Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Elemen masyarakat ikut dalam aksi Jogja Cling di Pasar Giwangan, Jumat (22/8/2025)./ist Pemkot Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Ribuan unsur masyarakat yang terdiri dari aparat pemerintah, TNI, Polri, pedagang, komunitas, hingga relawan lingkungan bahu-membahu melakukan aksi bersih-bersih di Pasar Induk Giwangan, Jumat (22/8/2025). Aksi ini merupakan bagian dari program Jogja Cling.
Jogja Cling merupakan sebuah gerakan gotong royong yang diinisiasi oleh Komandan Kodim 0734/Kota Jogja untuk mewujudkan lingkungan kota yang bersih, sehat, dan nyaman. Kegiatan ini berlangsung sejak pagi hari. Para peserta membawa peralatan kebersihan seperti sapu, cangkul, hingga truk pengangkut sampah.
Seluruh sudut pasar, mulai dari area los sayur, los buah, hingga halaman parkir dibersihkan secara serentak. Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, mengapresiasi antusiasme warga dalam kegiatan ini. Menurutnya, aksi bersih-bersih ini merupakan bukti nyata semangat gotong royong masyarakat Jogja.
BACA JUGA: Hasil Levante vs Barcelona: Skor 2-3, Blaugrana Menang Dramatis di Menit Akhir
“Gotong royong dalam menjaga kebersihan lingkungan adalah modal sosial yang sangat penting. Jogja Cling menjadi wadah sekaligus modalitas untuk memperkuat budaya kebersamaan itu. Dengan keterlibatan semua pihak, saya optimis Kota Jogja bisa menjadi kota yang tidak hanya bersih, tetapi juga sehat dan nyaman untuk ditinggali,” ujarnya.
Hasto menambahkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan pasar juga berdampak positif bagi sektor perdagangan dan pariwisata. Pasar yang bersih akan menumbuhkan kepercayaan pembeli serta menghadirkan kenyamanan bagi seluruh pengguna pasar.
Komandan Kodim 0734/ Kota Jogja, Kolonel Inf Arif Setiyono, menegaskan gerakan ini sejalan dengan kebijakan Pemkot Yogya dalam penanganan sampah serta mendukung program yang tengah digencarkan Pemkot Jogja, yakni Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas Jos).
“Jogja Cling adalah program yang mendukung kebijakan penanganan sampah Pemkot Jogja. Fokus utama kami bukan hanya pasar, tetapi juga sungai, jalan-jalan utama, kawasan wisata, hingga sentra kuliner. Kini, kami memperluas fokus ke pasar tradisional, karena pasar merupakan salah satu pusat aktivitas dan penghasil sampah terbesar,” katanya.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Jogja, Veronica Ambar Ismuwardani, mengungkapkan Pasar Giwangan merupakan salah satu pasar terbesar di Jogja. “Tidak hanya sekadar bersih-bersih, kegiatan ini juga memberikan motivasi dan kesadaran baru bagi penghuni pasar, baik petugas kebersihan, pedagang, maupun pembeli bahwa menjaga kebersihan adalah tanggung jawab bersama,” ucapnya.
BACA JUGA: Hasil Milan vs Cremonese: Skor 1-2, Emil Audero Jadi Starter Hajar Rossoneri
Ia menambahkan, pasar yang terjaga kebersihannya akan mendukung kualitas transaksi perdagangan dan kesehatan masyarakat. Aksi bersih-bersih ini juga disambut positif oleh pedagang pasar. Siti, seorang pedagang sayur, mengaku senang karena lingkungan pasar menjadi lebih nyaman.
“Kalau pasar bersih, pembeli juga lebih semangat belanja. Kami jadi ikut termotivasi untuk menjaga kebersihan lapak masing-masing. Rasanya pasar jadi lebih enak dilihat dan tidak bau,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
OpenAI meluncurkan Dots, agen AI berbasis GPT-6 Astra yang bisa bekerja mandiri 24 jam dan terhubung dengan lebih dari 4.000 aplikasi.
Harga emas Antam, Galeri 24, dan UBS di Pegadaian hari ini, Rabu 30 September 2026, turun. Cek harga jual dan buyback lengkap semua ukuran.
Menikmati suasana senja hingga gemerlap lampu Kota Yogyakarta dari ketinggian dapat menjadi pengalaman menarik untuk menggelar berbagai acara privat
7 bahan ini sebaiknya dihindari saat membersihkan stainless steel karena bisa menyebabkan goresan, noda, kusam, hingga korosi.
KTM menolak aturan satu motor MotoGP dan memilih mendukung cost cap sebagai opsi menekan biaya tanpa mengurangi aksi balap.