PSEL Piyungan Ditargetkan Mulai Dibangun Akhir 2026
Pembangunan PSEL di Bawuran, Piyungan, Bantul ditargetkan mulai akhir 2026. Pemerintah mempercepat pematangan lahan hingga finalisasi pasokan sampah.
Alat berat melakukan pengaspalan ulang pada ruas jalan Karangkajen–Wojo di Sewon, Bantul belum lama ini. Pemerintah setempat menganggarkan Rp60 miliar di 2025 untuk program peningkatan akses jalan. Dokumentasi Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL –Pemkab Bantul mengalokasikan sekitar Rp60 miliar untuk peningkatan jalan di 50 titik, dengan sebaran terbanyak di Kapanewon Kasihan dan Sedayu.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP)Bantul, Jimmy Simbolon menjelaskan, berdasarkan data tahun lalu, masih ada 34 persen jalan di Bantul yang berstatus kurang mantap. Tahun ini angkanya naik menjadi sekitar 37 persen.
“Kondisi kurang mantap ini indikatornya kerusakan di atas 30 persen, sehingga memang perlu penanganan maksimal,” ujarnya, Jumat (15/8/2025).
BACA JUGA: Fenomena Bendera One Piece, Dongkrak Penjualan T-shirt di Rumah Produksi Wilayah Bantul
Pemkab Bantul, katanya, memprioritaskan peningkatan akses jalan, khususnya di radius 3 kilometer dari pusat Kota Bantul. Program ini menjadi bagian dari upaya memperbaiki “wajah” kota dan meminimalkan genangan air di musim hujan.
Anggaran perbaikan jalan rusak ini tidak terkena efisiensi dan ditargetkan seluruh pekerjaan rampung pada pertengahan Desember. “Untuk perubahan APBD tahun ini, tidak ada tambahan anggaran peningkatan jalan. Fokus kami di sisa tahun pada optimalisasi perbaikan jalan dan irigasi untuk antisipasi musim hujan,” kata Jimmy.
Pejabat Fungsional Tertentu Jalan dan Jembatan DPUPKP Bantul, Agustina Dwi Kuswandari menyebut, salah satu ruas yang sudah ditingkatkan adalah Jalan Karangkajen–Wojo di Sewon.
“Perbaikan dilakukan mulai dari pembersihan badan jalan, perataan permukaan, hingga pelapisan aspal baru. Tujuannya agar kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan meningkat, sekaligus memperlancar distribusi barang dan jasa,” jelasnya.
Agustina menambahkan, titik-titik perbaikan tahun ini tersebar merata di hampir seluruh kapanewon di Bantul. Pemerintah optimistis peningkatan kualitas jalan akan memberi dampak signifikan terhadap mobilitas warga dan pertumbuhan ekonomi daerah.
"Yang ruas jalan Karangkajen–Wojo sudah selesai dikerjakan, sebelumnya jalan itu kan bergelombang dan kurang rata, sekarang sudah nyaman dilewati," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan PSEL di Bawuran, Piyungan, Bantul ditargetkan mulai akhir 2026. Pemerintah mempercepat pematangan lahan hingga finalisasi pasokan sampah.
Dua pekerja proyek ditetapkan sebagai tersangka dugaan pencurian kabel instalasi listrik di pabrik tekstil Karanganyar usai memanfaatkan akses kerja.
Kubu Don Ritto berencana mengajukan praperadilan atas penyitaan emas 74 kilogram dan valas dalam perkara yang menyeret eks Jampidsus Febrie Adriansyah.
RANS menerima pengunduran diri Direktur Grandy Prajayakti. Perseroan memastikan operasional tetap berjalan normal dan akan menggelar RUPS.
Kemnaker menargetkan 300 ribu peserta Pelatihan Vokasi Nasional pada 2026 untuk mencetak SDM siap kerja sesuai kebutuhan industri.
Sebanyak 45 Koperasi Desa Merah Putih di Blora mulai beroperasi setelah mengantongi izin usaha lengkap dan berbadan hukum.