81 Pesawat dan Helikopter Akan Meriahkan Peringatan HUT ke-81 RI
Gladi kotor HUT ke-81 RI digelar di Istana Merdeka. Sebanyak 81 pesawat dan helikopter mengikuti latihan demo udara.
Tanah Longsor - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO-Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kulonprogo pada Jumat (28/3/2025) menyebabkan sejumlah bencana hidrometeorologi, antara lain tanah longsor, banjir dan pohon tumbang yang terjadi di beberapa lokasi.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo, warga terdampak banjir berjumlah 411 jiwa yang terdiri atas 160 kepala keluarga, laki-laki 214 jiwa dan perempuan 197 jiwa.
Bahkan salah satu warga Kulonprogo sempat tertimbun tanah longsor. Untungnya, warga tersebut bisa diselamatkan dan saat ini dirawat di rumah sakit.
Menurut Lurah Giripurwo, Mardisantosa, terdapat satu warga, yakni Prihantono Aji atau Redi yang dilarikan ke Rumah Sakit Panti Bakti Ningsih Klepu, Sleman, karena tertimpa tembok ketika longsor yang terjadi setelah magrib. “Redi sebagai kepala keluarga ingin membersihkan air, ternyata terjadi dorongan tanah dari atas akhirnya longsor. Redi tertimbun, tetapi dapat dievakuasi, sekarang kondisinya dirawat di RSU Bakti Ningsih Klepu, Minggir, Sleman," kata Mardi.
BACA JUGA : Tok! Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1446 H 31 Maret 2025
Bupati Kulonprogo, Agung Setyawan bersama dengan Dinsos dan Baznas melakukan kunjungan langsung ke RSU Bakti Ningsih Klepu dan memastikan keadaan korban atas nama Prihantono Aji serta memberikan bantuan dari Baznas Kulonprogo.
"Tidak ada korban jiwa akibat bencana hidrometeorologi di Kulonprogo," kata Bupati Kulonprogo, Agung Setyawan, Sabtu (29/3/2025).
Agung mengatakan Pemkab sudah melakukan evakuasi dan koordinasi dalam penanganan bencana banjir setinggi 1,5 meter yang terjadi di Perumahan Bumi Progo Sejahtera, Dusun Karangtengah Kidul, Kalurahan Margosari.
Disediakan dua titik lokasi pengungsian, yaitu di Kalurahan Margosari dan Masjid Al-Fitroh. “Jadi, penanganannya yang pertama sudah dilakukan oleh BPBD dan juga sukarelawan. Kita juga perlu perahu karet, juga sudah melakukan koordinasi dengan PLN," katanya.
Banjir di wilayah tersebut, terjadi secara periodik selama tiga tahun terakhir. Agung berharap BBWSO dapat segera melakukan pengerukan atau normalisasi di Sungai Serang agar tidak terjadi lagi bencana serupa. “Kita benar-benar memohon kepada BBWSO untuk segera melakukan normalisasi terhadap sungai serang dan anak sungainya, karena tadi malam terkait dua sungai, yaitu Sungai Serang dan Sungai Papah," kata Agung.
Agung dan jajaran melakukan peninjauan lokasi bencana tanah longsor di Dusun Sidi, Giripurwo, pada Sabtu. Pada kesempatan tersebut, Pemkab dan Baznas menyerahkan bantuan berupa sembako.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : antara
Gladi kotor HUT ke-81 RI digelar di Istana Merdeka. Sebanyak 81 pesawat dan helikopter mengikuti latihan demo udara.
Gempa Kolombia menewaskan 265 orang dan merusak 53.526 rumah. Presiden Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat ekonomi.
DPRD Kulonprogo meminta Pemkab menyiapkan solusi permanen kekeringan, termasuk pemetaan wilayah dan pembangunan sumber air alternatif.
BPKAD Kota Jogja mengembangkan SIAP, sistem pengingat digital untuk mendorong penarikan APBD tepat waktu dan mencegah penumpukan.
Iran menolak menghentikan perang dan membuka Selat Hormuz sebelum AS memenuhi tuntutan terkait perang, aset, dan gencatan senjata.
Ford Australia tarik 13.907 unit Ranger karena side curtain airbag berisiko gagal mengembang. Pengiriman dan test drive dihentikan sementara. Perbaikan gratis m