Disdikpora Bantul Ingatkan Bahaya Siswa Ketergantungan AI
Disdikpora Bantul mengingatkan penggunaan AI seperti ChatGPT di sekolah perlu diimbangi berpikir kritis dan pemahaman etika agar siswa tak sekadar menyalin jawa
Foto ilustrasi sekolah rakyat, dibuat menggunakan AI ChatGPT.
Harianjogja.com, BANTUL—Dua siswa dan satu guru memilih mengundurkan diri dari Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 19 Sonosewu, Bantul.
Kepala SRMA 19 Sonosewu, Agus Ristanto, menjelaskan dua siswa tersebut memutuskan keluar karena alasan ketidaksesuaian dengan harapan mereka. Meski demikian, pihak sekolah memastikan jumlah siswa tetap 200 orang sesuai data dari Dinas Sosial.
“Tidak sesuai dengan harapan. Ini harus ada komitmen antara siswa dan orang tua. Ketika orang tua setuju, anaknya tidak setuju, jangan dipaksa untuk masuk ke SR,” ujarnya, Selasa (12/8/2025).
Menurut Agus, rasa betah atau tidaknya siswa di sekolah sangat dipengaruhi kesepakatan kedua belah pihak. Ia menekankan pentingnya komunikasi antara orang tua dan anak sebelum memutuskan bersekolah di SRMA.
Selain siswa, seorang guru agama Katolik juga mengundurkan diri. “Betul, itu guru agama Katolik. Beliau sudah secara jam mengajar terpenuhi. Kemudian alasan mundur karena alasan kesehatan,” kata Agus.
Surat pengunduran diri pun telah disampaikan secara resmi kepada Dinas Sosial. Pihak sekolah telah menyiapkan langkah antisipasi untuk memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan.
Menurut Agus, pengajaran agama bagi siswa Katolik akan dioptimalkan oleh guru yang ada, atau jika diperlukan, siswa akan dibimbing untuk mengikuti pelajaran di SMA terdekat, seperti SMA Negeri 1 Kasihan.
Agus juga menanggapi isu kesehatan dan kedisiplinan siswa. Ia mengatakan setiap siswa yang sakit segera mendapatkan penanganan melalui kerja sama dengan puskesmas setempat.
Sedangkan untuk perilaku seperti merokok, pengawasan dilakukan ketat oleh wali asuh di asrama.
“Di sini penuh dengan tatanan, dengan aturan. Ketika sudah tidak sesuai frekuensi, ya nanti bisa mundur diri saja, tidak masalah,” ujarnya.
Meski ada yang mengundurkan diri, Agus memastikan kuota siswa sekolah rakyat tetap dijaga. “Pokoknya 200 ya 200, aturannya begitu. Kalau stok penggantinya tidak ada, ya sudah berarti adanya itu,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdikpora Bantul mengingatkan penggunaan AI seperti ChatGPT di sekolah perlu diimbangi berpikir kritis dan pemahaman etika agar siswa tak sekadar menyalin jawa
Cek jadwal perpanjangan SIM Kulonprogo 23 Oktober 2026 di MPP, lengkap dengan jadwal Satpas 1450, SIMENOR, SIM Keliling, dan syaratnya.
Jadwal KA Bandara YIA 23 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jam keberangkatan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya.
Yusaku Yamadera ingin mendapat menit bermain reguler di PSIM Jogja. Ia juga menilai tim perlu mencari solusi menghadapi persaingan Super League.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul 23 Oktober 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini. Cek tarif dan jam keberangkatannya.
PSS Sleman kalah 1-2 dari Persik Kediri. Pieter Huistra menyoroti kesalahan pertahanan, keputusan wasit, dan perkembangan permainan tim.