Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY berencana membangun jalan Jogja Outer Ringroad (JOR) untuk mengakomodasai arus lalu lintas dari jalan tol. Sayangnya hingga pertengahan 2025 ini Pemda DIY belum mendapat pendanaan dari pusat untuk rencana ini.
Sekda DIY, Beny Suharsono, menjelaskan pada 2025 ini semestinya dilaksanakan proses pengadaan lahan, namun batal terlaksana karena refocusing anggaran. “Harusnya 2025 sudah mulai pengadaan tanah untuk JOR. Tapi karena semua anggaran di-refocusing, belum bisa dilaksanakan,” ujarnyasaat ditemui, Rabu (28/5/2025).
BACA JUGA: Duh, Panjang Ruas Jalan Kabupaten di Gunungkidul Malah Menyusut, Ini Penyebabnya
Maka Pemda DIY saat ini sedang mengusulkan kembali pendanaan untuk JOR ke pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). “DIY mengusulkan kembali ke Pemerintah Pusat agar mendapat alokasi untuk JOR, terutama dari wilayah Kalasan ke selatan menuju jalan nasional,” katanya.
Rencana pembangunan JOR ini sudah diinisiasi sejak Beny masih menjabat Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY beberapa tahun lalu. JOR diharapkan bisa mengakomodasi kepadatan lalu lintas DIY, yang kedepan akan semakin tinggi karena adanya tol.
“Sekarang DIY sangat padat, saya belum mengatakan macet. Sehingga perlu alternatif untuk menangkap kecepatan pembangunan jalan tol. Kalau tolnya cepat tapi tidak ada outer, exit tol yang baru akan terjadi stagnasi, baik yang sekarang ada apalagi di jalan akses dalam kota,” paparnya.
Jika tol dibangun dengan exit tol hanya beberapa meter dari jalan kabupaten, maka kepadatan lalu lintas tidak bisa diakomodasi. “Kita punya pengalaman kemaren tol fungsional kemaren macetnya seantero Kalasan. Padahal exit tol itu permintaan dari daerah agar manfaat jalan tol bisa dirasakan oleh masyarakat,” kata dia.
Karena belum mendapat persetujuan dalam pendanaan, maka agenda yang semestinya sudah bisa dilakukan 2025 yakni pengadaan lahan belum berjalan. “Tapi itu semua ditunda jadi belum jalan atau berhenti. Pembebasan lahan belum terlaksana. Soal lahan jadi pertimbangan yang sangat serius,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Penjaga TPR lama Pantai Parangtritis disabet clurit oleh pelaku tak dikenal. Polisi masih memburu pelaku dan mendalami motif penyerangan.
Jadwal bus KSPN Malioboro ke Pantai Ndrini dan Obelix Sea View Senin 18 Mei 2026, lengkap dengan rute dan tarif.
Program UKDW Scholarship membuka kesempatan bagi siswa berprestasi untuk menempuh pendidikan tinggi sekaligus mengembangkan potensi akademik maupun non-akademik
Arab Saudi akan mendenda hingga Rp93 juta bagi jemaah haji ilegal tanpa izin resmi dan memberi sanksi deportasi serta larangan masuk 10 tahun.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian hari ini 18 Mei 2026 terpantau stabil. Simak daftar lengkap harga jual dan buyback.