Bukan Karena Gaji Kecil, Ini Penyebab Masyarakat Sulit Menabung
Dosen UMY mengungkap penyebab masyarakat sulit menabung. Gaya hidup konsumtif, minim target keuangan, dan lemahnya dana darurat menjadi faktor utama.
Penyerangan kekancingan oleh Sri Sultan HB X atau Sultan Jogja kepada Dirjen Bina Marga Roy Rizali Anwar di Kraton Kilen, Selasa (15/7/2025). /Bina Marga.
Harianjogja.com, JOGJA—Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan Hamengku Buwono X menyerahkan serat kekancingan tanah untuk pembangunan tiga ruas jalan tol di DIY kepada Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum.
Adapun ketiga ruas jalan tol di wilayah DIY tersebut antara lain tol Jogja-Solo (Prambanan-Junction Sleman), tol Jogja-Bawen dan Tol Jogja-Solo ruas Tol Jogja-YIA Kulonprogo (Junction Sleman-YIA). Penyerangan kekancingan itu diberikan oleh Sri Sultan HB X atau Sultan Jogja kepada Dirjen Bina Marga Roy Rizali Anwar di Kraton Kilen, Selasa (15/7/2025).
Penyerahan Serat Kekancingan tanah Kasultanan ini merupakan simbol kehormatan, amanah budaya dan bentuk kolaborasi luhur antara negara dan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat sebagai insitusi adat. Sekaligus sebagai bentuk bahwa Raja Kraton Ngayogyakarta secara resmi memberikan restu penggunaan tanah kasultanan tersebut untuk pembangunan jalan tol.
BACA JUGA: Beberapa Guru Sekolah Rakyat Mengundurkan Diri, Mensos: Kami Sedang Upayakan Penambahan
Dikutip dari laman resmi Kementerian PU, dalam perjanjian kerja sama objek tanah Kasultanan Ngayogyakarta seluas 320.000 meter persegi digunakan untuk pembangunan Jalan Tol Jogja-Bawen seluas 75.440,75 meter persegi. Terdiri atas 90 bidang tanah desa dan 8 bidang tanah Sultan Ground.
Adapun untuk pembangunan jalan tol Jogja-Solo dan Jogja-YIA Kulonprogo objek tanah yang digunakan seluas 245. 302 meter persegi terdiri dari 177 bidang tanah desa dan 17 bidang tanah Sultan Ground.
"Kami menyadari proses ini melibatkan aspek teknis, hukum, sosial, dan kultural yang sangat kompleks. Atas nama Kementerian Pekerjaan Umum dan secara khusus Direktorat Jenderal Bina Marga, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ngarsa Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X beserta seluruh Penghageng Kraton Jogja atas restu, dukungan, dan kelapangan hati dalam menyediakan tanah Kasultanan demi kemaslahatan rakyat," demikian pernyataan resmi Dirjen Bina Marga Roy Rizali Anwar sebagaimana dikutip, Minggu (20/7/2025).
Sebagaimana telah tertuang dalam perjanjian kerja sama antara Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Ditjen Bina Marga, dan Badan Usaha Jalan Tol, pembangunan jalan tol ini memanfaatkan lebih dari 320.000 meter persegi lahan Sultan Ground yang saat ini telah dilaksanakan untuk pekerjaan konstruksi jalan tol tersebut.
"Jalan tol Yogyakarta–Bawen [Tol Jogja-Bawen] dan Solo–Yogyakarta–Kulon Progo (Tol Jogja-Solo dan Tol Jogja-YIA] adalah bagian penting dari proyek strategis nasional, untuk mempercepat konektivitas antardaerah, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, serta memperkuat integrasi wilayah Jogja dengan Jawa Tengah dan sekitarnya," katanya.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Wilan Oktavian menambahkan untuk jalan tol Jogja-Bawen dengan panjang 75,12 kilometer terbagai menjadi 6 seksi. Antara lain, Seksi 1 Yogyakarta-SS Banyurejo dengan panjang 8,8 kilometer, Seksi 2 SS Banyurejo-Borobudur dengan panjang 15,2 kilometer dan Seksi 3 Borobudur-SS Magelang dengan panjang 8,1 kilometer.
Kemudian Seksi 4 SS Magelang-SS Temanggung dengan panjang 16,65 kilometer, untuk Seksi 5 SS Temanggung-SS Ambarawa 21,39 kilometer dan terakhir seksi 6 SS Ambarawa-JC Bawen total panjang 4,98 kilometer.
Adapun Tol Jogja-Solo dan Tol Jogja-YIA dibangaun dalam tiga tahap, di antaranya yang telah beroperasi berada diruas tol Kartasura-Klaten, sementara ruas Klaten-Prambanan saat ini sudah beroperasi namun belum bertarif.
Adapun untuk ruas Prambanan-Purwomartani sudah mencapai progres fisik konstruksi 78,93 persen, sementara ruas Purwomartani-Maguwo dan Junction Sleman-Trihanggo masih dalam proses pembangunan.
"Untuk tahap 2 dan 3, masih dalam proses pembebasan lahan, ruas tol Solo-Yogyakarta-Kulonprogro [tol Jogja-Solo dan tol Jogja-YIA] direncanakan operasi pada tahun 2028," kata Wilan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dosen UMY mengungkap penyebab masyarakat sulit menabung. Gaya hidup konsumtif, minim target keuangan, dan lemahnya dana darurat menjadi faktor utama.
Vivo X Fold 6 resmi rilis dengan kamera 200MP, baterai 7000 mAh, dan chip MediaTek. Ini spesifikasi lengkap dan harganya.
Gempa bumi tektonik kembali mengguncang wilayah selatan Jawa tepatnya Pacitan Jawa Timur pada Sabtu, 27 Juni 2026 sore.
Gempa Pacitan Magnitudo 5,6 terasa hingga DIY. Warga Banguntapan Bantul berhamburan keluar rumah, BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada.
eklarasi diikuti oleh Satgas Giant SMK Negeri 2 Depok bersama perwakilan Satgas Anti Narkoba dari sejumlah sekolah di DIY.
Truk paket tujuan NTT terbakar di Tol Semarang-Solo. Muatan hangus, diduga akibat as roda patah.