Pengadaan Seragam Dinas Senilai Rp3,7 Miliar di Gunungkidul Dibatalkan
Pemkab Gunungkidul batalkan pengadaan seragam Rp3,7 miliar karena efisiensi dan dialihkan ke program prioritas daerah.
Pengenaan masker sebagai bagian dari protokol kesehatan pencegahan Covid-19. - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kesehatan Gunungkidul mengimbau Masyarakat untuk tidak panik terkait dengan penularan Covid-19. Upaya penanggulangan sudah dipersiapkan dengan menyusun surat edaran tentang kesiapsiagaan terhadap penyakit yang berasal dari Wuhan, China ini.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Ismono mengatakan, pihaknya sudah menerima surat edaran dari Dirjen Pengendalian Penyakit (P2) Nomor: SR.03.01/C/1422/2025 tentang Kewaspadaan Terhadap Peningkatan Covid-19 di sejumlah negara Asia. Tindak lanjut dari edaran tersebut, maka akan disusun Surat Edaran Bupati mengenai pencegahan penyakit menular ini.
BACA JUGA: Kota Jogja Temukan Satu Orang Positif Covid-19
“Apalagi di Kota Jogja sudah ditemukan satu kasus Covid-19. Jadi, SE Bupati segera diproses untuk kewaspadaan,” kata Ismono kepada wartawan, Kamis (12/6/2025).
Menurut dia, kesiapan tidak hanya berkaitan dengan pencegahan. Namun, sambug Ismono juga memastikan kesiapan layanan kesehatan bagi pasien yang tertular Covid-19.
“Memang kasus di Gunungkidul belum ada. Tapi, sudah ada upaya koordinasi dengan rumah sakit maupun fasilitas kesehatan lainnya agar siapa untuk penanganan terhadap pasien Covid-19,” ungkapnya.
Meski demikian, Ismono meminta kepada Masyarakat tidak panik dengan potensi peningkatan kasus Covid-19. Namun, tetap mewaspadai penyakit tersebut dengan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), mencuci tangan dengan sabun, dan memakai masker saat sakit atau berada di kerumunan.
“Penting untuk tetap menjaga protokol kesehatan sebagai salah satu upaya pencegahan. Selain itu, juga penting menjaga kondisi tubuh tetap vit agar tidak mudah terserang penyakit,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih mendukung penuh upaya kewaspadaan terhadap potensi meningkatnya kasus Covid-19 di Bumi Handayani. Ia berharap SE terkait tindaklanjut dari edaran kemenkes bisa segera diterbitkan sebagai petunjuk teknis dan deteksi dini dalam upaya pencegahan.
“Memang ini masih dalam proses, tapi harus segera diselesaikan sebagai panduan untuk pencegahan,” katanya.
Ia juga berharap tidak ada peningkatan kasus di Gunungkidul sehingga bisa dikendalikan. “Tentunya semua akan disiapkan sebagai langkah antisipasi untuk penanganan kasus. Mudah-mudahan kasus bisa terus terkendali,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Ketua DPRD Gunungkidul, Endang Sri Sumiyartini. Meski belum ada temuan kasus, upaya kewaspadaan harus ditingkatkan agar penularan bisa terkendali.
“Jangan sampai terjadi peningkatan kasus. Makanya antisipasi untuk pencegahan harus dilakukan agar bisa dikendalikan,” katanya. (David Kurniawan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul batalkan pengadaan seragam Rp3,7 miliar karena efisiensi dan dialihkan ke program prioritas daerah.
Gelombang panas Jerman memicu suhu hingga 41,3 derajat Celsius. Otoritas memperingatkan risiko kesehatan dan gangguan transportasi.
Program RTLH Kulonprogo 2026 memasuki tahap pembangunan. Sebanyak 180 rumah dibangun, progres fisik mencapai 25 persen tanpa terdampak efisiensi anggaran.
Libur sekolah 2026 diprediksi mendongkrak wisata Karanganyar. The Lawu Group perketat keamanan, hadirkan promo, dan optimistis kunjungan meningkat.
Investigasi mengungkap dugaan hacker Rusia berada di balik peretasan Jaguar Land Rover yang menyebabkan kerugian ekonomi hingga miliaran dolar.
Prabowo Subianto mengungkap pertanyaannya kepada profesor tentang gandum, sawit, dan industri mobil Indonesia dalam Sarasehan Kebangsaan.