DPRD DIY Soroti Kemiskinan Meski Ekonomi Jogja Tumbuh
DPRD DIY menyoroti indikator kinerja daerah yang baru 40 persen meski ekonomi DIY tumbuh dan angka kemiskinan menurun.
Gedung DPRD DIY/Harian Jogja-Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA—DPRD DIY mendorong industri kerajinan kulit, terutama di Manding, Bantul menjadi pusat industri kreatif berskala nasional dan internasional. Komisi B DPRD DIY menekankan pentingnya inovasi teknologi, strategi promosi digital, hingga pemanfaatan bahan premium untuk memperluas pasar ekspor.
Manding dinilai memiliki potensi besar untuk tumbuh sebagai sentra industri kerajinan kulit yang mampu bersaing di tingkat global. Wakil Ketua Komisi B, Danang Wahyu Broto, menyoroti peran strategis Balai Kulit yang bisa membantu percepatan produksi tanpa mengorbankan kualitas.
Ia menyebut balai tersebut seharusnya tidak hanya digunakan untuk pengembangan contoh produk, tetapi juga bisa diintegrasikan dalam rantai produksi secara langsung.
“Peran balai kulit itu tidak hanya untuk inovasi contoh produk, tetapi juga bisa mengerjakan dan mempercepat proses produksi,” ujar Danang, Kamis (24/7/2025).
Selain produksi, aspek pemasaran juga menjadi perhatian. Danang menyarankan pemanfaatan ruang-ruang digital seperti podcast sebagai media promosi alternatif yang lebih komunikatif. Ia menyebut promosi digital menjadi kebutuhan agar produk Manding tidak semata-mata bergantung pada pasar wisatawan lokal.
“Kita harus berani memanfaatkan teknologi promosi dan pemasaran digital. Jangan hanya bergantung pada pasar wisatawan lokal. Kita harus punya jangkauan global,” katanya.
Sekretaris Komisi B, Wildan Nafis, menekankan pentingnya optimalisasi alat-alat modern yang sudah tersedia di kawasan Manding. Ia menyebut pasar Industri Kecil Menengah (IKM) harus diarahkan lebih luas dengan target ekspor sebagai tujuan jangka panjang.
“Kita harus memiliki pemahaman bersama bahwa alat-alat modern ini perlu dimanfaatkan secara optimal. Kalau ingin berkembang, kita harus punya target pasar yang lebih besar,” ujar Wildan.
Anggota Komisi B, Reda Refitra Safitrianto, menegaskan pentingnya inovasi bahan baku untuk mendorong kualitas produk. Ia juga menyarankan kerja sama dengan influencer guna memperluas jangkauan pasar melalui media sosial.
“Inovasi bahan premium penting untuk meningkatkan daya saing. Dan kerja sama dengan influencer bisa menjadi langkah strategis untuk memperluas promosi,” ucap Reda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD DIY menyoroti indikator kinerja daerah yang baru 40 persen meski ekonomi DIY tumbuh dan angka kemiskinan menurun.
BNNP DIY mengungkap modus sabu disembunyikan dalam speaker di Bantul. Seorang mahasiswa ditangkap bersama sabu dan tembakau sintetis
Puan Maharani menyebut kehadiran Prabowo di DPR untuk menyampaikan KEM-PPKF RAPBN 2027 menjadi momentum strategis nasional
BPA Fair Kejaksaan Agung menjual Harley Davidson, BMW, hingga Mercedes hasil rampasan korupsi dengan kenaikan lelang Rp1,65 miliar.
Kemhan siapkan Bandara Kertajati menjadi pusat MRO pesawat Hercules Asia untuk memperkuat industri pertahanan Indonesia
Prabowo ungkap alasan turun langsung menyampaikan KEM-PPKF RAPBN 2027 di DPR di tengah tantangan geopolitik dan ekonomi global.