Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Foto ilustrasi sekolah rakyat, dibuat menggunakan AI ChatGPT.
Harianjogja.com, JOGJA—Dua siswa Sekolah Rakyat (SR) 19 Sonosewu berniat mengundurkan diri dan pulang ke rumahnya. Alasan dari mereka karena kangen keluarga. Saat ini pendamping tengah membujuk kedua siswa untuk kembali bersekolah.
Kepala Dina Sosial DIY, Endang Patmintarsih, menjelaskan dua siswa dari SR 19 mau mengundurkan diri, namun masih berusaha untuk dicegah.
BACA JUGA: SR Sonosewu Butuh Operator
“Ini masih proses kita bujuk, kita kasih motivasi kalau tidak sekolah bagaimana. Oke lah pulang sementara, tapi kami dorong kasih semangat untuk kembali,” ujarnya, Senin (4/8/2025).
Dua siswa tersebut mengundurkan diri salah satunya karena alasan kangen keluarga, tepatnya eyangnya. Sedangkan satunya beralasan ingin ke sekolah negeri. “SR kan negeri. Kalau cuma cari negeri SR ni negeri. Dia banyak alasan, mungkin dia males sekolah,” paparnya.
Kedua siswa tersebut pulang tidak dengan cara kabur dari SR, melainkan setelah pamit dengan pihak SR. Ketika dicek oleh pihak SR di rumah masing-masing, mereka ada di rumahnya. “Jadi tidak minggat ya, mereka izin,” kata dia.
Ia berharap kedua siswa tersebut masih bisa dibujuk untuk kembali bersekolah di SR sehingga terus diupayakan memotivasinya. “Kami masih mendorong terus biar anaknya may sekolah, jangan sampai ga sekolah, nanti Drop Out terus jadi anak ga bener,” ungkapnya.
Namun jika segala upaya sudah dicoba dan mereka tetap tidak mau, maka pihaknya tidak bisa memaksakan. Jika memang demikian SR 19 akan membuka pendaftaran bagi siswa baru untuk pengganti kedua siswa yang mundur tersebut.
“Saya ga bisa maksa karena kita sudah berusaha sekali jangan sampai dia tidak sekolah. Kita kasih kesempatan lagi untuk yang mau sekolah yang tidak mampu, karena masih pengenalan lingkungan juga. Jika ada yang mau ya untuk pengganti itu kita masukkan,” katanya.
Walau ada yang tidak betah, namun ia memastikan sebagian lainnya siswa SR sudah beradaptasi dan menikmati berproses di SR. “Sudah menjadi anak anak yang bertanggung jawab dengan kesehariannya di asrama, bangun pagi, siap-siap aktivitas sekolah,” ungkapnya.
Bahkan, beberapa siswa yang muslim melaksanakan puasa sunnah di asrama SR untuk lebih mendekatkan diri dengan Tuhan. “Yang muslim banyak yang puasa kalau hari kamis dan senin. Banyak yang terpanggil untuk lebih mendekatkan diri lagi dan semangat,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Chery dan BYD mengkaji potensi kenaikan harga mobil di Indonesia akibat pelemahan rupiah dan tekanan biaya produksi.
Panduan membaca hasil TKA Kemendikdasmen agar peserta didik memahami makna skor dan kategori penilaian akademik.
Dinas Kebudayaan (Disbud) Bantul kembali menggelar kegiatan Internalisasi Kesejarahan melalui Pembinaan Komunitas.
Harga LPG non-subsidi di Kulonprogo naik sekitar Rp10 ribu per tabung, penjualan mulai menurun di sejumlah pangkalan.
Leo/Daniel naik peringkat BWF usai juara Thailand Open 2026, diikuti perubahan ranking atlet bulu tangkis Indonesia lainnya.