DPRD Bantul Ingatkan Pilur 2026 Bebas Politik Uang dan SARA
DPRD Bantul meminta Pilur Serentak 2026 berlangsung sehat tanpa politik uang, kampanye hitam, dan isu SARA. Sejumlah kalurahan masih berproses.
Ilustrasi panen bawang merah. - Antara
Harianjogja.com, BANTUL—Harga bawang merah di wilayah Kabupaten Bantul dalam empat hari terakhir menyentuh angka Rp40.000 per kilogram. Lonjakan harga itu terjadi karena belum dimulainya panen raya bawang merah, sehingga pasokan masih terbatas.
BACA JUGA: Harga Bawang Merah di Bantul Capai Rp46.000 per Kilogram
“Sekarang baru mau musim tanam, jadi saat ini mahal di angka empat puluh ribu rupiah. Tanggal 25 Juni besok baru tanam serentak,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul, Joko Waluyo, Senin (16/6/2025).


Sumber: bapok.bantulkab.go.id/
Ia menambahkan, harga bawang biasanya turun saat panen terjadi secara serentak di berbagai daerah penghasil utama seperti Brebes dan Nganjuk.
“Kalau murah itu biasanya pas panennya barengan, Brebes panen, Nganjuk panen dan wilayah lain,” lanjutnya.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, juga turut menanggapi naiknya harga bawang merah ini. Menurutnya, pergerakan harga tersebut wajar karena mengikuti mekanisme pasar.
Ia menilai bahwa situasi saat ini justru menjadi anugerah untuk para petani, dengan harga jual yang tinggi petani memiliki peluang untuk mendapatkan keuntungan lebih besar.
“Jadi kalau bawang ini kalau permintaannya tinggi, harga akan naik. Kalau jumlah penawaran atau stoknya rendah, maka harga juga naik. Kalau stoknya tinggi, harga murah. Sedangkan hari ini stoknya terbatas dan ini anugerah bagi petani. Ya sesekali petani dapat harga terbaik seperti Rp40.000,” kata Halim.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa pasar bawang merah di Bantul cukup luas, bahkan pembelinya berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Namun demikian, ia juga menekankan bahwa tidak semua hasil panen bisa diserap oleh offtaker secara menyeluruh.
“Lalu, offtaker atau pembeli bawang merah di Bantul itu banyak. Para pembeli saat panen itu malah dari seluruh Indonesia, dari luar Bantul. Jadi selalu ada pembeli bawang merah. Tetapi, kalau offtaker yang menjamin penyerapan semua petani ya tidak mungkin terjadi.”
"Kalau sistem perdagangan bawang merah hari ini itu kan bebas, yang penting petani untung maka barang dilepas gitu aja," lanjut Halim.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Bantul meminta Pilur Serentak 2026 berlangsung sehat tanpa politik uang, kampanye hitam, dan isu SARA. Sejumlah kalurahan masih berproses.
Kemendagri membuka Program Masadagri Batch III 2026 dengan 65 posisi magang di 12 unit kerja. Pendaftaran dibuka 15-19 Agustus 2026 untuk mahasiswa D4 dan S1.
Festival seni rupa ARTJOG kembali digelar di Jogja National Museum (JNM), Yogyakarta. Berlangsung sejak 19 Juni hingga 30 Agustus 2026
Desain iPhone 17 Pro kini menginspirasi HP Android. Huawei Nova 16 SE, Itel Power 80, HMD Asha 305, dan Oppo A7 Pro Max hadir dengan harga mulai Rp1 jutaan.
Prabowo menjelaskan SMA Unggul Garuda menggunakan kurikulum IB untuk menyiapkan siswa masuk universitas terbaik dunia.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan seluruh program dan capaian pembangunan di wilayahnya harus bermuara pada kesejahteraan rakyat