Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY berencana membangun jalan Jogja Outer Ringroad (JOR) untuk mengakomodasai arus lalu lintas dari jalan tol. Sayangnya hingga pertengahan 2025 ini Pemda DIY belum mendapat pendanaan dari pusat untuk rencana ini.
Sekda DIY, Beny Suharsono, menjelaskan pada 2025 ini semestinya dilaksanakan proses pengadaan lahan, namun batal terlaksana karena refocusing anggaran. “Harusnya 2025 sudah mulai pengadaan tanah untuk JOR. Tapi karena semua anggaran di-refocusing, belum bisa dilaksanakan,” ujarnyasaat ditemui, Rabu (28/5/2025).
BACA JUGA: Duh, Panjang Ruas Jalan Kabupaten di Gunungkidul Malah Menyusut, Ini Penyebabnya
Maka Pemda DIY saat ini sedang mengusulkan kembali pendanaan untuk JOR ke pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). “DIY mengusulkan kembali ke Pemerintah Pusat agar mendapat alokasi untuk JOR, terutama dari wilayah Kalasan ke selatan menuju jalan nasional,” katanya.
Rencana pembangunan JOR ini sudah diinisiasi sejak Beny masih menjabat Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY beberapa tahun lalu. JOR diharapkan bisa mengakomodasi kepadatan lalu lintas DIY, yang kedepan akan semakin tinggi karena adanya tol.
“Sekarang DIY sangat padat, saya belum mengatakan macet. Sehingga perlu alternatif untuk menangkap kecepatan pembangunan jalan tol. Kalau tolnya cepat tapi tidak ada outer, exit tol yang baru akan terjadi stagnasi, baik yang sekarang ada apalagi di jalan akses dalam kota,” paparnya.
Jika tol dibangun dengan exit tol hanya beberapa meter dari jalan kabupaten, maka kepadatan lalu lintas tidak bisa diakomodasi. “Kita punya pengalaman kemaren tol fungsional kemaren macetnya seantero Kalasan. Padahal exit tol itu permintaan dari daerah agar manfaat jalan tol bisa dirasakan oleh masyarakat,” kata dia.
Karena belum mendapat persetujuan dalam pendanaan, maka agenda yang semestinya sudah bisa dilakukan 2025 yakni pengadaan lahan belum berjalan. “Tapi itu semua ditunda jadi belum jalan atau berhenti. Pembebasan lahan belum terlaksana. Soal lahan jadi pertimbangan yang sangat serius,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Prabowo menghadiri peluncuran MOLINAS di Cikarang, mencakup manufaktur, baterai, charging, pembiayaan hingga pasar.
DPRD Gunungkidul menyoroti sejumlah sekolah yang belum menerima MBG dan mendorong perluasan program agar lebih merata.
Pieter Huistra menyebut pemain asing PSS Sleman masih beradaptasi. PSS juga membuka peluang merekrut pemain lokal dan menyiapkan uji coba.
MA mengoreksi perhitungan kerugian negara kasus korupsi timah. Dari Rp300 triliun, kerugian keuangan negara ditetapkan Rp28,9 triliun.
Pemkab Temanggung mendukung wacana guru PPPK menjadi ASN pusat. Beban APBD daerah berpotensi berkurang sekitar Rp150,5 miliar.