Simulasi Bencana di Kepatihan Tingkatkan Kesiapsiagaan Penyelamatan
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Foto ilustrasi sekolah rakyat, dibuat menggunakan AI ChatGPT.
Harianjogja.com, JOGJA—Dua siswa Sekolah Rakyat (SR) 19 Sonosewu berniat mengundurkan diri dan pulang ke rumahnya. Alasan dari mereka karena kangen keluarga. Saat ini pendamping tengah membujuk kedua siswa untuk kembali bersekolah.
Kepala Dina Sosial DIY, Endang Patmintarsih, menjelaskan dua siswa dari SR 19 mau mengundurkan diri, namun masih berusaha untuk dicegah.
BACA JUGA: SR Sonosewu Butuh Operator
“Ini masih proses kita bujuk, kita kasih motivasi kalau tidak sekolah bagaimana. Oke lah pulang sementara, tapi kami dorong kasih semangat untuk kembali,” ujarnya, Senin (4/8/2025).
Dua siswa tersebut mengundurkan diri salah satunya karena alasan kangen keluarga, tepatnya eyangnya. Sedangkan satunya beralasan ingin ke sekolah negeri. “SR kan negeri. Kalau cuma cari negeri SR ni negeri. Dia banyak alasan, mungkin dia males sekolah,” paparnya.
Kedua siswa tersebut pulang tidak dengan cara kabur dari SR, melainkan setelah pamit dengan pihak SR. Ketika dicek oleh pihak SR di rumah masing-masing, mereka ada di rumahnya. “Jadi tidak minggat ya, mereka izin,” kata dia.
Ia berharap kedua siswa tersebut masih bisa dibujuk untuk kembali bersekolah di SR sehingga terus diupayakan memotivasinya. “Kami masih mendorong terus biar anaknya may sekolah, jangan sampai ga sekolah, nanti Drop Out terus jadi anak ga bener,” ungkapnya.
Namun jika segala upaya sudah dicoba dan mereka tetap tidak mau, maka pihaknya tidak bisa memaksakan. Jika memang demikian SR 19 akan membuka pendaftaran bagi siswa baru untuk pengganti kedua siswa yang mundur tersebut.
“Saya ga bisa maksa karena kita sudah berusaha sekali jangan sampai dia tidak sekolah. Kita kasih kesempatan lagi untuk yang mau sekolah yang tidak mampu, karena masih pengenalan lingkungan juga. Jika ada yang mau ya untuk pengganti itu kita masukkan,” katanya.
Walau ada yang tidak betah, namun ia memastikan sebagian lainnya siswa SR sudah beradaptasi dan menikmati berproses di SR. “Sudah menjadi anak anak yang bertanggung jawab dengan kesehariannya di asrama, bangun pagi, siap-siap aktivitas sekolah,” ungkapnya.
Bahkan, beberapa siswa yang muslim melaksanakan puasa sunnah di asrama SR untuk lebih mendekatkan diri dengan Tuhan. “Yang muslim banyak yang puasa kalau hari kamis dan senin. Banyak yang terpanggil untuk lebih mendekatkan diri lagi dan semangat,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Rusia mengklaim menyerang pusat logistik dan fasilitas produksi drone Ukraina, sementara Iran memprotes serangan Ukraina di Laut Kaspia.
Pemkot Semarang menginstruksikan OPD dan warga siaga penuh menghadapi kemarau ekstrem 2026 untuk mencegah kebakaran dan gangguan kesehatan.
Distribusi Minyakita melalui BUMN mencapai 50,16%, namun harga rata-rata nasional masih berada di atas HET Rp15.700 per liter.
PDIP Kota Yogyakarta menanam 300 pohon, menggelar simulasi bencana, dan pelayanan kesehatan lansia saat pelantikan pengurus.
Samsung Galaxy Watch Ultra2 hadir dengan fitur kesehatan berbasis AI untuk trail running, diving, dan pemantauan kebugaran harian.