Veda Ega Pratama Bertahan di 5 Besar Klasemen Moto3 2026
Veda Ega Pratama tetap berada di posisi lima besar klasemen Moto3 2026 usai finis kedelapan pada seri Catalunya di Spanyol.
Gerbang Tol Prambanan setelah dibuka pada Rabu (2/7/2025)./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, JOGJA—Dibukanya Tol Solo-Jogja segmen Prambanan-Klaten menjadi peluang potensi wisata yang ditangkap Dinas Pariwisata (Dispar) DIY, dengan menyiapkan strategi untuk menarik wisatawan singgah melalui short visit experience atau paket wisata singkat.
Kepala Dispar DIY Imam Pratanadi mengatakan strategi itu difokuskan agar pengguna tol tak sekadar melintas, tapi terdorong untuk singgah di berbagai titik destinasi wisata di provinsi ini.
"Wisata yang memungkinkan adalah wisata singkat dua sampai tiga jam. Bisa wisata kuliner, kerajinan, atau lokasi dengan spot foto yang menarik," ujar Imam, Rabu (9/7/2025).
Untuk mengarahkan wisatawan masuk ke DIY, menurut Imam, pihaknya akan memasang penunjuk arah di exit tol menuju destinasi terdekat.
Selain itu, banner digital di rest area terakhir sebelum keluar tol juga akan disiapkan dilengkapi quick response code (QR code) berisi informasi destinasi wisata DIY.
Upaya lain yang dinilai efektif dan akan diterapkan adalah penguatan promosi digital melalui media sosial dan Google Maps.
BACA JUGA: Sekolah Rakyat Segera Dilaunching, di DIY Ada 13 Rombel dengan 275 Siswa
"Agar destinasi di sekitar akses tol muncul sebagai rekomendasi otomatis bagi pengguna di rute tersebut," ucap Imam.
Dispar DIY juga akan menggandeng sejumlah kalurahan di sekitar exit tol sebagai "gerbang wisata" dengan mengangkat UMKM unggulan dan menyiapkan fasilitas dasar seperti toilet, area parkir, serta brosur wisata.
Imam meyakini pembukaan tol Prambanan-Klaten berpotensi memicu peningkatan mobilitas wisatawan dari kawasan Solo Raya, Boyolali, serta Karanganyar, Jawa Tengah.
Menurut dia, sejumlah destinasi utama yang diprediksi bakal mendapat limpahan pengunjung antara lain kawasan Candi Prambanan, Tebing Breksi, Ratu Boko dan Kaliurang di Kabupaten Sleman.
Sementara untuk wilayah selatan, konektivitas tol ke arah Gunungkidul membuka peluang naiknya kunjungan ke Nglanggeran dan sekitarnya.
Wisatawan, kata dia, juga berpotensi langsung masuk menuju destinasi utama seperti Malioboro yang ada di Kota Jogja, Pantai Parangtritis di sisi selatan, dan seterusnya tanpa perlu berhenti di titik perbatasan.
"DIY memiliki luas wilayah yang relatif kecil jika dibandingkan dengan Jawa Tengah serta memiliki akses cepat dari utara ke selatan," kata dia.
Mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis Juli 2025, Imam menyebut jumlah kunjungan wisatawan nusantara ke DIY sejak Januari hingga Mei 2025 tercatat 2.958.929 orang, atau turun 130.926 dibanding periode sama tahun sebelumnya. Sementara wisatawan mancanegara mencapai 77.338 orang.
"Untuk dapat memastikan pengunjung berwisata di wilayah DIY, maka kolaborasi lintas kabupaten/kota sangat perlu dikuatkan," tutur Imam.
Jalan tol Solo-Jogja segmen Klaten-Prambanan resmi beroperasi per 2 Juli 2025 sesuai Keputusan Menteri Pekerjaan Umum (PU).
Selain mempermudah akses transportasi, keberadaan tol sepanjang 8,6 kilometer itu disebut mampu memangkas waktu tempuh Semarang-Jogja lebih dari dua jam dibandingkan melalui jalan nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Veda Ega Pratama tetap berada di posisi lima besar klasemen Moto3 2026 usai finis kedelapan pada seri Catalunya di Spanyol.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.