130 Warga Sleman Keracunan Usai Hajatan, Ini Hasil Uji Laboratoriumnya
Dinkes Sleman ungkap keracunan Toragan akibat Salmonella dari makanan hajatan, seluruh pasien kini telah pulih.
Ilustrasi waste to energy, atau sampah jadi energi. - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Donokerto di Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman direncanakan beroperasi pekan pertama Agustus 2025. Namun, operasionalnya baru bisa menggunakan dua modul lantaran ada keterbatasan pekerja.
Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau DLH Sleman Junaidi mengatakan sarana prasarana pengolahan sampah telah terpasang semua. TPST ini menggunakan tiga modul pengolahan sampah.
TPST berkapasitas pengolahan 60 ton per hari itu akan membantu mengurangi timbulan sampah di Bumi Sembada yang dapat menyentuh 601,6 ton per hari atau 18.048 ton per bulan.
BACA JUGA: PSS Sleman Lakukan Evaluasi Seusai Uji Coba Lawan PSBS Biak
“Tapi memang baru dua modul yang akan kami operasikan. Soalnya pekerja untuk mengoperasikan juga masih kurang. Pekan ini bisa beroperasi kalau tidak ada kendala, atau bisa juga pekan depan,” kata Junaidi dihubungi, Senin (4/8/2025).
Hasil pengolahan sampah itu nantinya berwujud refuse-derived fuel (RDF). RDF ini kemudian akan dijual ke Cilacap sebagai bahan bakar alternatif pengganti batu bara. Pemkab Sleman juga akan memperpanjang perjanjian kerja sama dengan PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI).
Kabupaten Sleman mendapat kuota untuk memasok 100 ton RDF per hari untuk PT SBI meski belum dapat memenuhi permintaan tersebut.
Ihwal bau dari pengelolaan sampah di TPST Donokerto, DLH berupaya menekan semaksimal mungkin bau yang ditimbulkan agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat. Meski begitu, Junaidi menegaskan setiap pengelolaan sampah pasti akan menimbulkan baru.
BACA JUGA: PBNU Kritik PPATK Terkait Pemblokiran Rekening: Ini Serampangan!
“Tetap menimbulkan bau. Kalau ditanya berapa radius bau akan menyebar, kami belum bisa mengukur. Kalau sudah beroperasi baru bisa kami hitung,” katanya.
Kepala UPTD Pelayanan Persampahan DLH Sleman, Singgih Budiyana, menambahkan timbulan atau volume sampah selama semester I 2025 mencapai 6.914 ton. Catatan ini berasal dari sampah masuk di tiga TPST di Sleman, yaitu TPST Sendangsari Minggir, TPST Tamanmartani Kalasan, dan TPST Sinduadi Mlati.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Sleman ungkap keracunan Toragan akibat Salmonella dari makanan hajatan, seluruh pasien kini telah pulih.
KPK mendalami dugaan aliran uang kepada Bupati Tulungagung nonaktif Gatut Sunu Wibowo lewat pemeriksaan sembilan saksi.
Anwar Ibrahim mendesak Israel segera membebaskan aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan saat membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Polresta Sleman kembali membuka peluang restorative justice dalam kasus Shinta Komala terkait dugaan penggelapan iPhone 14.
Kasus kekerasan seksual santri di Lombok Tengah mengungkap penggunaan aplikasi khusus gay oleh tersangka berinisial YMA.
Transformasi ekonomi DIY dinilai tak bisa dipisahkan dari budaya lokal yang menjadi fondasi pengembangan ekonomi kreatif Yogyakarta.