Kasus Little Aresha Terus Berkembang, Tersangka Kini Capai 32 Orang
Polresta Jogja menetapkan lima tersangka baru kasus Little Aresha Daycare. Total tersangka kini mencapai 32 orang dengan 157 anak menjadi korban.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, BANTUL–Banyaknya jalan rusak di Bantul membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) berencana menaikkan anggaran infrastruktur hingga tiga kali lipat pada tahun 2026 mendatang.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengatakan, anggaran infrastruktur pada tahun ini hanya sebesar Rp60 miliar. Maka dari itu, ia berniat menganggarkan hingga Rp180 miliar untuk Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUKP) Bantul untuk pembangunan infrastruktur tahun depan.
BACA JUGA: Sistem Baru SPMB 2025 di Bantul Diyakini Bisa Meminimalisasi Potensi Kecurangan
Adapun anggaran Rp180 miliar tersebut rencananya diambil dari pengurangan anggaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain. Menurutnya, kebutuhan infrastruktur sudah terbilang mendesak karena banyak yang memerlukan perbaikan.
“Anggarannya dari mana? Dari pengurangan OPD-OPD yang lain. Mohon maaf ini harus saya ambil kebijakan ini, karena memang dorongan publik luar biasa, banyak jalan yang rusak, banyak jembatan yang harus kita perbaiki,” kata Abdul Halim Muslih, Jumat (23/5/2025).
Ia mengatakan, pertumbuhan infrastruktur akan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dengan meningkatnya jumlah investasi lokal.
“Karena di samping kehendak publik agar jalan jalan kita perbaiki, talud kita perbaiki, jembatan jembatan kita bangun. Secara akademik akan mendorong tumbuhnya investasi terutama investasi lokal,” ucapnya.
Bupati mencontohkan ketika dibangunnya jalan dan jembatan baru di wilayah Dlingo yang turut memudahkan sekaligus menyejahterakan masyarakat sekitar dengan meningkatnya UMKM.
“Waktu kita membuka jalan baru dan jembatan baru di daerah Dlingo, itu hutan, dan di sana ada sungai, kalau desa sebelah mau ke desa sebrangnya harus memutar berkilo-kilo. Setelah kita bangun jembatan, lalu lintas makin lancar dan di pinggir jalan ditumbuhi bermacam-macam warung, artinya investasi lokal tumbuh,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polresta Jogja menetapkan lima tersangka baru kasus Little Aresha Daycare. Total tersangka kini mencapai 32 orang dengan 157 anak menjadi korban.
KPK menahan anggota DPRD Jatim Moch Mahrus terkait dugaan suap dana hibah pokmas kepada Anwar Sadad.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.
Menteri PKP Maruarar Sirait optimistis target penyaluran 350.000 rumah subsidi FLPP pada 2026 tercapai. Realisasi hingga Juli telah melampaui 111.000 unit.