Puskesmas Wonosari 2 Bersiap Tempati Bekas Kantor Dinkes
Dinas Kesehatan Gunungkidul akan menempati gedung baru di kompleks kantor Pemkab terpadu sehingga gedung lama dipergunakan layanan Puskesmas Wonosari 2.
Ilustrasi ibadah haji. - Harian Jogja
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sedikitnya tiga calon Jemaah Haji asal Gunungkidul gagal ke Tanah Suci di tahun ini. ketiganya tidak jadi berangkat karena alasan sakit dan menemani pasangan yang tertunda keberangkatannya.
Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kemenag Gunungkidul, Taufik Ahmad Soleh mengatakan, seharusnya ada 273 calon Jemaah yang berangkat ke Tanah Suci guna melaksanakan Ibadah Haji. Meski demikian, tidak semua dapat berangkat menunaikan Rukum Islam kelima ini.
BACA JUGA: 36 Jemaah Calon Haji Embarkasi Solo Dipulangkan, Ini Penyebabnya
Dia menjelaskan, proses pemberangkatan rombongan haji asal Gunungkidul sudah terlaksana pada Rabu (21/5/2025). Sebelum keberangkatan, kata Taufik, ada satu Jemaah atas nama Suparman, warga Karangmojo terpaksa gagal berangkat karena masalah kesehatan.
Hal ini dibuktikan adanya surat keterangan dari Dinas Kesehatan yang mencantumkan calon Jemaah tidak memenuhi persyaratan berkaitan dengan kesehatan. Selain itu, ada lagi sepasang suami istri asal Ponjong atas nama Bahrodin dan Siti Kandariyati juga tidak jadi berangkat.
“Keduanya sudah mengikuti pelepasan pemerangkatan rombohan Jemaah asal Gunungkidul. Tapi, saat pemeriksaan terakhir di embarkasi, Siti Kandariyati dinyatakan tidak lolos kesehatan sehingga gagal berangkat,” katanya, Jumat (23/5/2025).
Adapun suami Siti Kandariyati, Bahrodin sebenarnya dinyatakan memenuhi persyaratan. Namun dikarenakan, sang istri tidak jadi berangkat, maka yang bersangkutan juga menunda keberangkatan ke Tanah Suci.
“Jadi ada tiga Jemaah yang keberangkatannya ke Tanah Suci tertunda di tahun ini,” katanya.
Taufik menambahkan, seluruh Jemaah yang telah diberangkatkan sudah sampai di Tanah Suci untuk menjalankan Ibadah Haji. “Rencananya kepulangan ke tanah air dilakukan pada 2 Juli 2025,” katanya.
Kepala Kemenag Gunungkidul, Mukotip mengatakan masa tunggu keberangkatan Ibadah Haji di Gunungkidul mencapai 14 tahun. Perjalanan ini tentunya menguras tenaga, pikiran, dan materi sehingga harus benar-benar dimanfaatkan dan dapat menjadi Haji yang mabrur.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul, Mukotip, menyampaikan rasa bangga dan haru atas keberangkatan para jemaah yang telah menanti hingga 14 tahun lamanya. “Yakinlah, semua pengorbanan itu akan dibalas pahala yang berlipat ganda oleh Allah SWT,” kata Mukotip
Dia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran hingga calon Jemaah dapat diberangkatkan ke Tanah Suci. “Mudah-mudahan selama perjalan ibadah dapat berjalan dengan lancar hingga kepulagan ke tanah air,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Kesehatan Gunungkidul akan menempati gedung baru di kompleks kantor Pemkab terpadu sehingga gedung lama dipergunakan layanan Puskesmas Wonosari 2.
Lebih dari 3.800 orang meninggal akibat gelombang panas di Spanyol. Kebakaran hutan juga memicu evakuasi puluhan ribu warga.
Pemkot Jogja akan menertibkan replika plang Jalan Malioboro yang digunakan jasa foto usai video wisatawan dimintai bayaran viral.
Polda Metro Jaya menegaskan AKP Pardiman tidak ditangkap dalam kasus narkoba dan saat ini masih menjalani pemeriksaan etik.
DPP Kota Jogja memberikan layanan kesehatan terpadu bagi 350 ternak untuk memperkuat pencegahan PMK dan penyakit hewan menular strategis.
Paus Leo XIV kembali menyerukan perdamaian di Timur Tengah dan mendesak semua pihak segera membuka kembali jalur dialog dan diplomasi.