114.528 Warga Gunungkidul Berpotensi Terdampak Kekeringan
114.528 warga Gunungkidul berpotensi terdampak kekeringan. BPBD terus menyalurkan bantuan air bersih seiring kemarau yang diprediksi lebih panjang.
Foto ilustrasi sekolah rakyat, dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Sosial P3A) mencatat ada 24 anak asal Gunungkidul yang diterima dalam program sekolah rakyat di DIY. Dipastikan calon siswa yang diterima berasal dari keluarga kurang mampu yang masuk dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Sekretaris Dinas Sosial P3A Gunungkidul, Nurudin Araniri mengatakan, hasil pengumuman untuk seleksi program sekolah rakyat sudah keluar. Adapun hasilnya ada 25 anak asal Bumi Handayani diterima dalam program yang diinisiasi oleh Kementerian Sosial ini.
“Ada yang mendaftar sebanyak 76 anak, tapi setelah dilakukan seleksi ada 25 anak yang diterima,” kata Nurudin, Ahad (13/7/2025).
Meski demikian, ia mengakui tidak semua anak untuk melanjutkan ke sekolah rakyat yang setara dengan Pendidikan tingkat SMA ini. Pasalnya, ada satu pendaftar yang mengundurkan diri dengan alasan temannya tidak diterima di program ini. “Jadi yang diterima hanya 24 anak,” ungkapnya.
Nurudin memastikan, proses seleksi berjalan dengan transparan. Sebelum diumumkan, calon peserta tidak hanya melewati seleksi administrasi, tapi juga ada kunjungan rumah untuk verifikasi.
Di sisi lain, seluruh siswa yang diterima merupakan anak dari keluarga miskin yang terdat dalam DTSEN. “Jadi tidak ada titipan karena murni dan ada seleksi lapangan sebelum hasil diumumkan,” katanya.
Rencananya, calon siswa yang diterima akan belajar di dua sekolah rakyat di dua lokasi. Sebanyak 23 anak akan bersekolah di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahetraan Sosial di Kalurahan Tamanmartani, Kalasan, Sleman.
Adapun satu siswa akan belajar di Balai Terpadu dr. Soeharso di Kalurahan Ngestiharjo, Kasihan, Bantul. “Jadi sudah ada lokasi untuk belajar calon siswa asal Gunungkidul di sekolah rakyat di DIY,” katanya.
BACA JUGA: BMKG: Fenomena Suhu Dingin Bediding Akan Terjadi hingga September 2025
Koordinator Program Keluarga Harapan (PKH) Gunungkidul, Herjun Pangaribowo mengatakan, berbeda dengan sekolah umum, di sekolah rakyat akan berbasis asrama. Oleh karena itu, para siswa yang diterima wajib menginap di mess yang telah dipersiapkan.
“Siswa akan tinggal di asrama dan semua fasilitas dan kebutuhan yang ada akan dipersiapkan,” kata Herjun.
Rencananya pembelajaran di sekolah rakyat dimulai bersamaan dengan Tahun Ajaran Baru 2025-2025 yang dimulai pada Senin (14/7/2025). “Sekolah rakyat merupakan upaya pemerintah untuk memperluas akses pendidikan menengah bagi keluarga miskin,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
114.528 warga Gunungkidul berpotensi terdampak kekeringan. BPBD terus menyalurkan bantuan air bersih seiring kemarau yang diprediksi lebih panjang.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Rabu 22 Juli 2026 lengkap dengan rute ke Sleman, Kota Jogja, Gamping, Condongcatur, dan tarif Rp80.000.
KPK mengungkap dugaan Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini memiliki 55 aset tanah dan bangunan, namun banyak yang belum tercantum dalam LHKPN.
Pengasuhan anak tidak cukup hanya mengandalkan satu buku. Orang tua perlu memperkaya pengetahuan melalui berbagai referensi
PSIM Jogja menyambut Piala Liga 2026/2027. Jean-Paul Van Gastel menilai ajang itu positif, tetapi mengingatkan jadwal musim akan semakin padat.
Basarnas menemukan korban terakhir reruntuhan rumah di Grand Polonia Medan. Total tiga orang meninggal dan empat korban berhasil selamat.