Lereng Merapi Bersiap Panen Lebih Besar Saat Kebun Kopi Meluas
Pemkab Sleman menargetkan penambahan 110 ha kawasan budidaya Kopi Merapi pada 2026 sebagai bagian dari pengembangan industri kopi dari hulu hingga hiliri.
Pertanian - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN--Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas penyuluh pertani penting dilakukan guna mencapai swasembada pangan. Sebab itu, DP3 melakukan inovasi melalui program Penyuluh Pertanian Sleman Semangat Mendukung Swasembada atau Pesan Sembada.
Plt. Kepala DP3 Sleman, Rofiq Andrianto, mengatakan inovasi tersebut merupakan aksi perubahan dalam menjawab tantangan pendayagunaan penyuluh pertanian dalam rangka percepatan swasembada pangan.
Dalam penerapannya, program Pesan Sembada ini memfasilitasi para penyuluh pertanian untuk mengikuti pelatihan secara daring/ online terkait teknis, manajerial, kepemimpinan kelompok tani, hingga pemanfaatan teknologi tepat guna di sektor pertanian.
“Inovasi ini juga menjadi tindak lanjut dari instruksi presiden kepada bupati untuk melakukan pembinaan dalam penyelenggaraan penyuluhan pertanian serta memfasilitasi pemutakhiran data dan informasi penyuluhan pertanian bersama Kementerian Pertanian,” kata Rofiq dalam keterangan tertulis.
Kepala Bidang Penyuluhan DP3 Sleman, Liem Astuti, mengatakan bahwa pembelajaran dilakukan secara berkala, dua pekan satu kali dengan durasi 90 menit setiap pembelajaran. Kata dia, penyuluh tidak perlu meninggalkan lokasi kerja. Pembelajaran dilakukan secara efisien.
Para penyuluh juga akan mendapat ilmu pengetahuan dari narasumber berkompeten tanpa biaya, materi pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan, penyuluh dapat berinteraksi atau berdiskusi secara langsung, dan mendapatkan informasi lebih cepat langsung dari narasumbernya.
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, mengatakan program Pesan Sembada tersebut menjadi langkah awal memperkuat peran penyuluh pertanian sebagai agen perubahan, sekaligus mewujudkan pertanian Sleman yang lebih maju, mandiri, dan modern.
Harda menegaskan Pemkab Sleman siap berkolaborasi dan bersinergi dengan Pemerintah Pusat dalam sektor pertanian, khususnya untuk menyukseskan program Pesan Sembada bagi para penyuluh pertanian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman menargetkan penambahan 110 ha kawasan budidaya Kopi Merapi pada 2026 sebagai bagian dari pengembangan industri kopi dari hulu hingga hiliri.
Pembangunan Jembatan Garuda di Gunungkidul bertambah menjadi sembilan titik. Program ini ditargetkan mencapai 11 jembatan pada 2026.
Pemkab Sleman bersama Satgas Pangan Polresta Sleman memperkuat pengawasan stok dan harga bahan pokok guna menjaga stabilitas pasokan pangan di wilayah Sleman.
Penyaluran Dana Penguatan Modal Sleman 2026 mencapai Rp6,3402 miliar atau 32,31% dari total plafon Rp19,625 miliar.
Program padat karya di Gunungkidul digelar di 65 titik pada 2026 dengan anggaran Rp100-200 juta per lokasi untuk membuka lapangan kerja dan meningkatkan ekonomi
BMKG mengimbau pengelola PLTA mengantisipasi lonjakan beban listrik selama El Nino. Fenomena ini diperkirakan mencapai puncak pada Desember 2026 hingga Januari