Tim Muda PSIM Jogja Bikin Kejutan di EPA Super League
PSIM Jogja langsung menembus papan atas EPA Super League 2025/2026 lewat performa impresif skuad U-16 pada musim debut.
Ilustrasi Hotel- Freepik
Harianjogja.com, JOGJA —Pemerintah Daerah (Pemda) DIY mendorong industri hotel dan restoran di Bumi Mataram untuk menonjolkan karakter lokal dan pengalaman otentik, bukan sekadar bersaing harga.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) II BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Rabu (14/1/2026).
Ia menekankan bahwa perubahan perilaku wisatawan mengharuskan pelaku usaha menggeser orientasi bisnis dari sekadar menjual kamar dan menu menjadi penciptaan pengalaman yang otentik.
“Jawaban atas berbagai tantangan pariwisata bukanlah kompetisi yang saling melemahkan, tetapi kolaborasi yang saling menguatkan. Penguatan kualitas SDM pariwisata, pengembangan rantai pasok berbasis lokal, serta inovasi produk dan layanan yang terhubung dengan desa wisata harus menjadi agenda bersama,” ujar Ni Made.
Menurut Ni Made, tren wisata saat ini menunjukkan pergeseran ke arah kunjungan yang lebih singkat dan sensitif terhadap harga. Namun, di sisi lain, wisatawan menuntut pengalaman yang personal, berkarakter, dan berkelanjutan. Kondisi ini menuntut hotel dan restoran untuk beradaptasi agar tetap relevan.
“Wisatawan kini tidak hanya mencari tempat menginap atau makan. Mereka menginginkan cerita, kualitas layanan, dan pengalaman khas Yogyakarta yang tidak ditemukan di daerah lain,” jelasnya.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya pemanfaatan teknologi secara proporsional. Transformasi digital memang diperlukan, namun tidak boleh mengikis identitas lokal dan kemandirian pelaku usaha yang selama ini menjadi kekuatan utama pariwisata DIY.
Sementara itu, Ketua PHRI Kabupaten Bantul, Yohanes Hendra Dwi Utomo, menyebut forum Rakerda ini menjadi momentum penting untuk menata arah organisasi. Sinergi antarpelaku industri pariwisata di DIY perlu diperkuat agar tercipta ekosistem yang tangguh.
“Forum ini menjadi ruang evaluasi dan perumusan kebijakan organisasi ke depan, sekaligus memperkuat sinergi antara pengurus di tingkat daerah dan kabupaten/kota agar tercipta ekosistem pariwisata yang berdaya saing dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Melalui kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri, diharapkan pariwisata Yogyakarta mampu menghadapi dinamika pasar global tanpa kehilangan akar budayanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSIM Jogja langsung menembus papan atas EPA Super League 2025/2026 lewat performa impresif skuad U-16 pada musim debut.
Amerika Serikat disebut telah menghabiskan Rp507 triliun untuk operasi militer melawan Iran sejak konflik pecah Februari 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Festival Dalang Cilik Kulonprogo menjadi ajang regenerasi dalang muda dan pelestarian budaya wayang di kalangan pelajar.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 sekali perjalanan
Kelurahan Patangpuluhan Jogja memperkuat literasi gizi keluarga lewat pelatihan B2SA untuk mempertahankan nol kasus stunting.