Kebakaran KMP Putri Yasmin, 172 Orang Selamat, 1 Meninggal
KMP Putri Yasmin terbakar di Selat Lombok. Tim SAR mengevakuasi 173 orang, terdiri atas 172 korban selamat dan 1 meninggal dunia.
Orangtua perlu untuk meningkatkan pemahaman terkait pola asuh yang sehat dan mendukung perkembangan anak. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Orangtua perlu untuk meningkatkan pemahaman terkait pola asuh yang sehat dan mendukung perkembangan anak. Saat ini banyak orang tua masih menerapkan pola asuh berdasarkan kebiasaan lama yang kurang mempertimbangkan pendekatan ilmiah dan perkembangan zaman.
Merespons persoalan itu Prodi Psikologi UMBY bersama Tim Capung Indonesia melaksanakan kegiatan psikoedukasi bertema Positive Parenting bagi orang tua siswa kelas 1 di MI Ma’arif Sokorini, Muntilan, Magelang pada Rabu (23/7/2025) lalu. Kegiatan ini diampu oleh dua dosen PPsikologi yaitu Luthfi Noor Aini dan Davita Variani serta dibantu mahasiswa.
"Pola asuh yang masih memakai kebiasaan lama yang kurang mempertimbangkan pendekatan ilmiah bisa berdampak pada tumbuh kembang anak, terutama dalam hal kemampuan sosial, emosional, dan kemandirian," kata Luthfi Noor Aini.
BACA JUGA: Edukasi Parenting Pemberdayaan Keluarga di PCA Kraton
Oleh karena itu, psikoedukasi sangat penting untuk membekali orang tua dengan konsep dan strategi pengasuhan yang positif dan adaptif. Ia berharap orang tua dapat mempraktikkan pengetahuan dari kegiatan psikoedukasi ini dan meningkatkan pola asuh positif sesuai dengan kapasitas mereka.
Menurutnya konsep dasar positive parenting terkait pentingnya pengasuhan penuh kasih sayang dan disiplin tanpa kekerasan serta cara membangun komunikasi yang efektif dengan anak. Pengasuhan tanpa kekerasan penting karena dapat menciptakan rasa aman dan nyaman secara emosional bagi anak, memperkuat ikatan orang tua dan anak, serta membentuk kepercayaan diri yang sehat sejak dini.
"Anak yang tumbuh dalam lingkungan tanpa kekerasan akan lebih mampu mengenali dan mengelola emosinya, serta memiliki kontrol perilaku yang lebih baik. Komunikasi efektif dengan anak bisa dilakukan dengan cara membangun komunikasi yang hangat sehari-hari, merespon anak dengan penuh empati dan tanpa penghakiman, melibatkan anak dalam kegiatan dan aktivitas disesuaikan dengan tahap pemahaman dan usia anak,” ujarnya.
Adapun Davita Variani menambahkan periode krusial pembentukan otak, karakter, dan kecerdasan anak. Penguatan stimulus di masa golden age akan membantu anak untuk dapat lebih siap dan mantap menuju ke jenjang usia selanjutnya. Penguatan stimulus di masa golden age bisa dilakukan dengan cara memberikan anak berbagai pengalaman sensorik, motorik, bahasa, kognitif, dan sosial-emosional secara seimbang.
"Contohnya mengajaknya bermain sambil belajar, membacakan buku cerita, bernyanyi bersama, bermain peran, serta menciptakan lingkungan yang aman, hangat, dan penuh kasih sayang,” katanya.
Kegiatan ini digelar bertepatan dengan perayaan Hari Anak Nasional, yang mengangkat tema perlindungan dan pemenuhan hak anak. Momentum ini dimanfaatkan untuk menguatkan pesan bahwa keluarga, khususnya orang tua, memegang peran utama dalam menciptakan lingkungan yang aman, penuh cinta, dan mendukung pertumbuhan anak secara optimal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KMP Putri Yasmin terbakar di Selat Lombok. Tim SAR mengevakuasi 173 orang, terdiri atas 172 korban selamat dan 1 meninggal dunia.
iOS 27 beta 5 mengungkap enam iPhone baru yang belum diumumkan Apple, termasuk iPhone Ultra yang disebut sebagai ponsel lipat pertama.
Anggota DPRD DIY, Rahayu Widi Nuryani, mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperkuat branding agar produk tidak hanya viral
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian kompak turun pada Kamis 13 Agustus 2026. Simak daftar harga jual dan buyback terbaru dari 0,5 gram hingga 1.00
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Minim Sampah, Berkarya di Kebun, Bahagia di Dapur