Sapi Madura dan Bali Diburu untuk Kurban, Harga Rp25 Juta Paling Dicar
Permintaan sapi kurban Rp23 juta-Rp25 juta meningkat jelang Iduladha 2026. Peternak Jogja datangkan sapi dari Madura dan Bali.
Ilustrasi beras di pasar tradisional. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA–Untuk mengantisipasi peredaran beras oplosan di wilayah Jogja, Wali Kota Hasto Wardoyo mengimbau masyarakat agar membeli beras di Kios Segoro Amarto.
Dijelaskan Hasto, Pemkot Jogja telah memiliki Kios Segoro Amarto di pasar-pasar rakyat yang menyediakan beras dengan standar kualitas yang dipastikan keasliannya.
Di sana, lanjit Hasto, masyarakat dapat membeli beras dengan berbagai pilihan dan kualitas. "Di kios Segoro Amarto, kami menyediakan beras dengan berbagai level harga dan kualitas yang standar. Kami ingin mengontrol beras-beras oplosan itu melalui kios ini," katanya, Jumat (18/7/2025).
BACA JUGA: 6.000 KK di DIY Dicoret dari Penerima Bantuan Pangan Beras 10 Kg
Menurut Hasto, salah satu metode dalam pengoplosan beras dilakukan dengan mencampurkan beras utuh yang memiliki kualitas tinggi dengan menir atau pecahan beras. Dari situ didapatkan beras campuran yang seolah-olah berkualitas tinggi.
"Oplosan itu tidak selalu dicampur zat berbahaya, tapi bisa juga dicampur menir. Misalnya beras kepala yang mahal dicampur menir agar lebih banyak, padahal kualitasnya jadi turun. Ini yang harus diwaspadai," katanya. .
Menurut Hasto, keberadaan kios Segoro Amarto membuat masyarakat Kota Jogja dapat mengakses beras berkualitas yang dijamin keasliannya dan terhindar dari praktik beras oplosan yang beredar di berbagai daerah.
Selain itu, Perum Bulog Kanwil Yogyakarta telah melarang penjualan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) secara eceran untuk mengantisipasi penyelewengan penjualan beras tersebut.
BACA JUGA: Wapres Gibran Tekankan Dana BSU untuk Kegiatan Produktif Bukan untuk Judi Online
Pimpinan Perum Bulog Kanwil Yogyakarta, Ninik Setyowati menuturkan pihaknya telah menerapkan aturan ketat untuk penebusan beras SPHP. Pedagang dibatasi hanya dapat menebus beras SPHP maksimal dua ton dan tidak boleh membuka kemasan untuk dijual secara eceran.
"Kami menetapkan persyaratan ketat, antara lain penyalur harus membuat surat pernyataan, siap didenda, bahkan dipidana jika melanggar," katanya.
Dia menambahkan selama ini pihaknya tidak pernah menemukan kasus beras oplosan dalam pendistribusian CBP di wilayah DIY sepanjang tahun 2023 hingga pertengahan 2024.
"Ini bukan Bulog. Kami memastikan beras di gudang Bulog adalah cadangan beras pemerintah yang tidak terkait oplosan," tegas Ninik.
Menurutnya, langkah-langkah penindakan terhadap beras oplosan seharusnya dilakukan Satgas Pangan. Menurutnya, selama ini Perum Bulog Kanwil Yogyakarta telah melakukan berbagai langkah untuk memastikan beras SPHP tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pedagang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Permintaan sapi kurban Rp23 juta-Rp25 juta meningkat jelang Iduladha 2026. Peternak Jogja datangkan sapi dari Madura dan Bali.
Satpol PP Solo meminta pedagang olahan daging anjing beralih usaha sesuai Perda Tertib Pangan Kota Solo 2025.
Lima WNI dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 dilaporkan ditahan Israel di perairan Siprus.
Jemaah haji asal Solo menjalani amputasi jempol kaki di Makkah akibat komplikasi diabetes saat ibadah haji 2026.
Harga minyak mentah Indonesia April 2026 melonjak menjadi 117,31 dolar AS per barel akibat konflik Timur Tengah dan Selat Hormuz.
Dewan Pers mendesak pemerintah Indonesia menempuh jalur diplomatik untuk membebaskan tiga jurnalis yang ditahan Israel.