Simpang Tiga Piyungan Kembali Buka Tutup, Ini Jadwal dan Imbauannya
Sistem buka tutup dan contraflow kembali berlaku di Simpang Tiga Piyungan hingga akhir Juli 2026 seiring proyek rigid beton dilanjutkan.
Sekolah Rakyat. - Foto ilustrasi dibuat oleh AI/ChatGPT
Harianjogja.com, BANTUL—Kabupaten Bantul memperoleh alokasi terbanyak se-DIY dalam program Sekolah Rakyat untuk jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA).
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Bantul, Hermawan Setiaji, mengungkapkan bahwa jumlah kuota yang diberikan untuk wilayah Bantul adalah 383 orang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 143 calon siswa asal Bantul dipastikan lolos seleksi tahap awal dan hampir resmi menjadi siswa Sekolah Rakyat untuk gelombang pertama.
Dia memerinci, dari total 200 siswa yang diterima pada gelombang pertama, mayoritas berasal dari Bantul. Rinciannya, Bantul ada 143 siswa, disusul Kulonprogo 27 siswa, Sleman 19 siswa, Kota Jogja 18 siswa, dan Gunungkidul hanya satu siswa. "Beruntung kami dapat porsi banyak, mungkin faktor lokasi Sekolah Rakyat memang berada di sini," ujarnya, Senin (30/6/2025).
Dia menambahkan, Kementerian Sosial telah meminta masing-masing daerah menyiapkan daftar cadangan siswa sebesar 10% dari kuota utama. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi jika ada peserta yang mengundurkan diri.
BACA JUGA: Pembayaran Ganti Rugi Tol Jogja-Solo di Sidoarum Sleman, Ada yang Hanya Seluas Satu Meter
Lebih lanjut, Hermawan menyoroti semangat besar para calon siswa dalam mengikuti program ini.
“Saat ini kami sedang memverifikasi kembali sisa pendaftar untuk mencari calon siswa cadangan dari Bantul. Kalau dicermati, bukan sekadar anak orang tidak mampu, calon siswa punya keinginan kuat, punya potensi kalau didorong. Kemudian keluarganya juga mendukung, kira-kira seperti itu,” katanya.
Dia juga memastikan bahwa pendaftar asal Bantul yang belum diterima dalam seleksi utama masih memiliki peluang untuk melanjutkan pendidikan melalui jalur afirmasi di sekolah negeri.
Jalur afirmasi ini ditujukan khusus bagi siswa dari keluarga prasejahtera agar tetap dapat mengakses pendidikan formal. “Meski tidak diterima di Sekolah Rakyat, mereka tetap akan difasilitasi melalui jalur afirmasi.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sistem buka tutup dan contraflow kembali berlaku di Simpang Tiga Piyungan hingga akhir Juli 2026 seiring proyek rigid beton dilanjutkan.
Bea Cukai Kudus menerapkan ultimum remidium terhadap tujuh kasus rokok ilegal dengan total denda Rp582,71 juta sepanjang semester I/2026.
PDIP memperingati 30 tahun Kudatuli dengan aksi teatrikal, ritual adat, dan pembacaan puisi di Gedung DPP PDIP di Jakarta.
Sebanyak 11 SPPG di Sleman menghentikan operasional sementara akibat kendala renovasi, IPAL, dan administrasi.
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp5 miliar untuk memperbaiki tiga ruas jalan pada 2026. Dua proyek sudah memasuki tahap kontrak.
Sebanyak 80 siswa SD di sekitar Bandara YIA diajak mengenal dunia penerbangan dan aktivitas kebandarudaraan melalui program TJSL.