Seragam Gratis Bantul 2026 Diproses, Disdikpora Tunggu Hasil SPMB
Seragam gratis Bantul 2026 masih dalam tahap pengadaan. Disdikpora menunggu hasil akhir SPMB untuk menentukan jumlah penerima.
Foto ilustrasi penemuan mayat/jenazah. - Foto dibuat menggunakan Artificial Intelligence ChatGPT
Harianjogja.com, BANTUL—Penemuan mayat perempuan tanpa identitas di kawasan Bumi Perkemahan Dewaruci, Dusun Wonoroto, Kalurahan Gadingsari, Kapanewon Sanden, Kabupaten Bantul pada Selasa (5/8/2025) sore. menyisakan tanda tanya.
Hingga Rabu (6/8/2025), upaya pengungkapan identitas korban masih belum membuahkan hasil. Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana, menjelaskan bahwa dugaan sementara korban belum terdaftar dalam data kependudukan elektronik.
"Identitas yang bersangkutan belum ditemukan. Diduga korban belum terdaftar di kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el)," ujar Jeffry saat dikonfirmasi Kamis (7/8/2025).
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban diperkirakan berusia sekitar 45 tahun. Saat ditemukan, ia mengenakan daster bermotif kombinasi warna putih, biru, dan pink, serta celana pendek bermotif garis abu-abu. Selain itu, terdapat cincin berwarna putih di jari tengah tangan kanannya.
Kemudian dari olah tempat kejadian perkara yang dilakukan oleh tim INAFIS Polres Bantul bersama tenaga medis dari Puskesmas Sanden, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun, jenazah menunjukkan gejala lebam akibat paparan sinar Matahari.
"Korban diperkirakan meninggal sejak 12 hingga 24 jam sebelum ditemukan. Namun, saat ditemukan, tubuh korban terdapat lebam hitam di muka, tangan, dan kaki karena terkena sinar matahari," kata Jeffry.
BACA JUGA: Alasan Karang Taruna Temuwuh Kidul, Sleman Lukis Jalan Kampung dengan Logo One Piece
Panewu Sanden, Deni N Hartono, menyatakan bahwa tidak ada laporan orang hilang dari warga setempat dalam beberapa waktu terakhir.
"Daerah ditemukannya tubuh korban itu kan jadi tempat yang sering untuk melakukan manasik haji di bawah yayasan tertentu. Namun, karena ada kabar soal megatrust, daerah itu menjadi sepi dan kurang terawat," jelas Deni.
Meski kawasan itu tidak ramai seperti dahulu, aktivitas masyarakat sekitar seperti bertani masih berlangsung di lahan-lahan sawah di sekitar lokasi. Hanya saja, permukiman warga berada cukup jauh dari titik penemuan jenazah.
"Jarak lokasi kejadian sama permukiman itu jauh. Ya berkilo-kilo meter lah kalau sampai ke permukiman. Karena kan lokasi kejadian berada di selatan Jalan Jalur Lintas Selatan," ujarnya.
Menurut Deni, selama ini belum pernah ada kejadian serupa di kawasan tersebut. Ia pun berharap masyarakat dapat lebih tanggap terhadap lingkungan sekitar dan segera melapor jika menemukan hal-hal mencurigakan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seragam gratis Bantul 2026 masih dalam tahap pengadaan. Disdikpora menunggu hasil akhir SPMB untuk menentukan jumlah penerima.
Gempa DIY membuat perjalanan kereta sempat dihentikan sementara. KAI Daop 6 memastikan seluruh operasional kereta kini kembali normal dan aman.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.