Sisa Makanan Pasien RS Jogja Turun berkat Program SI SEDAP
Sisa makanan pasien rawat inap di Rumah Sakit Pratama Kota Jogja berhasil ditekan hingga 16,9 persen setelah Dinas Kesehatan Kota Jogja menerapkan inovasi
Suasana belajar di Sanggar Anak Alam/ Istimewa
BANTUL—Sanggar Anak Alam (SALAM), sebuah komunitas yang menyebut diri sebagai sekolah keluarga dan laboratorium kehidupan, akan berusia 25 tahun pada 20 Juni 2025. Rangkaian Ulang Tahun SALAM Ke-25 diadakan pada 18-20 Juni 2025, bertempat di Sanggar Anak Alam, Nitiprayan, Bantul.
Ketua panitia gelaran, Agus Setyo Bomo mengatakan, rangkaian acara 25 tahun SALAM berisi beberapa mata acara, diantaranya Pasar Pangan Sehat, Sarasehan Pendidikan Alternatif “Robohnya Sekolah Rakyat Kami”, Pementasan Teater Kolaborasi Kelas Minat SALAM, Workshop Siswa, Ortu dan Kerabat SALAM dan Tawasulan & Sinau Bareng bersama KiaiKanjeng & Sabrang MDP (Noe Letto).
Agus menambahkan, melalui momentum ulang tahun perak, digunakan SALAM untuk menunjukkan keberpihakannya di dunia pendidikan. Pendidikan alternatif bukan jalan yang mulus dan tanpa hambatan, dan 25 tahun adalah waktu yang cukup layak untuk mengenal, menyelami hingga memberi kritik.
Alih-alih merayakan dengan gegap gempita, SALAM memilih untuk merayakan usia peraknya dengan merenung dan bertanya. Itu sebabnya, dalam perayaan ulang tahunnya, SALAM mengambil tema ‘Robohnya Sekolah Rakyat Kami’, sebuah judul yang diambil dari judul buku A.A Navis ‘Robohnya Surau Kami’.
Dalam rangkaian ulang tahunnya, kata Agus, SALAM hendak memberikan tawaran baru kepada masyarakat luas dan menunjukkan apa saja yang telah ia lakukan selama 25 tahun ini. Ini terlihat dalam pilihan-pilihan kegiatan dalam rangkaian acara 25-tahun SALAM.
Pasar Pangan Sehat: sebuah kampanye untuk pangan yang lebih berdaulat. Pasar Pangan Sehat menyajikan pelapak-pelapak yang telah dikurasi, sehingga hanya menghadirkan produk bahan mentah dan olahan pangan yang sehat, beragam dan dikemas dalam kemasan ramah lingkungan.
SALAM juga menghadirkan beberapa workshop yang diampu oleh siswa SALAM dengan risetnya, orangtua SALAM dengan kepakarannya dan kerabat SALAM dengan isu pertanian.
Menurut Agus, SALAM juga menghadirkan praktisi pendidikan dalam Sarasehan Pendidikan Alternatif "Robohnya Sekolah Rakyat Kami". Di antaranya, Iwan Syahrir (Global Advisory Council di Teach For All), Ibe Karyanto (Sanggar Anak Akar), Bambang Wisudo (Sekolah Tanpa Batas), Sri Wahyaningsih (Sanggar Anak Alam).
Tak hanya didominasi oleh orang dewasa, rangkaian acara 25 tahun SALAM juga menampilkan pendidikan dari sudut pandang anak-anak. Dalam pementasan teater hasil kolaborasi antara anggota kelas minat teater, tari dan gitar, ada kritik yang disampaikan melalui cerita anak-anak.
Doa syukur atas perjalanan SALAM hingga saat ini dan harapan keberlanjutan ke depan akan dibersamai oleh kerabat SALAM, yaitu KiaiKanjeng & Sabrang MDP dalam format Tawasulan dan Sinau Bareng.
SALAM percaya bahwa pendidikan seharusnya membebaskan dan mencerahkan. Melihat praktik pendidikan hari ini, dari dalam dan dari dekat, membuat SALAM bertanya: apakah pendidikan hari ini sudah berfungsi sebagai alat pembebasan manusia? Tidakkah pendidikan hari ini semata terjebak pada urusan administratif? Adakah para guru dan murid berada dalam posisi yang setara dan memiliki ruang untuk belajar, alih-alih menyiapkan ujian?
Sekolah rakyat menurut SALAM adalah sekolah dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat. Dimana rakyat terdiri dari orang tua, penyelenggara sekolah, masyarakat dan anak. Dan merekalah sejatinya saka guru pendidikan atau sekolah. Ketiadaan salah satu saka guru saja maka akan robohlah sekolah rakyat kami.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sisa makanan pasien rawat inap di Rumah Sakit Pratama Kota Jogja berhasil ditekan hingga 16,9 persen setelah Dinas Kesehatan Kota Jogja menerapkan inovasi
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan berdasarkan data resmi KAI Access.
BMKG memprakirakan mayoritas wilayah di DIY cerah pada Kamis 13 Agustus 2026. Bantul berpotensi berawan, sementara Kota Jogja terpanas.
Kiper 16 tahun Athaullah Daib motoran dari Gunungkidul ke Jogja demi latihan PSIM setelah dipromosikan dari EPA U-16 ke tim senior.
Kulonprogo mendorong penanganan Jalan Dekso-Samigaluh dan Jembatan Duwet. Jalan ditargetkan masuk anggaran 2027, jembatan masih dikaji.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.