Kisah Mbah Iran, Sapi Kurban Presiden Prabowo dari Wonokromo Bantul
Sapi Mbah Iran milik peternak Bantul terpilih jadi hewan kurban Presiden Prabowo dengan harga Rp90 juta.
Diskusi bertajuk Mampukah Sumbu Filosofi Yogyakarta Bersahabat dengan Bencana dan Konflik?. /Istimewa-Jogjaprov.
Harianjogja.com, JOGJA—Warisan dunia harus dipersiapkan menghadapi bencana dan konflik sosial. DIY memiliki sumbu filosofi pun merespons hal ini melalui diskusi publik untuk menggalang berbagai masukan terkait pelestariannya melalui diskusi bertajuk Mampukah Sumbu Filosofi Yogyakarta Bersahabat dengan Bencana dan Konflik?.
Diskusi sekaligus memperingati Hari Warisan Dunia ini tidak hanya menjadi ruang tukar gagasan, tetapi juga mendorong partisipasi masyarakat luas serta memperluas jejaring kerja sama antar pemangku kepentingan dalam pelestarian situs warisan dunia di Indonesia. Diskusi yang berlangsung intensif dan terbuka ini diharapkan menjadi langkah awal untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta membangun strategi kolaboratif dalam menghadapi berbagai tantangan terhadap keberlanjutan warisan budaya.
Dengan tema Global Heritage under Threat from Disasters and Conflicts, diskusi ini menggugah kesadaran akan pentingnya menjadikan Sumbu Filosofi sebagai warisan budaya yang hidup bukan hanya dalam bentuk fisik, tetapi juga nilai-nilai filosofisnya yang membentuk pola pikir dan perilaku masyarakat.
BACA JUGA: Indonesia Menuju Ibu Kota Budaya Dunia
Sumbu Filosofi berdasarkan pada filosofi ‘sangkan paraning dumadi’. Kawasan sumbu filosofi inilah yang menjadi panduan dan pegangan hidup kita,” kata Kepala Dinas Kebudayaan DIY Dian Lakshmi sebagaimana dilansir di laman resmi Pemda DIY.
Ia menambahkan ancaman terhadap warisan dunia tidak hanya datang dari bencana alam, namun juga konflik sosial yang lahir dari kelalaian manusia. Dian berharap diskusi publik pada hari ini mampu membuka wawasan dan pemahaman terhadap pengelolaan warisan dunia, karena tanggung jawab tidak semata hanya pada sebagian kelompok.
"Tetapi menjaga kelestarian adalah tanggung jawab kita bersama, sebagaimana juga kita bertanggungjawab menyiapkan warisan-warisan kita untuk generasi masa depan yang lebih baik,” kata Dian.
Oleh sebab itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan generasi untuk merawat nilai-nilai Sumbu Filosofi secara berkelanjutan. Serta menjadikannya sumber kekuatan sosial yang adaptif.
Dengan hadirnya narasumber dari berbagai institusi, seperti UNESCO Jakarta, Nottingham University, serta pakar kebudayaan dan pengelolaan situs warisan, diskusi publik ini diharapkan menjadi momentum strategis untuk memperluas pemahaman dan menyatukan langkah dalam upaya pelestarian Sumbu Filosofi secara berkelanjutan.
Asisten Profesor di Departemen Teknik Lingkungan dan Kimia di University of Nottingham Bagus Putra Muljadi menekankan pentingnya menempatkan pelestarian warisan budaya sebagai bagian dari perencanaan jangka panjang yang berkelanjutan. “Warisan budaya itu bukan hanya milik masa lalu, tapi juga bagian dari masa depan. Jika tidak kita kelola dengan baik hari ini, maka generasi mendatang tidak akan punya pijakan sejarah yang utuh.”
Sekretaris Daerah DIY, Beny Suharsono menyatakan pentingnya sinergi lintar sektor dalam menjaga keberlanjutan kawasan warisan budaya, khususnya di Yogyakarta. “Kawasan Sumbu Filosofis bukan sekadar symbol warisan, tetapi juga identitas kita bersama. Maka menjaga dan merawatnya dari ancaman bencana maupun konflik adalah tugas lintas generasi dan lintas lembaga," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sapi Mbah Iran milik peternak Bantul terpilih jadi hewan kurban Presiden Prabowo dengan harga Rp90 juta.
Polres Jayawijaya mencatat 24 korban tenggelam akibat jembatan gantung Wouma putus di Wamena berhasil dievakuasi tim gabungan.
Polresta Sleman buka suara soal curhatan Shinta Komala yang mengaku jadi korban kriminalisasi terkait dugaan penggelapan iPhone.
Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta menunda keberangkatan 89 calon haji nonprosedural yang memakai visa kerja hingga iqama.
Veda Ega Pratama tetap berada di posisi lima besar klasemen Moto3 2026 usai finis kedelapan pada seri Catalunya di Spanyol.
Kemenag menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026 sehingga Idul Adha 2026 dirayakan Rabu, 27 Mei 2026.