DIY Siapkan Raperda Baru, Penanggulangan Bencana Lebih Preventif
Pemda DIY dan DPRD DIY membahas Raperda Penanggulangan Bencana yang mengedepankan sistem preventif, adaptif, dan perlindungan kelompok rentan.
Warga berfoto di kompleks Pasar Kluwih, Kelurahan Panembahan, Kemantren Kraton, saat peresmian pemugaran, beberapa waktu lalu. - Istimewa/Dokumen Pemkot Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Pasar Kluwih yang terletak di wilayah Suryoputran, Kelurahan Panembahan, Kemantren Kraton, menjadi contoh positif aktivas ekonomi yang bersih dan ramah lingkungan.
Tradisi kebersihan di pasar ini sudah terbentuk jauh sebelum dilakukan pemugaran pada awal 2025, dan terus dipertahankan hingga sekarang.
Lurah Panembahan, Murti Buntoro menjelaskan Pasar Kluwih dikenal karena konsistensinya menjaga kebersihan. Ia mengatakan, warga sudah terbiasa melakukan aktivitas ekonomi tanpa meninggalkan sampah di lokasi.
“Setiap aktivitas pasar itu sudah bersih setiap selesai atau mulai aktivitas pasar, dan itu sudah tersinergi dengan masyarakat di sekitarnya. Mereka sudah membiasakan diri bagaimana mereka melakukan kerja ekonomi, tapi juga menjaga kebersihan yang ada di wilayah,” ujar Murti Buntoro saat ditemui di kantornya, belum lama ini.
Murti menambahkan, sampah yang terdapat di pasar selalu dibawa pulang oleh pedagang untuk diolah secara mandiri. Selain itu, pedagang dan warga Panembahan pada umumnya juga mengandalkan bank sampah untuk pengolahan sampah anorganik.
Disebutkan, terdapat 18 bank sampah aktif di wilayahnya yang tersebar di semua RW. Seluruh bank sampah di wilayah Panembahan disebut telah berhasil mengolah sampah hingga menjadi sumber pendapatan tambahan warga setempat.
Tak hanya sampah anorganik, di Panembahan juga memiliki sistem pengolahan sampah organik dengan metode yang disebut doorstop yang digerakkan warga RW 10. Murti menjelaskan, sampah organik rumah tangga dikumpulkan dan diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat.
BACA JUGA: Dugaan Pelanggaran Hak Cipta, Polda Metro Jaya Jadwalkan Pemeriksaan untuk Lesty Kejora
Dijelaskan, sampah-sampah tersebut diolah menggunakan enzim khusus yang memungkinkan sampah dikeringkan dan dijadikan pupuk kering. Produk pupuk ini kemudian dijual, tidak hanya untuk warga setempat melainkan juga ke luar kelurahan. “Jenis sampah doorstop biasanya dari sampah-sampah dedaunan, dan semacamnya yang mereka olah dan Alhamdulillah di RW 10 ini sudah rutin bahkan di luar RW pun sudah masuk ke situ. Di sekitar RW 8, 9 yang ada di wilayah Suryoputran juga ikut,” katanya.
Murti mengatakan, jajarannya serius dalam menangani pengolahan sampah karena Kelurahan Panembahan merupakan wilayah strategis yang berdekatan dengan tempat wisata, di antaranya Alun-alun Selatan, Tamansari, hingga Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. “Kami berada di daerah tujuan wisata, sehingga kami menekankan pada wilayah untuk mengoptimalkan sampah yang ada. Harapannya nanti sampah bisa dimanfaatkan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : a
Pemda DIY dan DPRD DIY membahas Raperda Penanggulangan Bencana yang mengedepankan sistem preventif, adaptif, dan perlindungan kelompok rentan.
Romelu Lukaku resmi bergabung dengan Fenerbahce dari Napoli dengan nilai transfer 6 juta euro. Striker Belgia itu kembali ke Turki setelah 30 tahun
KLH/BPLH menerbitkan Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2026 yang melarang pembukaan lahan dengan cara membakar. Kebijakan ini diterapkan untuk mencegah karhutla di te
LPEM FEB UI mengungkap lima jurusan kuliah yang paling banyak menyumbang pengangguran lulusan S1 di Indonesia. Manajemen berada di posisi teratas, disusul Hukum
Hujan meteor Perseid masih dapat disaksikan dari Indonesia pada 13-14 Agustus 2026. Simak waktu terbaik, cara mengamati, dan lokasi ideal untuk melihat meteor.
Menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Kimaya Sudirman Yogyakarta menghadirkan dua program spesial sepanjang Agustus 2026