Gunungkidul Revisi Perda Kawasan Tanpa Rokok, Pemakaian Rokok Elektrik Bakal Diatur
Perda Kawasan Tanpa Rokok Gunungkidul bakal direvisi. Aturan baru akan mengatur pemakaian rokok elektrik sesuai regulasi pemerintah pusat.
Prosesi upacara pengibaran bendera di tengah laut yang berlangsung di kawasan wisata Pantai Baron di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari. Kamis (17/8/2023)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Upacara peringatan Hari Kemerdekaan RI kembali digelar di laut, tepatnya di Pantai Baron di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari. Kegiatan ini tidak hanya diikuti ooleh anggota SAR, tapi Masyarakat juga dapat berpartisipasi memeringati kemerdekaan ke-80 ini.
Sekretaris Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 di Pantai Baron, Surisdiyanto mengatakan, upacara peringatan kemerdekaan di tengah laut merupakan kegiatan rutin yang digelar setiap tahun. Sama seperti penyelenggaraan di tahun-tahun sebelumnya, kegiatan yang sama juga diselenggarakan sebagai rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-80.
BACA JUGA: Megawati Belum Dipastikan Hadir di Istana Saat Perayaan HUT RI ke 80
“Sudah kami persiapkan dengan matang dan mudah-mudahan semuanya berjalan dengan lancar,” kata Suris saat dihubungi Jumat (15/8/2025).
Menurut dia, penyelenggaraan upacara tidak hanya diikuti oleh petugas SAR. Namun, Masyarakat umum juga diperbolehkan mengikutinya.
Meski demikian, Suris menetapkan syarat ketat bagi pengunjung atau Masyarakat umum yang mengikuti upacara peringatan kemerdekaan di laut. Selain harus sehat, peserta harus bisa berenang dan memiliki fisik yang kuat.
Hal ini dikarenakan para peserta diwajibkan berenang sejauh 150 meter dari garis pantai menuju laut. Adapun gelombang saat upaya peringatan berlangsung diprediksi landai.
“Tapi apapun itu, para peserta harus menyiapkan diri dengan memiliki kondisi tubuh yang fit,” katanya.
Sebelum upacara digelar rencananya dilakukan doa bersama. Setelah itu, petugas pengibar bendera akan berenang terlebih dahulu menuju titik upacara yang ditetapkan.
“Baru nanti para peserta lain mengikuti dari belakang. Untuk berjagaa-jaga kami juga menyiagakan perahu dan jetski guna memberikan pertolongan saat dibutuhkan,” katanya.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 di Pantai Baron, Marjono menambahkan, untuk pengunjung yang ingin mengikuti upacara diwajibkan memakai pelampung. Hanya saja, pihaknya tidak menyediakan pelampung sehingga harus membawa perelengkapan sendiri.
“Wajib pakai pelampung kalau ingin ikut upacara di laut dan harus bawa sendiri,” katanya.
Rencananya upacara dilaksanakans sekitar pukul 10.00 WIB. Namun, upaya persiapan dilakukan lebih awal sehingga pelaksanaan dapat berjalan lancar. “Sebelum upacara akan ada briefing untuk kelancaran. Mudah-mudahan tidak ada masalah dalam pelaksanaan upacara besok,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perda Kawasan Tanpa Rokok Gunungkidul bakal direvisi. Aturan baru akan mengatur pemakaian rokok elektrik sesuai regulasi pemerintah pusat.
DLH Kulonprogo mendorong pengelola SPPG menguji limbah dapur MBG di laboratorium setelah muncul keluhan warga soal pencemaran.
Harga rumah di Jogja makin sulit dijangkau. REI DIY menyoroti kenaikan harga tanah dan material bangunan yang mencapai sekitar 25%.
Suahasil Nazara resmi menjadi Menkeu menggantikan Purbaya. Keberlanjutan pembiayaan Kopdes menghadapi jatuh tempo Rp40 triliun.
Sebanyak 189.473 warga Sleman menerima MBG hingga 16 September 2026. Belum ada sekolah yang dicoret dari daftar penerima.
Kutu kebul menyerang 2.000 batang melon petani di Banguntapan, Bantul. Tanaman gagal panen dan menyebabkan kerugian jutaan rupiah.