Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Skrining TBC - Ilustrasi Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kesehatan Gunungkidul menemukan 291 kasus baru penderita TBC di semester pertama 2025. Upaya skrining akan terus dilakukan untuk mengefektifkan dalam pencegahan penularan penyakit ini.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Ismono mengatakan, pihaknya baru saja selesai melaksanakan kegiatan rutin bertajuk Active Case Finding Tuberkolosis (ACF TB). Kegiatan ini berlangsung pada pertengahan Mei hingga Juni 2025.
Didalam upaya skrining tersebut, terdapat target menemukan suspek penderita TBC sebanyak 3.000 orang dengan melibatkan seluruh puskesmas di Bumi Handayani. Pada saat pelaksanaan berhasil melakukan pengetesan sebanyak 3.412 warga yang terindikasi TBC. “Yang dites melebihi dari target,” katanya, Senin (21/7/2025).
BACA JUGA: Penyebab KM Barcelona Terbakar Diduga Akibat Ledakan di Ruang Mesin Kapal
Adapun hasilnya terdapat 291 warga yang dinyatakan positif TBC baru di Gunungkidul. “Setelah dinyatakan positif langsung dilakukan penanganan untuk penyembuhan agar tidak menular ke orang lain,” katanya.
Menurut dia, untuk penanganan penyakit TBC masih banyak tantangan. Pasalnya, kesadaran Masyarakat untuk pemeriksaan masih kurang, meski telah terindikasi terkena penyakit tersebut.
“Contohnya saat batuk selama tiga minggu, masih dianggap biasa. Padahal harus diperiksa lebih intesif untuk memastikan penyakit yang diderita,” ungkapnya.
Di sisi lain, didalam upaya tracing juga ada kendalaa karena kesulitan untuk mengambil specimen dahak warga yang terindikasi suspek TBC. “Tentunya upaya penelusuran terus dioptimalkan karena menjadi bagian dalam memerangi penyakit TBC di Masyarakat, sehingga tracing terus dijalankan,” katanya.
Ismono menambahkan, penelusuran penderita TBC ini menjadi salah satu program unggulan 100 hari kerja bupati dan wakil bupati Gunungkidul di dinas kesehatan. Oleh karena itu, upaya penelusuran terus digencarkan hingga sekarang.
“Semakin banyak ditemukan, maka tidak hanya pengobatan lebih mudah. Tapi, potensi penularan juga dapat ditekan. Tujuannya, juga untuk mewujudkan Gunungkidul Sehat, Wargane Kuat Masa Depan Hebat,” katanya.
BACA JUGA: Prabowo Serahkan SK Badan Hukum Koperasi Merah Putih Hari Ini
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Gunungkidul, Sidig Hery Sukoco mengatakan, skrining yang dilakukan menjadi salah satu cara efektif untuk mengetahui penderita TBC. Hal ini sebagai upaya mengoptimalkan dalam pencegahan.
Kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan mengurangi risiko penderita, tapi juga sebagai upaya memberikan pengobatan sehingga penderita dapat segera disembuhkan. “Mudah-mudahan skrening ini dapat menemukan para penderita TBC sehingga potensi penularan bisa ditekan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Harga oli Pertamina Lubricants naik rata-rata 17% sejak Juni 2026 akibat kenaikan biaya produksi dan tekanan nilai tukar.
Anak gajah Yuna mati di PLG Saree Aceh diduga terinfeksi EEHV. BKSDA Aceh melakukan deteksi dini terhadap gajah anakan lainnya.
Kemnaker dan SIGAB meluncurkan panduan optimalisasi ULD untuk memperluas akses kerja penyandang disabilitas dan memperkuat pendampingan.
Debit sumber air Sungai Krasak menurun sehingga Sleman menyiapkan dropping air untuk mengantisipasi kekeringan di Girikerto.
Kerusuhan hajatan di Sragen viral di media sosial. Korban bersama tim musik resmi melaporkan dugaan penganiayaan ke Polres Sragen.