Pemerintah Persilakan MBG Dikritik, Evaluasi Terus Dilakukan
Bakom RI membuka ruang kritik terhadap program MBG. Pemerintah menguji konsep prasmanan di 66 SPPG di 10 provinsi untuk memperbaiki layanan.
Ilustrasi bakteri - StockCake
Harianjogja.com, JOGJA—Bakteri ternyata bisa dimanfaatkan sebagai pengganti pestisida sintetis dalam pertanian berkelanjutan. Hal itu disampaikan Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) Profesor Tri Joko pada Sabtu (12/7/2025).
"Pemanfaatan bakteri yang terintegrasi dengan teknik pengelolaan penyakit dapat menjadi pendekatan pertanian berkelanjutan yang dapat mengurangi penggunaan pupuk dan pestisida sintetis," katanya.
Pemanfaatan bakteri sebagai plant growth promoting bacteria"(PGPB) dan agen pengendali hayati (APH) unggul akan berhasil jika pengelolaannya dipahami dengan benar. Interaksi bakteri dan tanaman telah berevolusi menuju keseimbangan yang saling menguntungkan.
"Interaksi bakteri dan tanaman sudah mengalami evolusi menuju terciptanya keseimbangan keduanya dalam mendapatkan manfaat dari interaksi tersebut," ujar Dosen Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian UGM ini.
Bakteri tidak hanya berperan dalam pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT), tetapi juga mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman secara langsung.
"Bakteri juga dapat meningkatkan pertumbuhan secara langsung melalui berbagai mekanisme dengan menyediakan faktor pertumbuhan," katanya.
Bakteri APH berperan dalam kesehatan tanaman tidak hanya secara langsung, tetapi juga melalui mekanisme pensinyalan biokimia. Interaksi antara tanaman dan bakteri di rizosfer (wilayah tanah di sekitar akar tanaman) turut menentukan kesehatan tanaman, produktivitas, dan kesuburan tanah.
BACA JUGA: Prakiraan Cuaca Hari Ini Minggu 13 Juli 2025: DIY Hujan Ringan
Ia menambahkan bakteri bisa menjadi lawan alami penyakit tanaman. Beberapa jenis bakteri seperti Bacillus, Streptomyces, dan Pseudomonas telah lama dikenal sebagai APH yang mampu mengendalikan serangga hama maupun nematoda parasit tumbuhan.
"Bakteri sudah banyak dimanfaatkan untuk mengendalikan serangga hama maupun nematoda parasit tumbuhan," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Bakom RI membuka ruang kritik terhadap program MBG. Pemerintah menguji konsep prasmanan di 66 SPPG di 10 provinsi untuk memperbaiki layanan.
Dispar Kulonprogo memberlakukan permanen retribusi QRIS di Pantai Glagah dan menargetkan perluasan ke destinasi lain, termasuk Waduk Sermo.
Penyidik Satreskrim Polres Bantul menetapkan seorang pria berinisial W, 44, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana bantuan.
Pemerintah mendukung transisi telur bebas sangkar, tetapi kesiapan pasokan, harga, distribusi, dan kesadaran konsumen masih menjadi tantangan.
Reza Rahadian mengungkap tiga adegan favorit di film Laut Bercerita, mulai dari penjara hingga tantangan syuting di kedalaman laut.
Pemkot Jogja menganggarkan Rp8 miliar untuk sanitasi permukiman, dengan target layanan aman bagi sekitar 600 KK setiap tahun.