Pembelian LPG 3 Kg Dipantau Ketat di Jogja, Wajib Pakai KTP
Pemda DIY perketat pengawasan LPG 3 kg usai kenaikan harga nonsubsidi, distribusi wajib pakai KTP untuk cegah salah sasaran.
Beberapa kerusakan diakibatkan hujan deras dan angin kencang pada Selasa (19/8/2025)./ist BPBD Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—Hujan deras dan angin kencang yang terjadi di Sleman dan sekitarnya, Selasa (19/8/2025) siang menyebabkan sejumlah kerusakan. Sejumlah pohon tumbang hingga genting rumah beterbangan dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah.
Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Bambang Kuntoro, menjelaskan dampak genting berterbangan terjadi sekitar pukul 14.00 WIB di RT 4/RW 2, Kelurahan Sendangarum, Kapanewon Minggir.
BACA JUGA: Hujan Disertai Angin Kencang di Sleman, 2 Rumah dan 1 Bangunan SD Tertimpa Pohon Tumbang
“Rinciannya genting wuwung 15 biji dan genting kripik kurang-lebih 150 biji beterbangan. Hujan deras disertai angin kencang mengakibatkan genting bagian dapur dan bagian rumah tengah beterbangan,” ujarnya.
Pada jam yang sama juga dilaporkan genting dua rumah beterbangan di Kelurahan Sendangrejo, Kapanewon Minggir. Di kedua rumah ini totalnya sekitar 112 biji genting dan satu seng berukuran 5 meter lepas. Hingga pukul 18.00 WIB kerusakan ini terpantau belum terkondisikan.
Lalu di wilayah berbeda, yakni RT 07/RW 03 Kelurahan Purwomartani, Kalasan, pada pukul 15.45 WIB terjadi pohon tumbang menimpa rumah dengan kerugian 10 lembar asbes pecah 10 dan 250 genting pecah. “Pohon jati diameter 70 cm tumbang menimpa sebagian rumah tersebut,” katanya.
Di Purwomartani setidaknya terjadi lima kejadian serupa lainnya yakni pohon tumbang menimpa rumah dan fasilitas lainnya. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Pohon yang tumbang menutup akses jalan, menimpa rumah serta kabel listrik maupun internet.
“Perlu bantuan logistik maupun terpal untuk beberapa rumah yang tertimpa pohon maupun rumah yang genteng atau asbes berterbangan atau pecah karena terdampak angin kencang. Mereka memerlukan terpal, kasur, selimut dan logistik,” ujarnya.
Kemudian di jalan Babarsari, Kelurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, satu baliho toko roti doyong mengenai bus Trans Jogja hingga menyebabkan atap bus tersebut penyok. “Baliho sempat disrempet oleh truk dum mengakibatkan semakin doyong, di belakangnya melintas Bus Tran Jogja Jalur 5A tersenggol di bagian atap,” katanya.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Baliho tersebut sudah dievakuasi dengan crane milik Polda DIY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY perketat pengawasan LPG 3 kg usai kenaikan harga nonsubsidi, distribusi wajib pakai KTP untuk cegah salah sasaran.
Kasus kebakaran lahan di Gunungkidul meningkat menjadi 15 kasus selama musim kemarau. Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan.
Kuasa hukum Raudi Akmal menilai sejak awal tidak ada dua alat bukti yang cukup usai PN Sleman mengabulkan sebagian praperadilan.
Polresta Jogja mulai memeriksa lima tersangka baru kasus Little Aresha Daycare. Total tersangka kini mencapai 32 orang dengan 157 korban anak.
Sekolah Nasional Terintegrasi mulai berjalan di 17 kabupaten/kota pada tahun ajaran 2026-2027 untuk memperluas pemerataan mutu pendidikan.
YIA baru dimanfaatkan sekitar 25% dari kapasitasnya. DIY mempercepat pengembangan koridor Joglosemar untuk mendongkrak wisatawan.