Van Gastel Pahami Banner Protes Suporter PSIM: Saya Sangat Bisa Memahaminya
Jean-Paul van Gastel memahami banner protes suporter PSIM Jogja setelah tim mengoleksi satu poin dari empat laga. PSIM bersiap menghadapi PSM Makassar.
Sejumlah alat berat dikerahkan untuk membersihkan timbunan sampah di depo yang ada di wilayah Kota Jogja belum lama ini. - Harian Jogja/Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA—Kelurahan Wirobrajan, Kemantren Wirobrajan, menggencarkan program monitoring depo demi pengelolaan sampah yang lebih efektif. Monitoring ini telah berlangsung sejak Juli hingga Agustus 2025, dan menyasar dua depo utama, yaitu Depo Sampah Tamansari, dan Depo Sampah Serangan, dengan melibatkan seluruh pegawai kelurahan.
Lurah Wirobrajan, Sri Suwardani, menegaskan langkah ini merupakan bentuk komitmen jajarannya untuk menjadi percontohan dalam pengelolaan sampah wilayah. Monitoring berfokus pada 21 transporter atau penggerobak sampah yang rutin membuang sampah ke dua depo tersebut.
Dari hasil pengamatan, ditemukan perbedaan jumlah sampah yang masuk setiap hari, yang dipengaruhi jenis alat angkut yang digunakan. Alat ini bervariasi mulai dari motor gerobak roda tiga, motor roda dua, gerobak manual, hingga sistem pengumpulan kolektif di tingkat warga.
“Dengan data yang terkumpul dari hasil monitoring ini, kami dapat mengetahui pola pembuangan, volume sampah, serta kebutuhan perbaikan sistem transportasi dan pengelolaan di depo. Tujuannya agar pengelolaan sampah menjadi lebih efisien dan berkelanjutan,” ujar Sri Suwardani, Senin (11/8/2025).
BACA JUGA: Tiga Tamu Hotel di Bausasran Jogja Terjebak di Lift
Tak hanya menghitung volume sampah, tim monitoring juga mengecek keteraturan jadwal pembuangan serta kelayakan sarana angkut. Data yang terkumpul nantinya akan menjadi bahan evaluasi bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja untuk merancang kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Kegiatan ini dijadwalkan berlanjut hingga akhir Agustus 2025. Setelahnya, hasil pemantauan akan dipresentasikan dalam forum koordinasi tingkat kelurahan, yang melibatkan pengurus kampung, pengelola bank sampah, serta perwakilan warga. “Wirobrajan ingin menjadi contoh bagi wilayah lain. Pengelolaan sampah tidak hanya soal membuang, tapi bagaimana seluruh rantai proses, dari rumah tangga hingga depo berjalan efektif,” kata Sri Suwardani.
Melalui program berbasis data ini, Kelurahan Wirobrajan menargetkan penurunan timbulan sampah, peningkatan kesadaran warga, dan terciptanya lingkungan yang lebih bersih serta sehat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jean-Paul van Gastel memahami banner protes suporter PSIM Jogja setelah tim mengoleksi satu poin dari empat laga. PSIM bersiap menghadapi PSM Makassar.
Topan Champi memicu penutupan aktivitas di Taiwan. Lebih dari 600 penerbangan dibatalkan, 1.300 warga dievakuasi, dan hujan lebat mengancam.
Pemerintah Daerah (Pemda) DIY menjajaki potensi kerjasama dengan Meksiko di bidang pendidikan dan seni budaya. Kerjasama ini di antaranya
Argentina menempati posisi teratas negara dengan saldo pinjaman IMF terbesar pada 2026. Simak daftar 10 negara dan posisi Indonesia.
Lewis Hamilton menyerukan perdamaian bagi Kongo, Sudan, Suriah, dan Palestina di tengah rencana F1 kembali ke Afrika melalui Rwanda.
enazah perempuan berusia 29 tahun asal Magelang ditemukan di Pantai Krakal, Gunungkidul. Polisi masih menyelidiki penyebab kematiannya.