Kronologi Puluhan Siswa Temon Kulonprogo Keracunan MBG, Menu Diduga Berlendir
Puluhan siswa dua sekolah di Temon Kulonprogo diduga keracunan makanan program MBG. Dinkes lakukan investigasi dan kirim sampel ke lab.
Tanah Longsor - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—BPBD Kulonprogo telah mengajukan memperpanjang status tanggap darurat bencana hidrometeorologi di wilayahnya. Perpanjangan status tanggap darurat yang sebelumnya selesai sampai 31 Mei 2025 dilakukan dengan pertimbangan sejumlah hal.
Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, Peralatan Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan BPBD Kulonprogo, Akhid Nur Hartono mengatakan, perpanjangannya sudah diajukan sejak pekan lalu. Menurutnya, meskipun sudah memasuki musim kemarau status tanggap darurat hidrometeorologi ini diperpanjang dengan mempertimbangkan cuaca beberapa waktu lalu dan juga surat dari BMKG.
BACA JUGA: Sejumlah Wilayah di Kulonprogo Sempat Tertimbun Longsor
"Informasi dari BMKG beberapa waktu ke depan kondisi cuaca DIY masih mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi disertai petir serta cuaca ekstrem," katanya, Senin (2/6/2025).
Ia menjelaskan, dengan prediksi BMKG tersebut artinya masih akan ada dampak bencana hidrometeorologi di DIY termasuk Kulonprogo. Kejadian cuaca ekstrem selalu membutuhkan penanganan yang segera sehingga dibutuhkan status tanggap darurat bencana sebagai dasar hukum. Selain itu, ada beberapa dasar lainnya sehingga status tanggap darurat bencana hidrometeorologi di Kulonprogo diperpanjang.
Akhid mengungkapkan, berdasarkan hasil asesmen tim reaksi cepat (TRC) BPBD selama Mei ada 68 kejadian dampak bencana hidrometeorologi. Jumlah tersebut terdiri dari 16 cuaca ekstrem baik angin kencang dan pohon tumbang. "Sedangkan 51 kejadian berupa tanah longsor selama Mei," tuturnya.
Akibatnya sebanyak 39 KK dengan total 101 jiwa terdampak bencana alam tersebut. Adapun sebaran kejadian untuk cuaca ekstrem di tujuh kapanewon yakni Girimulyo, Kalibawang, Kokap, Nanggulan, Panjatan, Pengasih, dan Wates. Sedangkan tanah longsor terjadi di sembilan kapanewon yakni Girimulyo, Kalibawang, Kokap, Nanggulan, Panjatan, Pengasih, Samigaluh, Sentolo, dan Wates.
Seluruh 68 kejadian bencana hidrometeorologi di Kulonprogo BPBD sudah melakukan tindak lanjut penanganan darurat. "Berupa asesmen lokasi terdampak, pemberian bantuan logistik, dan kebutuhan darurat lainnya di lapangan," ucap Akhid.
Menurutnya, status tanggap darurat bencana itu dapat mempermudah penanganan secara cepat dan maksimal.
Namun, memang status tanggap darurat bencana hidrometeorologi ini belum dibuatkan surat keputusan (SK) Bupatinya. Rencananya nantinya perpajangan status ini sampai akhir Juni nanti.
Dikonfirmasi terpisah, Pelaksana tugas Kepala BPBD Kulonprogo, Heri Darmawan menegaskan, pembentukan SK Bupati untuk status tanggap darurat masih dalam proses. "Secepatnya akan segera dirampungkan ini dalam proses SK Bupati tetapi yang jelas status diperpanjang," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Puluhan siswa dua sekolah di Temon Kulonprogo diduga keracunan makanan program MBG. Dinkes lakukan investigasi dan kirim sampel ke lab.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Rabu 23 September 2026 tersedia 10 perjalanan, lengkap dengan jam keberangkatan kedua arah.
Jadwal KA Bandara YIA Rabu 23 September 2026 tersedia 24 perjalanan YIA-Tugu dan sebaliknya, mulai dini hari hingga malam.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 23 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 23 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Dana pendidikan gratis Rp93,7 triliun masih berupa hitungan awal. Mendiktisaintek akan membahasnya bersama Kemenkeu dan Danantara.