Dana Terbatas, Perbaikan Jalan Kawasan Industri Semin Tahun Ini Hanya 230 Meter
Perbaikan jalan rusak di KPI Candirejo, Semin, Gunungkidul, tahun ini hanya 230 meter dengan anggaran Rp974,6 juta.
Foto ilustrasi sekolah rakyat, dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Sosial P3A) mencatat ada 24 anak asal Gunungkidul yang diterima dalam program sekolah rakyat di DIY. Dipastikan calon siswa yang diterima berasal dari keluarga kurang mampu yang masuk dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Sekretaris Dinas Sosial P3A Gunungkidul, Nurudin Araniri mengatakan, hasil pengumuman untuk seleksi program sekolah rakyat sudah keluar. Adapun hasilnya ada 25 anak asal Bumi Handayani diterima dalam program yang diinisiasi oleh Kementerian Sosial ini.
“Ada yang mendaftar sebanyak 76 anak, tapi setelah dilakukan seleksi ada 25 anak yang diterima,” kata Nurudin, Ahad (13/7/2025).
Meski demikian, ia mengakui tidak semua anak untuk melanjutkan ke sekolah rakyat yang setara dengan Pendidikan tingkat SMA ini. Pasalnya, ada satu pendaftar yang mengundurkan diri dengan alasan temannya tidak diterima di program ini. “Jadi yang diterima hanya 24 anak,” ungkapnya.
Nurudin memastikan, proses seleksi berjalan dengan transparan. Sebelum diumumkan, calon peserta tidak hanya melewati seleksi administrasi, tapi juga ada kunjungan rumah untuk verifikasi.
Di sisi lain, seluruh siswa yang diterima merupakan anak dari keluarga miskin yang terdat dalam DTSEN. “Jadi tidak ada titipan karena murni dan ada seleksi lapangan sebelum hasil diumumkan,” katanya.
Rencananya, calon siswa yang diterima akan belajar di dua sekolah rakyat di dua lokasi. Sebanyak 23 anak akan bersekolah di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahetraan Sosial di Kalurahan Tamanmartani, Kalasan, Sleman.
Adapun satu siswa akan belajar di Balai Terpadu dr. Soeharso di Kalurahan Ngestiharjo, Kasihan, Bantul. “Jadi sudah ada lokasi untuk belajar calon siswa asal Gunungkidul di sekolah rakyat di DIY,” katanya.
BACA JUGA: BMKG: Fenomena Suhu Dingin Bediding Akan Terjadi hingga September 2025
Koordinator Program Keluarga Harapan (PKH) Gunungkidul, Herjun Pangaribowo mengatakan, berbeda dengan sekolah umum, di sekolah rakyat akan berbasis asrama. Oleh karena itu, para siswa yang diterima wajib menginap di mess yang telah dipersiapkan.
“Siswa akan tinggal di asrama dan semua fasilitas dan kebutuhan yang ada akan dipersiapkan,” kata Herjun.
Rencananya pembelajaran di sekolah rakyat dimulai bersamaan dengan Tahun Ajaran Baru 2025-2025 yang dimulai pada Senin (14/7/2025). “Sekolah rakyat merupakan upaya pemerintah untuk memperluas akses pendidikan menengah bagi keluarga miskin,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perbaikan jalan rusak di KPI Candirejo, Semin, Gunungkidul, tahun ini hanya 230 meter dengan anggaran Rp974,6 juta.
Prakiraan cuaca DIY Kamis, 22 Oktober 2026, didominasi berawan. Simak suhu udara dan kondisi cuaca di lima kabupaten/kota.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Kamis 22 Oktober 2026 tersedia untuk 5 rute. Simak jam keberangkatan dan tarif Rp80.000 per penumpang.
Jadwal KA Bandara YIA, Kamis 22 Oktober 2026, tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya. Cek jam keberangkatan lengkapnya.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Kamis 22 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Simak jadwal lengkap dari kedua arah.