Saat Barisan Pelajar DIY Diuji Terik dan Ketahanan di Mandala Krida
Lomba Baris-Berbaris DIY 2026 di Mandala Krida menguji ketahanan pelajar. Simak peserta yang sempat drop hingga daftar juara LBB.
DPD PDI Perjuangan DIY menggelar Pameran UMKM bertajuk “UMKM Rakyat Expo Perjuangan”. Acara berlangsung selama dua hari, 14–15 Juni 2025, di halaman Kantor DPD PDI Perjuangan DIY, Jalan Tentara Rakyat Mataram, Jetis, Kota Yogyakarta. Ist
JOGJA—Sebagai wujud komitmen terhadap penguatan ekosistem Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), DPD PDI Perjuangan DIY menggelar Pameran UMKM bertajuk “UMKM Rakyat Expo Perjuangan”.
Pameran ini menampilkan 19 pelaku UMKM terpilih dari hasil kurasi yang dilakukan oleh lima DPC PDI Perjuangan tingkat kabupaten/kota se-DIY. Kategori yang ditampilkan meliputi fashion, kuliner, hingga kerajinan tangan.
Acara berlangsung selama dua hari, 14–15 Juni 2025, di halaman Kantor DPD PDI Perjuangan DIY, Jalan Tentara Rakyat Mataram, Jetis, Kota Yogyakarta.
Menghidupkan Semangat Berdikari Bung Karno
Ketua DPD PDI Perjuangan DIY, Nuryadi, secara langsung membuka gelaran pameran. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa kegiatan ini merupakan perwujudan nyata dari semangat berdikari sebagaimana diajarkan Bung Karno.
“Kegiatan ini menjawab semangat Bung Karno: berdiri di atas kaki sendiri. Para pelaku UMKM yang hadir di sini adalah representasi nyata dari cita-cita kemerdekaan ekonomi yang dulu beliau impikan,” ujar Nuryadi.
Ia juga menegaskan bahwa Bulan Bung Karno merupakan momentum penting yang wajib dirayakan oleh setiap kader PDI Perjuangan.
“Kita juga akan memperingati peristiwa Kudatuli. Jogja memiliki keterkaitan sejarah yang kuat dengan peristiwa itu. Bagi sebagian kita mungkin pernah mengalami, sebagian lainnya belum tahu, maka penting untuk kita ingat kembali,” tambahnya.
Otok-Otok Jadi Simbol Pembukaan Pameran
Seremoni pembukaan dilakukan dengan membunyikan puluhan otok-otok, mainan tradisional berbahan bambu. Bunyi khas mainan ini menandai dibukanya pameran secara simbolik.
Ketua Panitia Bulan Bung Karno, Yan Kurnia Kustanto, menjelaskan bahwa otok-otok bukan sekadar mainan, melainkan memiliki nilai filosofis yang dalam.
“Mainan tradisional ini menjadi simbol kebersamaan, kreativitas, dan pelestarian budaya. Otok otok mengingatkan kita pada masa kecil, di mana permainan sederhana itu banyak dijumpai di warung-warung dan dijajakan pedagang kecil,” jelas Yan.
Ia menambahkan, otok-otok mencerminkan identitas ekonomi rakyat yang tumbuh dari tangan tangan para pengrajin kecil, bukan dari industri besar.
Menegaskan Komitmen Ekonomi Kerakyatan
Melalui penyelenggaraan UMKM Rakyat Expo Perjuangan, DPD PDI Perjuangan DIY kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekonomi kerakyatan, sekaligus menanamkan kembali semangat berdikari di tengah masyarakat. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lomba Baris-Berbaris DIY 2026 di Mandala Krida menguji ketahanan pelajar. Simak peserta yang sempat drop hingga daftar juara LBB.
Jadwal final bulu tangkis Asian Games 2026 menampilkan Amri/Nita dan Leo/Daniel. Simak jam, lawan, venue, dan siaran langsung.
Manchester City dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan. Ferran Soriano menegaskan proses hukum masih panjang dan klub akan melawan.
Discord mulai menerapkan verifikasi usia global. Lebih dari 90% pengguna tak perlu unggah ID, tetapi sejumlah fitur akan dibatasi.
Italia menang 4-1 atas Turki di UEFA Nations League. Pio Esposito mencetak gol sekaligus mengukir catatan sejarah bersama Azzurri.
29 September 2026 diperingati sebagai Hari Sarjana Nasional, Hari Jantung Sedunia, hingga Save the Koala Day. Simak enam momen pentingnya.