluarga kurang mampu, tidak sedang menerima beasiswa lain, serta belum menikah.
Ketua Komisi D DPRD DIY, R. B. Dwi Wahyu, menuturkan beasiswa ini menggunakan anggaran dari APBD murni 2025. Ia mengakui beasiswa ini mungkin belum mengakomodasi seluruh kebutuhan untuk kuliah, terutama mahasiswa di bidang ilmu eksakta.
Dengan demikian, dia terus mendorong agar anggaran untuk beasiswa ini bisa ditingkatkan lagi. Selain dari APBD murni, dia juga berharap beasiswa bisa dianggarkan dari Dana Keistimewaan. Pada 2026, DPRD DIY melalui pokok pikiran (pokir) juga akan memberikan beasiswa pendidikan.
Ia berpesan agar para penerima beasiswa tidak hanya berorientasi untuk menjadi pegawai negeri sipil (PNS) atau karyawan, tetapi juga bisa menjadi pengusaha yang bisa berpenghasilan besar dan menciptakan lapangan pekerjaan.
“Jangan berpikur lulus jadi PNS. Kalau keterima alhamdulillah, tapi jangan jadi obsesi. Saya pesan kepada anak saya, kamu harus berwirausaha. PNS di Jogja gaji pertamanya Rp2,7 juta. Enggak mungkin bisa buat ngeragati rabi [membiayai pernikahan] dan sekolahin anak. Kalau jagake [mengandalkan] gaji enggak sampai Rp3 juta tidak mungkin menjangkau properti,” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Milad Aisyiyah ke-109 di Jogja dihadiri 500 peserta. Tekankan dakwah kemanusiaan, UMKM, dan penguatan sosial perempuan.
Ketimpangan antara jumlah advokat profesional dan masyarakat pencari keadilan di Indonesia masih menjadi isu sistem peradilan.
Kemkomdigi mengkaji aturan wajib nomor HP untuk registrasi akun media sosial guna memperkuat keamanan dan akuntabilitas ruang digital.
Seiring perkembangan teknologi ada metode yang disebut dengan backfilling untuk mengelola limbah tambang agar tak merusak lingkungan.
Pemkab Bantul memastikan tidak lagi membuka rekrutmen honorer baru dan fokus menyelesaikan tenaga non-ASN melalui skema PPPK.
Sam Altman mengungkap Gen Z kini memakai ChatGPT sebagai penasihat hidup, berbeda dengan generasi tua yang masih menggunakannya seperti Google.