Riset Fenomena Api Seyegan Rampung, BPBD Serahkan Hasil ke Keluarga
BPBD Sleman menyerahkan hasil riset fenomena api Seyegan kepada keluarga. Rekaman CCTV kini menjadi bagian penyelidikan kepolisian.
Tim melakukan pengamanan serpihan mortir yang terlontar dalam disposal mortir di Cangkringan pada Selasa (12/8/2025). /Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN—Proses peledakan atau disposal terhadap temuan benda yang diduga sebagai bom atau mortir dengan berat 350 kilogram akhirnya berhasil dilakukan d Cangkringan, Sleman, pada Selasa (12/8/2025). Selain serpihan menyebar hingga 200 meter, getaran benda yang diduga bom pesawat itu yang berdampak pada rusaknya sejumlah rumah.
Serpihan yang sempat terlontar ke sejumlah area segera diamankan. "Sudah berhasil diledakkan, semua sudah kami amankan, sudah steril. Kalau masyarakat mau beraktivitas di belakang pun sudah dipastikan aman," terang Dansat Brimob Polda DIY, Kombes Pol Edi Suranta Sinulingga pada Selasa (12/8/2025).
Sebelumnya pada Minggu (10/8/2025) sebuah mortir ditemukan di halaman rumah warga di Ngemplak, Kabupaten Sleman. Mortir tersebut selanjutnya dievakuasi ke Glagaharjo, Cangkringan untuk disposal.
BACA JUGA: Mensesneg: Ada Surprise Ditampilkan di HUT Kemerdekaan R Ke-80
Selanjutnya pada Senin (11/8/2025) Tim Jibom Gegana Brimob Polda DIY melakukan upaya disposal. Namun empat kali disposal namun mortir tersebut tidak meledak. Kemudian pada Selasa (12/8/2025) upaya disposal dilakukan. Pada hari kedua, dua kali disposal berhasil meledakan mortir yang ditemukan di Ngemplak tersebut.
Sinalungga mengatakan mortir yang diledakkan tersebut punya bobot 350 kilogram. Saking beratnya, untuk mengangkat dibutuhkan 4-5 orang untuk memindahkan mortir. Tindakan itu merupakan pertama kalinya dilakukan Jibom Polda DIY melakukan peledakan benda diduga bom dengan berat 350 kilogram laporan dari masyarakat.
"Ini temuan bom terbesar yang pernah ditemukan di Provinsi DIY. Ini hampir kurang lebih, tahun 2019 pernah, tapi tidak sebesar ini," ucapnya.
Temuan yang sering ditangani Polda DIY di 2024-2025 hanya berupa granat dan bom militer kecil yang penanganannya relatif gampang. Namun untuk mortir ini, butuh penanganannya khusus. Dalam kurun waktu itu pihaknya melakukan sebanyak 12 kali disposal dengan efek getarnya tidak terlalu besar.
"Jadi tidak sampai membuat rumah kaca pecah. Tapi ini karena memang cukup besar, efeknya getaran tadi itu bisa buat ada dampak rumah," ujarnya.
Efek ledakan yang ditimbulkan dari disposal adalah getaran. Getaran ini membuat beberapa genting dan kaca pecah. "Karena bomnya sangat besar, efeknya lebih besar," ujarnya.
Sebelum melakukan disposal, tim bersama sejumlah pihak telah melakukan sosialisasi dengan warga. Masyarakat yang berada di radius tertentu diminta untuk pergi ke lokasi yang aman saat disposal berlangsung.
BACA JUGA: Istri Pratama Arhan, Azizah Salsha Laporkan 2 Akun Medsos ke Bareskrim
Setelah bom meledak, sejumlah serpihan mortir sempat terlontar ke sejumlah area. Tim lalu melakukan sterilisasi serpihan. Lntaran serpihan terjauh sempat ditemukan warga sejauh 200 meter dari lokasi disposal. "Sudah kami rapikan, sudah semua, tadi beberapa warga juga ada yang bawa menemukan, sudah dikumpulkan, sudah disita semua," tegasnya.
Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Haris Martapa menginformasi adanya sejumlah kerusakan yang dialami rumah warga di sekitar lokasi disposal. BPBD Sleman segera melakukan pendataan untuk memperbaiki kerusakan yang ada.
"Jadi ini memang ada kerusakan kecil-kecil ya, ada yang gentengnya, ada yang kacanya pecah kecil itu, kemudian ada galvalum satu, ini sedang diidentifikasi. Hari ini kami targetkan langsung kami dandani, kami perbaiki," ungkapnya.
Tercatat, sementara ada delapan rumah yang terdampak dari disposal. Rumah-rumah yang rusak akan diperbaiki dengan anggaran yang ada. "Anggaran sedang kami rembug dengan dinsos nanti pakai yang dinsos atau pakai yang kami," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Sleman menyerahkan hasil riset fenomena api Seyegan kepada keluarga. Rekaman CCTV kini menjadi bagian penyelidikan kepolisian.
Simak lima fakta menarik Tanjung Verde, debutan Piala Dunia 2026 yang sukses lolos ke babak 32 besar dan akan menghadapi Argentina.
BPKH membuka rekrutmen pegawai 2026 untuk delapan posisi Asisten Manajer. Simak syarat, daftar formasi, dan jadwal penutupan pendaftaran.
Gelombang panas Inggris memecahkan rekor suhu Juni selama tiga hari berturut-turut. Met Office memperpanjang peringatan cuaca hingga Minggu.
Iran mengecam serangan Amerika Serikat dan menyebutnya melanggar Piagam PBB serta kesepakatan damai yang baru berlaku pada Juni 2026.
Candi Sojiwan dan Wellness Tourism Umbul Brintik masuk nominasi API Award 2026. Masyarakat diajak memberikan dukungan melalui voting.