Kampung Lampion Jogja Jadi Percontohan Nasional Penataan Tepi Sungai
Deputi Kemenko Ronny Hutahayan apresiasi Kampung Lampion Kotabaru sebagai model nasional. 38 rumah Rp1,5 miliar swakelola, jalan 3-4m akses ambulans.
Ilustrasi rambu putar balik./freepik
Harianjogjam.com, SLEMAN–Polda DIY menjalankan uji coba pengaturan lalu lintas yang baru di jalan Laksda Adisucipto sepanjang Museum Affandi hingga simpang Janti. Dengan rekayasa lalu lintas ini diharapkan penumpukan arus lalu lintas yang kerap terjadi terutama pada jalur barat ke timur pada jam tertentu dapat terkurangi.
BACA JUGA: Monyet di Gunungkidul Serang Lahan Pertanian warga
Dirlantas Polda DIY, Kombes Pol Yuswanto Ardi, menjelaskan dalam rekayasa lalu lintas terbaru ini dua U-turn atau penggal jalan ditutup, yakni penggal hotel Sriwedari dan Penggal barat simpang Janti. “Keduanya dilakukan close blocking dengan water barrier,” katanya, Senin (18/8/2025).
Kemudian pada penggal McD, diubah arah putar baliknya dari yang sebelumnya untuk putar balik kendaraan dari arah timur, menjadi dari arah barat. “Dengan pengaturan ini maka potensi antrean kemacetan di penggal Sriwedari akan berkurang,” ungkapnya.
Dengan ditutupnya dua penggal itu maka putar balik untuk masing-masing arah hanya ada satu, yakni di penggal McD untuk putar balik dari arah barat dan penggal Museum Affandi untuk putar balik dari arah timur. “Prinsipnya kami mengurangi tundaan arus lalu lintas di jalan Laksda Adisucipto akibat adanya arus putar balik,” kata dia.
Untuk mendukung hal ini, pada lampu APILL simpang Janti juga dilakukan penyesuaian pengaturan. Dalam skema pengaturan baru tersebut, arus kendaraan dari arah barat dan timur dapat melintas secara bersamaan. Namun, kendaraan dari barat yang hendak berbelok ke arah selatan wajib berhenti sesuai dengan lampu APILL.
Kemudian ketika arus dari selatan mendapat giliran jalan, seluruh kendaraan dari barat maupun timur diwajibkan berhenti. Seluruh pengendara agar lebih tertib, disiplin, dan mematuhi isyarat lampu lalu lintas demi terciptanya kelancaran serta keamanan bersama.
Salah satu warga Kledokan, Caturtunggal, Adi, menyampaikan jika di jalan Laksda Adisucipto memang kerap terjadi kepadatan arus lalu lintas. “Terutama di jam-jam sore, sering macet dari arah barat ke timur dan dari arah jalan Kledokan ke selatan [masuk jalan Laksda Adisucipto],” ujarnya.
Ia berharap dengan pengaturan lalu lintas yang baru ini dapat mengurangi kemacetan di ruas jalan tersebut. “Semoga bisa efektif memperlancar lalu lintas, bisa mengurangi kemacetan di situ,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Deputi Kemenko Ronny Hutahayan apresiasi Kampung Lampion Kotabaru sebagai model nasional. 38 rumah Rp1,5 miliar swakelola, jalan 3-4m akses ambulans.
Prediksi PSG vs Aston Villa di Piala Super Eropa 2026, lengkap dengan head to head, susunan pemain, dan peluang kedua tim.
Transformasi TelkomGroup Mulai Tunjukkan Hasil, InfraNexia Catat Kinerja Positif Perkuat Infrastruktur Digital Nasional
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta dugaan penistaan agama di festival musik Ancol diproses hukum.
Program beasiswa santri dan pengasuh pondok pesantren tahun 2026 yang digulirkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, membuka peluang dan harapan
Produksi perikanan budi daya Gunungkidul mencapai 7.119 ton hingga Juni 2026. Lele mendominasi dengan produksi lebih dari 6.168 ton.