DPRD Gunungkidul Siapkan Perda Reklame, Bidik Optimalisasi PAD
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
Pengenaan masker sebagai bagian dari protokol kesehatan pencegahan Covid-19. - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kesehatan Gunungkidul mengimbau Masyarakat untuk tidak panik terkait dengan penularan Covid-19. Upaya penanggulangan sudah dipersiapkan dengan menyusun surat edaran tentang kesiapsiagaan terhadap penyakit yang berasal dari Wuhan, China ini.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Ismono mengatakan, pihaknya sudah menerima surat edaran dari Dirjen Pengendalian Penyakit (P2) Nomor: SR.03.01/C/1422/2025 tentang Kewaspadaan Terhadap Peningkatan Covid-19 di sejumlah negara Asia. Tindak lanjut dari edaran tersebut, maka akan disusun Surat Edaran Bupati mengenai pencegahan penyakit menular ini.
BACA JUGA: Kota Jogja Temukan Satu Orang Positif Covid-19
“Apalagi di Kota Jogja sudah ditemukan satu kasus Covid-19. Jadi, SE Bupati segera diproses untuk kewaspadaan,” kata Ismono kepada wartawan, Kamis (12/6/2025).
Menurut dia, kesiapan tidak hanya berkaitan dengan pencegahan. Namun, sambug Ismono juga memastikan kesiapan layanan kesehatan bagi pasien yang tertular Covid-19.
“Memang kasus di Gunungkidul belum ada. Tapi, sudah ada upaya koordinasi dengan rumah sakit maupun fasilitas kesehatan lainnya agar siapa untuk penanganan terhadap pasien Covid-19,” ungkapnya.
Meski demikian, Ismono meminta kepada Masyarakat tidak panik dengan potensi peningkatan kasus Covid-19. Namun, tetap mewaspadai penyakit tersebut dengan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), mencuci tangan dengan sabun, dan memakai masker saat sakit atau berada di kerumunan.
“Penting untuk tetap menjaga protokol kesehatan sebagai salah satu upaya pencegahan. Selain itu, juga penting menjaga kondisi tubuh tetap vit agar tidak mudah terserang penyakit,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih mendukung penuh upaya kewaspadaan terhadap potensi meningkatnya kasus Covid-19 di Bumi Handayani. Ia berharap SE terkait tindaklanjut dari edaran kemenkes bisa segera diterbitkan sebagai petunjuk teknis dan deteksi dini dalam upaya pencegahan.
“Memang ini masih dalam proses, tapi harus segera diselesaikan sebagai panduan untuk pencegahan,” katanya.
Ia juga berharap tidak ada peningkatan kasus di Gunungkidul sehingga bisa dikendalikan. “Tentunya semua akan disiapkan sebagai langkah antisipasi untuk penanganan kasus. Mudah-mudahan kasus bisa terus terkendali,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Ketua DPRD Gunungkidul, Endang Sri Sumiyartini. Meski belum ada temuan kasus, upaya kewaspadaan harus ditingkatkan agar penularan bisa terkendali.
“Jangan sampai terjadi peningkatan kasus. Makanya antisipasi untuk pencegahan harus dilakukan agar bisa dikendalikan,” katanya. (David Kurniawan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
iOS 27 beta 5 mengungkap enam iPhone baru yang belum diumumkan Apple, termasuk iPhone Ultra yang disebut sebagai ponsel lipat pertama.
Anggota DPRD DIY, Rahayu Widi Nuryani, mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperkuat branding agar produk tidak hanya viral
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian kompak turun pada Kamis 13 Agustus 2026. Simak daftar harga jual dan buyback terbaru dari 0,5 gram hingga 1.00
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Minim Sampah, Berkarya di Kebun, Bahagia di Dapur