Visi Bupati Sleman 2025-2029 Diterjemahkan ke Program OPD
Sekda Sleman Abu Bakar memastikan visi-misi pembangunan 2025-2029 diterjemahkan menjadi program dan indikator kinerja setiap OPD.
Ilustrasi Tempe Pondoh Sleman.ist/shutterstock
Harianjogja.com, SLEMAN—Kabar menggembirakan sekaligus mengingatkan datang dari Kabupaten Sleman. Produk khas daerah, Tempe Pondoh, akhirnya resmi mendapat perlindungan hukum sebagai Kekayaan Intelektual Komunal (KIK).
Langkah ini menjadi krusial, mengingat potensi klaim sepihak terhadap produk tradisional kerap terjadi jika tidak segera dilindungi.
Penyerahan Surat Pencatatan KIK dilakukan oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) DIY dalam agenda kerja sama perlindungan hukum bersama pemerintah kabupaten/kota se-DIY di Hotel Grand Rohan, Selasa (12/5/2026).
Tempe Pondoh sendiri bukan sekadar makanan biasa. Produk ini merupakan warisan turun-temurun masyarakat Padukuhan Surokerten, Kalurahan Selomartani, Kapanewon Kalasan, yang telah menjadi identitas kuliner khas Sleman.
Kepala Kanwil Kemenkum DIY, Agung Rektono Seto, menegaskan bahwa perlindungan terhadap kekayaan intelektual komunal kini menjadi kebutuhan mendesak.
“Di tengah derasnya arus informasi, karya dan pengetahuan tradisional sangat rentan diklaim pihak lain. Negara harus hadir melindungi,” ujarnya.
Tak hanya soal perlindungan, pencatatan ini juga menjadi langkah strategis untuk menjaga nilai ekonomi masyarakat lokal.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menilai pengakuan ini sebagai bentuk nyata komitmen pemerintah dalam menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat potensi ekonomi daerah.
“Ini bukan sekadar pengakuan, tapi juga perlindungan bagi masyarakat yang selama ini menjaga tradisi,” katanya.
Pernah Nyaris Direbut, Sleman Tak Mau Kecolongan Lagi
Kasus serupa ternyata pernah terjadi. Produk legendaris Ayam Goreng Kalasan sempat terdeteksi hendak diklaim oleh pihak luar daerah melalui sistem pendaftaran HAKI.
Beruntung, upaya tersebut berhasil digagalkan.
Padahal, Ayam Goreng Kalasan sudah masuk dalam daftar Warisan Budaya Takbenda (WBTb), yang seharusnya tidak bisa diklaim secara sepihak.
Pengalaman tersebut menjadi alarm keras bagi Pemkab Sleman untuk bergerak cepat.
Kini, pemerintah daerah didorong melakukan pendataan secara masif terhadap berbagai potensi kekayaan intelektual komunal lain agar tidak kembali “kecolongan”.
Lebih dari Sekadar Tempe, Ini Soal Identitas Daerah
Dengan perlindungan resmi ini, Tempe Pondoh kini tidak hanya menjadi kebanggaan lokal, tetapi juga memiliki posisi hukum yang kuat.
Pemerintah berharap langkah ini mampu Melestarikan warisan budaya, Mengangkat nilai ekonomi masyarakat hingga Mencegah klaim sepihak oleh pihak luar.
Momentum ini sekaligus menjadi pengingat: kekayaan tradisional bukan sekadar warisan, tapi aset berharga yang harus dijaga bersama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sekda Sleman Abu Bakar memastikan visi-misi pembangunan 2025-2029 diterjemahkan menjadi program dan indikator kinerja setiap OPD.
Kementan menargetkan tambahan 600.000 sapi perah hingga 2029 untuk memperkuat produksi susu lokal dan menekan ketergantungan impor.
Partai Gema Bangsa bersilaturahmi ke PP Muhammadiyah di Jogja membahas desentralisasi politik dan target Pemilu 2029.
Dugaan politik uang muncul di Pilur Panggungharjo. Calon lurah melapor, sementara panitia mengingatkan fakta integritas dan mekanisme penanganan.
BMKG memprakirakan sejumlah wilayah berpotensi hujan pada 2–5 Oktober 2026 meski kemarau panjang masih melanda banyak daerah.
IKI September 2026 berada di level 51,93 atau turun 0,37 poin. Industri masih ekspansi, tetapi biaya logistik dan BBM menekan laju.