Lebih dari 15 Tahun, BU Printing Jadi Partner Produksi Buku
BU Printing & Packaging telah lebih dari 15 tahun menangani produksi buku untuk penulis, penerbit, kampus, sekolah, perusahaan hingga instansi
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, saat memaparkan pelaksanaan Rakernas XI JKPI 2025, dalam konferensi pers di Balai Kota Jogja, Senin (28/7/2025). Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat
JOGJA—Kota Jogja menjadi tuan rumah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XI Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) pada Selasa-Minggu (5-9/8/2025).
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, menegaskan kegiatan ini tak hanya menjadi ajang strategis bagi pelestarian warisan budaya, namun juga diharapkan memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat, terutama pelaku UMKM dan sektor pariwisata lokal.
Hasto menyatakan kesiapan Kota Jogja sebagai tuan rumah. Ia berharap perhelatan ini menjadi momen penting yang menunjukkan bahwa pelestarian budaya bisa berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
“Ketika nilai luhur budaya dan pusaka diimplementasikan, maka ia harus produktif dan inovatif. Jadi berbudaya itu harus bisa sekaligus bisa untuk menyejahterahkan,” ujar Hasto, Senin (28/7/2025).
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menyambut para tamu dan menjaga citra Jogja sebagai kota yang ramah. Hasto berpesan kepada masyarakat agar memberi kesan positif kepada peserta JKPI yang akan datang. “Jangan sampai nanti rombongan dari JKPI datang, ada yang kena tarif parkir nuthuk, jajan juga kena thuthuk, jangan sampai itu terjadi,” katanya.
Hasto optimistis gelaran JKPI ini akan berdampak positif terhadap masyarakat Jogja. Digelarnya beragam kegiatan disebut akan menggeliatkan perekonomian masyarakat. “Ini menjadi multiplier effect yang bisa dirasakan, karena pelaku UMKM bisa membuka lapak sehingga diharapkan mampu menggeliatkan ekonomi,” kata Hasto.
BACA JUGA: Marak Parkir Liar di Jogja, Wali Kota Hasto Wacanakan Ada Valet Parking
Direktur Eksekutif JKPI, Asfarinal, menjelaskan JKPI berdiri pada 2008 di Kota Solo, dan berawal dari forum Kongres Kota Pusaka se-Asia Pasifik. Hingga kini, organisasi ini telah mewadahi 75 kota dan kabupaten, termasuk beberapa kabupaten bekas ibu kota kerajaan di Indonesia. “Jogja dipilih sebagai tuan rumah pada Rakernas sebelumnya di Semarang melalui voting. Kita tahu, Jogja tidak perlu diragukan sebagai kota budaya,” katanya.
Rakernas XI tahun ini juga akan menjadi momen penting bagi pengesahan anggota baru dan pembahasan arah kebijakan pelestarian kota pusaka di masa mendatang.
Sementara, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Jogja, Yetti Martanti, mengatakan sebanyak 53 anggota JKPI sudah mengonfirmasi kehadiran, ditambah enam kabupaten/kota peninjau. “Jadi total ada 59 daerah, termasuk Jogja,” katanya.
Rangkaian acara dimulai sejak 30 Juli hingga 4 Agustus melalui pre-event Festival Sastra Yogyakarta (FSY). Sementara, agenda utama Rakernas akan berlangsung 5–9 Agustus, diawali dengan pembukaan Pasar Malam Indonesia pada 5 Agustus.
Pasar malam ini akan menghadirkan booth UMKM dari berbagai daerah anggota JKPI yang menampilkan produk khas masing-masing, sekaligus sebagai ajang pertukaran budaya dan promosi ekonomi kreatif. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BU Printing & Packaging telah lebih dari 15 tahun menangani produksi buku untuk penulis, penerbit, kampus, sekolah, perusahaan hingga instansi
Romelu Lukaku resmi bergabung dengan Fenerbahce dari Napoli dengan nilai transfer 6 juta euro. Striker Belgia itu kembali ke Turki setelah 30 tahun
KLH/BPLH menerbitkan Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2026 yang melarang pembukaan lahan dengan cara membakar. Kebijakan ini diterapkan untuk mencegah karhutla di te
LPEM FEB UI mengungkap lima jurusan kuliah yang paling banyak menyumbang pengangguran lulusan S1 di Indonesia. Manajemen berada di posisi teratas, disusul Hukum
Hujan meteor Perseid masih dapat disaksikan dari Indonesia pada 13-14 Agustus 2026. Simak waktu terbaik, cara mengamati, dan lokasi ideal untuk melihat meteor.
Menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Kimaya Sudirman Yogyakarta menghadirkan dua program spesial sepanjang Agustus 2026