PBB Gunungkidul Tembus Rp17,8 Miliar, Jatuh Tempo 30 September
PBB Gunungkidul mencapai Rp17,83 miliar atau 68% target. Wajib pajak diminta membayar sebelum jatuh tempo 30 September 2026.
Sejumlah kapal inka mina sedang terpakir di area dermaga di Pelabuhan Sadeng di Kapanewon Girisubo, Gunungkidul. Rabu (9/7/2025). Harian Jogja/David Kurniawan.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Nelayan di Pelabuhan Sadeng di Kapanewon Girisubo, Gunungkidul berharap ada Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) khusus. Diharapkan dengan adanya fasilitas ini, maka bisa menekan biaya operasional saat menangkap ikan di laut.
Ketua Kelompok Nelayan di Pelabuhan Sadeng, Sarpan mengatakan, keberadaan SPBU khusus nelayan sangat dibutuhkan. Hal ini karena menjadi sarana yang vital bagi nelayan untuk melaut.
Ia mencontohkan untuk kapal sekoci sekali melaut membutuhkan solar hingga mencapai 350 liter. Adapun kapan inka mina yang ukurannya lebih besar, maka butuh lebih banyak lagi karena sekali melaut bisa memakan waktu selama sepuluh hari.
“Solar menjadi kebutuhan mendasar bagi nelayan khususnya untuk kapal di atas sepuluh GT,” kata Sarpan, Kamis (10/7/2025).
BACA JUGA: 4 Polisi Selundupkan Narkoba Jenis Sabu, Libatkan Perwira
Hal yang sama juga berlaku bagi nelayan kecil yang menggunakan mesin tempel. Perahu jenis ini membutuhkan BBM jenis pertalite untuk menangkap ikan di laut.
“Ada koperasi yang memasok, tapi memang harganya lebih mahal. Contohnya pertalite dijual Rp11.000 per liternya,” katanya.
Menurut dia, nelayan berharap ada fasilitas SPBU khusus nelayan sehingga dapat memperoleh harga BBM seperti di pasaran pada umumnya. Sarpan tidak menampik keberadaan SPBU pernah ada di Pelabuhan Sadeng di era 1990an, tapi berhenti beroperasi di 2002 lalu.
“Mungkin dulu yang membutuhkan BBM tidak sebanyak sekarang, jadi operasinya berhenti. Tapi, sekarang para nelayan sangat membutuhkan adanya SPBU untuk mendapatkan pasokan BBM yang lebih murah,” katanya.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul, Wahid Supriyadi mengatakan, pihaknya telah menangkap aspirasi dari para nelayan. Wacana mendirikan SPBU khusus nelayan dibarekankan dengan program pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih yang sedang diajukan ke Pemerintah Pusat. “Mudah-mudahan bisa direalisasikan,” kata Wahid.
BACA JUGA: Toyota Kuasai Pasar Mobil Tanah Air per Juni 2025, Kijang Innova Terjual 31.100 Unit
Menurut dia, untuk saat ini, pasokan BBM ke nelayan dilakukan oleh dua sub penyalur atas nama Badan Usaha Milik Kalurahan Pucung. Adapun harga jual BBM jenis solar bersubsidi sekitar Rp7.800 per liter dikarenakan adanya tambahan ongkos Rp1.000.
“Ada kuota 28.800 liter dan realisasi baru separuh yang terserap. Kalau untuk solar non subsidi atau dexlite, harganya lebih mahal karena tembus Rp13.320 per liter,” kata Wahid.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PBB Gunungkidul mencapai Rp17,83 miliar atau 68% target. Wajib pajak diminta membayar sebelum jatuh tempo 30 September 2026.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Senin 24 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Jogja dan Kutoarjo, termasuk informasi perjalanan.
Disnaker Sleman mencatat 318 pekerja terkena PHK hingga semester I 2026. Kondisi ekonomi dan finansial perusahaan menjadi pemicunya.
An Se-young meraih gelar juara dunia 2026 setelah mengalahkan Akane Yamaguchi tanpa kehilangan satu gim di New Delhi.
Di Klaten ada Kampung Dolanan Sidowayah yang kini menghadirkan permainan tradisional, edukasi sains, siklus air, dan penjernihan air.
Sekitar 30 anak Magelang memamerkan 46 karya lukisan dalam Ruang Khayal Anak #1 di Loka Budaya hingga 27 Agustus 2026.