WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Foto ilustrasi Koperasi Merah Putih dibuat oleh AI ChatGPT
Harianjogja.com, JOGJA—Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) didorong untuk mulai aktivitas usahanya sesuai denganke kebutuhan masyarakat di wilayahnya. Pembiayaan bisa dengan simpanan anggota atau utang dengan proposal bisnis.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (UKM) DIY, Srie Nurkyatsiwi, menjelaskan semua KDMP ditargetkan sudah memulai aktivitas usahanya pada Oktober mendatang. “438 koperasi sudah berbadan hukum, lalu ada lima mock up. Sampai Oktober harapanya aktivitas mulai jalan,” ujarnya, Senin (4/8/2025).
Saat ini Pemda DIY bersama lembaga terkait lainnya tengah memetakan KDMP untuk mengetahui profil KDMP di DIY, terutama terkait SDM, kelembagaan dan potensi yang harus dikembangkan. “Enam gerai tidak harus semuanya langsung jalan, tapi bertahap,” katanya.
BACA JUGA: TPST Donokerto Operasikan 3 Modul Pengolah Sampah Pekan Ini
Ia mencontohkan seperti di Purwokinanti, Kota Jogja yang banyak ekonomi kreatif yang bergerak di masyarakat, maka itu yang dijalankan. Sedangkan kalau secara umum, di DIY kebanyakan yang didorong adalah ketahanan pangan. “Kita bicara sektor pertanian, kita kuatkan pengadaan saprodi [sarana produksi pertanian],” ungkapnya.
KDMP juga harus menjawab apa yang menjadi permasalahan atau kebutuhan di wilayah masing-masing. Ia mencontohkan jika masyarakat kesulitan dalam mendapatkan gas melon dengan Harga Eceran Tertinggi (HET), maka KDMP pun harus diarahkan ke situ.
“Kira kira gas melon ada enggak? Ada tapi mahal. Maka harapanya koperasi menjadi agen dengan harga HET. Artinya masyarakat di situ bisa mendapatkan gas dengan mudah dan murah. Di wiayah pertanian, koperasi bisa menjadi agen pupuk, petani fokus di produksi dengan akses pupuk mudah dan murah,” katanya.
KDMP mengelola secara mandiri koperasi. Pemda DIY sebatas memfasilitasi peningkatan kompetensi, pembinaan manajemen dan pendampingan bisnis plan. “Tapi mereka mengimplementasi menjadi ketugasan koperasi bisa dari simpanan wajib simpanan pokok anggota,” katanya.
BACA JUGA: Tukang Bangunan Meninggal Tersetrum Aliran Listrik di Colomadu
Pembiayaan juga bisa dilakukan melalui skema utang, dengan pengajuan proposal bisnis ke lembaga pembiayaan. “Berdasarkan PMK [Peraturan Menteri Keuangan] No. 49/2025, kalau mau pinjam harus ada tanda tangan lurah, bupati/walikota. Jadi semuanya transparan,” ujarnya.
Karena merupakan program baru, maka pihaknya masih terus berupaya menyatukan visi dan tujuan pengurus dan anggota KDMP agar memiliki pemahaman yang sama. “Maka kita lakukan sosialisasi untuk menyatukan pemahaman bersama, karena keragamannya banyak sekali dari sisi usia, pendidikan, ekonomi, semua berpengaruh,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Menteri Hukum menyebut 300 WNI mengajukan pelepasan kewarganegaraan. Kenaikan tarif dinilai tidak berdampak bagi masyarakat umum
Investasi Sleman triwulan II 2026 mencapai Rp931,7 miliar. Sektor kelistrikan mendominasi dan menyerap 2.448 tenaga kerja baru.
Presiden Prabowo mengingatkan 1.177 perwira TNI-Polri menjaga integritas, menjauhi korupsi, narkoba, judi, dan mengabdi kepada rakyat.
Warga Kotagede mengikuti pelatihan susur Sungai Gajah Wong untuk mendeteksi dini potensi banjir dan memperkuat mitigasi bencana.
Polres Bantul mengungkap peredaran 1.602 pil berlogo Y di Pleret dan Banguntapan. Seorang pemasok ditangkap berkat laporan warga.