Kelok 23 Pangkas Waktu Tempuh, Nasib TPR Pantai Selatan Bantul Dievaluasi
JJLS Kelok 23 dibuka, Dispar Bantul akan mengevaluasi dampaknya terhadap kunjungan wisatawan dan masa depan TPR pantai.
Dokter. - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA–RSUP Dr Sardjito berupaya menghadirkan pengobatan regeneratif nasional lewat pengembangan terapi stem cell atau sel punca.
Terapi ini dinilai menjanjikan dalam memperbaiki berbagai kondisi medis kronis seperti osteoarthritis, diabetes, stroke, hingga layanan estetika, meski masih membutuhkan edukasi publik dan penerapan hati-hati.
Pakar stem cell RSUP Dr Sardjito, dr. Rusdy Ghazali Malueka menjelaskan, stem cell adalah sel induk yang mampu memperbaiki jaringan tubuh rusak akibat penyakit, cedera, atau penuaan. “Mereka merupakan sistem perbaikan alami tubuh,” katanya belum lama ini.
Menurutnya, di Sardjito Stem Cell and Regenerative Center, terapi dilakukan secara aman dan bertarget menggunakan sel punca dari tali pusat, sumsum tulang, serta sekretom. Namun ia menyoroti maraknya promosi terapi yang tidak transparan. “Pasien berhak tahu asal dan jenis stem cell yang digunakan,” ujarnya.
Stem cell dewasa yang digunakan untuk terapi berasal dari jaringan tubuh seperti darah, lemak, dan tali pusat. Sedangkan jenis embrionik dan dari hewan atau tumbuhan tidak digunakan karena alasan etika dan keamanan.
Terapi ini telah diterapkan untuk menangani penyakit degeneratif, autoimun, hingga perawatan estetika seperti rejuvenasi kulit dan rambut rontok. Meski begitu, dr. Rusdy menekankan bahwa efektivitasnya sangat tergantung pada kondisi masing-masing pasien.
Prosedur pemberian stem cell dilakukan melalui injeksi atau infus dan umumnya menunjukkan hasil positif dalam tiga hingga enam bulan. Efek samping ringan bisa terjadi, tapi kasus serius dapat diminimalkan dengan prosedur medis yang tepat.
“Tidak ada batasan usia, tapi persiapan seperti menghentikan obat tertentu mungkin diperlukan,” ujarnya.
Meski belum menjanjikan kesembuhan total, riset menunjukkan hasil signifikan terhadap kualitas hidup pasien. Terapi ini telah memiliki payung hukum melalui Peraturan Menteri Kesehatan dan diharapkan makin berkembang dengan dukungan regulasi dan edukasi yang kuat.
“Dengan pengawasan ketat dan informasi yang benar, terapi ini bisa menjadi harapan baru bagi banyak pasien,” tutup dr. Rusdy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
JJLS Kelok 23 dibuka, Dispar Bantul akan mengevaluasi dampaknya terhadap kunjungan wisatawan dan masa depan TPR pantai.
Tim penyidik KPK menggeledah tiga ruangan di kompleks Kementerian ATR/BPN Jakarta dan membawa tiga koper terkait penyidikan suap HGB.
BBWSSO selesaikan uji sampel air sungai di Gunungkidul. Hasilnya kategori cemar ringan namun tetap dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Stasiun Geofisika Manado mencatat 515 gempa tektonik guncang Sulawesi Utara selama Agustus 2026. Gempa terbesar capai magnitudo 6,5.
Jadwal DAMRI dari YIA Jumat 18 September 2026 tersedia ke lima tujuan. Tarif promo YIA-Jogja Rp50.000 berlaku hingga September.
Ratusan siswa SMKN 1 Boyolangu Tulungagung mengeluh diare usai santap menu MBG. Dinkes amankan sampel makanan untuk uji laboratorium.