Jadwal Terbaru KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 26 Juli 2026
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 26 Juli 2026 lengkap dari Stasiun Tugu Yogyakarta dan Kutoarjo. Simak jam keberangkatan terbaru.
Film dokumenter Jagad’e Raminten diputar perdana di Auditorium LIP Yogyakarta, Minggu (22/6/2025). /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Film dokumenter Jagad’e Raminten diputar perdana di Auditorium LIP Yogyakarta, Minggu (22/6/2025). Film dibesut Kalyana Shira Foundation ini mengangkat tentang sosok budayawan sekaligus pengusaha sukses asal Jogja, Kanjeng Mas Tumenggung (KMT) Tanoyo Hamijinindyo atau Hamzah Sulaiman yang populer dengan Raminten.
Sutradara sekaligus penulis naskah Jagad’e Raminten Nia Dinata menceritakan awal mula mengangkat Raminten karena melihat dari media internasional yang menulis namun tidak memunculkan secara utuh sosok Hamzah Sulaiman. Ia merasa bahwa Kanjeng Hamzah Sulaiman perlu diangkat menjadi film karena kontribusinya dengan berbagai karya usaha dan seninya dalam pertunjukan cabaret.
"Waktu itu majalah British Voque menampilkan tentang performance cabaret, tetapi tidak ada representasi Pak Hamzah, padahal di balik performace itu kan ada sosok penting Pak Hamzah. Sehingga tidak memberikan perspektif secara utuh," katanya.
BACA JUGA: Tayang Mulai 20 Juni 2025 di Bioskop, Berikut Review Singkat Film Animasi Elio
Produser Film Dena Rachman menambahkan ide film tersebut juga berawal dari disertasi yang diangkat saat menempuh pendidikan Magister. Ia tertarik dengan restoran Raminten di mana para pelayannya menggunakan pakaian unik seperti cabaret. "Sehingga waktu itu aku berpikir, ini menarik diangkat dalam disertasi. Kami sebenarnya tidak tahu sama sekali sebelumnya [sosok Raminten], saya benar-benar riset mempelajari sosok Kanjeng Hamzah," ucapnya.
Director of House of Raminten Ratri mengaku bersyukur adanya pihak yang mengangkat sosok Kanjeng Hamzah dalam sebuah film. Menurutnya film tersebut bukan sekadar karya namun sebagai bentuk penghormatan penuh cinta untuk sosok Bapak kami, almarhum Hamzah Sulaiman.
"Kami sangat tersentuh dan merasa terhormat kisah hidup dan warisannya diabadikan dalam dokumenter ini. Kami berharap film ini dapat menyentuh hati masyarakat Indonesia, khususnya warga Jogja, seperti halnya Bapak telah menyentuh hidup banyak orang dengan kasih dan kebaikannya,” ujar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 26 Juli 2026 lengkap dari Stasiun Tugu Yogyakarta dan Kutoarjo. Simak jam keberangkatan terbaru.
UGM mendorong penguatan blue food sebagai solusi ketahanan pangan nasional di tengah proyeksi kenaikan kebutuhan protein hingga 67% pada 2050.
Bea Cukai Kudus menerapkan ultimum remidium terhadap tujuh kasus rokok ilegal dengan total denda Rp582,71 juta sepanjang semester I/2026.
PDIP memperingati 30 tahun Kudatuli dengan aksi teatrikal, ritual adat, dan pembacaan puisi di Gedung DPP PDIP di Jakarta.
Sebanyak 11 SPPG di Sleman menghentikan operasional sementara akibat kendala renovasi, IPAL, dan administrasi.
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp5 miliar untuk memperbaiki tiga ruas jalan pada 2026. Dua proyek sudah memasuki tahap kontrak.